My Trouble Maker

My Trouble Maker
Rencana Catherine



Alex baru saja datang, sangat disayangkan saat Angela juga pergi ke kantor Steven dia sudah pergi.


"Tuan, ayo segera ke atas pasti Tn. Steven sudah menunggu," Peter berjalan mengiringi Alex dari belakang.


Sesampainya di atas Alex dan Peter masih sempat melihat para pengawal itu masih saja membungkuk, sedikit bingung tapi mereka menganggap ini sebuah kehormatan.


"Aku sangat takjub, anak buah Steven sangat hormat. Bahkan mereka sampai membungkuk saat kita datang."


"Benar Tuan, ini patut diterapkan di perusahaan kita."


Andai saja mereka tahu saat ini para pengawal itu sudah lama membungkuk akibat kejahilan Angela. Lalu ada satu dari pengawal itu bersuara, "**-tu-tuan Alex, bisakah anda menolong kami? Tolong panggilkan bos kami untuk keluar," ucapnya yang gagap dan kaki sedikit gemetar.


"Baiklah."


Baru saja ingin membuka pintu, pria itu sudah keluar duluan dan mendapati bawahannya beserta Alex sedang diluar.


"Akhirnya, anda keluar juga Bos," langsung saja mereka berdiri, tapi tunggu dulu. "Arghhhh ... pinggang ku terasa mau patah, oh tidak," suara rintihan mereka bersamaan.


Steven yang baru keluar hanya terheran-heran melihatnya, begitu juga Alex dan Peter.


"Aku rasa ini ulah anak itu, Ange ..." Steven memberhentikan ucapannya, kalau saja dia menyebutkan nama Angela bisa jadi Alex langsung tahu bahwa Angela adik Steven.


"Memangnya ulah siapa bro?" Tanya Alex penasaran.


"Sudahlah tidak usah dipikirkan, kita langsung saja keruang rapat."


Rapat itu berlangsung sekitar dua jam lebih, selama rapat Steven menatap Alex dengan penuh tanda tanya, sesekali juga seperti ingin membunuh Alex. Dan orang yang ditatap pun agak risih.


"Baiklah, rapat kali ini kita akhiri sampaikan disini. Terimakasih."


Orang-orang keluar dari ruang rapat, "Steven tunggu," berjalan cepat menuju orang yang dia panggil. "Kau kenapa sih? Dari tadi kau menatapku tajam? Ada apa, ayolah jangan katakan perasaan mu hari ini sedang buruk. Come on, mari aku traktir kau makan siang hari ini." Alex mencoba menenangkan Steven yang sedikit aneh baginya hari ini.


"Tidak usah, aku sudah janji makan siang dengan orang lain."


"Kau serius tidak mau?"


Steven langsung melewati Alex yang masih bertanya dengannya, tanpa menjawab pertanyaan tersebut.


"Ada apa dengannya? Kenapa hari ini dia sedikit aneh, tidak seperti biasanya."


"Jangan-jangan dia ditolak seorang wanita Tuan, jadi hari ini agak sedikit aneh."


"Kau yakin Steven di tolak oleh seorang wanita, Peter? Haha."


Perbincangan itu berakhir, Alex hanya menganggap mungkin rekan kerjanya tersebut benar ditolak seorang wanita.


******


Berbeda di gedung perusahaan majalah StarGirl, tampak di sana seorang wanita sedang marah-marah pada bawahannya. Dan ternyata Catherine juga ada di sana.


Kemarahan itu sangat tampak di raut wajahnya, "Kalian memang tidak becus!" bentak wanita itu. "Sudah aku bilang, bekerja lah dengan benar. Dan sampai hari ini kalian belum juga mendapatkan kabar mengenai Alex dan Angela!"


"Nyonya, maafkan kami. Beberapa hari yang lalu saat kami menunggu Angela di apartemen nya, sama sekali dia tidak pulang. Begitu juga dengan Alex, aku berpikir mereka bersembunyi disebuah tempat."


Wajah Catherine kian memanas mendengar kalimat tersebut, dirinya merasakan kemarahan dan kecemburuan terdalam. Sampai saat ini juga semua keinginannya untuk menghancurkan Angela belum membuahkan hasil, malah dialah yang saat ini di anggap remeh oleh Angela.


"Tenanglah, kita tidak boleh gegabah. Masih ada waktu lain untuk menjatuhkan nya," Catherine berusaha tidak menunjukkan amarahnya.


"Tapi Cath, kau sendiri yang bilang kita harus segera bertindak dan membuat Angela maupun JBeauty hancur. Kau tahu sendiri kan kita sudah membuat perjanjian, kau mendapatkan Alex kembali, dan kami akan menjadikan JBeauty dibawah naungan kami. Karena merekalah satu-satunya yang masih mendukung wanita itu."


"Ana, kau pikir dengan mudah kita langsung mendapatkan semua itu? Kau bodoh aku pikir karena kau CEO StarGirl kau jauh lebih pintar dariku, ternyata tidak. Pantas saja selama ini JBeauty selalu mendahului kalian, kau saja yang memang tidak bisa diandalkan."


Dia mengepalkan tangannya dengan kuat, kata-kata Catherine menyindir dirinya adalah sebuah hujatan besar, "Kalau begitu katakan padaku rencana apa yang lebih baik?" ucapnya mencoba tenang.


"Sebentar lagi ada New York Fashion Week, dalam kesempatan inilah kita akan mempermalukan wanita itu. Dia pasti ikut tampil di dalamnya."


"Aku mengerti apa maksud mu, Cath."


Kedua wanita itu tersenyum sinis, kali ini apalagi yang Catherine ingin lakukan pada Angela? Kemungkinan inilah titik dimana boom itu akan meledak, mencapai nilai maksimum. Catherine telah menghidupkan api kecil itu, tanpa tahu jika suatu saat api itu akan menjadi besar dan berkobar. Siapa yang memulai maka dialah yang akan mengakhiri, siapa yang melakukan kesalahan maka dialah yang akan mendapatkan hukuman.


******


Sebuah pagelaran seni lukisan sedang berlangsung


"Nona, apa anda yakin ingin terus melukis? Lebih baik anda segera pulang ke rumah. Ayah anda sudah menanyakan kabar anda, semenjak Nona menolak perjodohan itu Tuan memikirkan anda setiap harinya. Anda juga sudah memiliki keponakan yang bahkan seusia anda. Kali ini pria yang akan dikenalkan pada anda adalah pria yang hebat, tidak mungkin jika keponakan anda mendahului anda masalah pernikahan, bukankah begitu?"


"Katakan pada ayah ku, ini akibatnya jika memiliki banyak istri. Masih banyak anaknya yang lain, suruh saja mereka yang menikah. Aku juga tidak mau dibandingkan oleh anak nya yang lain, hanya karena aku belum menikah dan takut didahului ponakan ku sendiri."


"Baik, Nona. Akan saya sampaikan."


Seorang wanita muda berjalan dengan ciri khasnya, eitss ... dia ternyata Angela.


"Aunty ku yang cantik ponakan mu yang mempesona ini datang."


"Hah, anak itu lagi."


"Hei, hei, hei, kenapa kau cemberut. Aku datang kesini ingin mengabarkan mu sebentar lagi New York Fashion Week akan dilaksanakan. Aku harap Aunty datang," wajah Angela berbinar berharap wanita itu mengangguk.


"Apa hanya aku yang kau undang?" Tanyanya balik.


"Tentu saja, kalau kakak tidak aku undang pun juga akan datang. Bibi Je? Aku tidak kepikiran untuk mengundangnya, bisa-bisa dia bawa bawahannya yang menyeramkan itu, Uncle John? Dia sendiri pasti juga akan datang apalagi dia pemilik klub malam terkenal di kota ini, ayah dan ibu? Sudahlah aku tidak mau mengacaukan acara. Dan yang lainnya aku pun tak akan mengundang nya, ayolah Aunty hanya kau yang masih normal di keluarga Taylor jadi datang ya," bujuk Angela dengan memasang ekspresi imutnya.


"Aku akan datang jika ada waktu."


Walaupun jawaban itu tidak pasti, tapi hal itu membuat Angela sedikit senang. Pada akhirnya hanya wanita itu yang dapat dia akui sebagai keluarga nya di depan publik, dia adalah Adelia Taylor.


Sedikit klise, setelah itu Angela sudah pergi. Kebetulan pergelaran lukisan itu juga sudah selesai, seorang pria berlari terengah-engah menuju tempat pagelaran itu.


"Pagelaran nya sudah tutup ya? Aduh aku terlambat, ini gara-gara Tn. Alex dari tadi terus mengurusi pekerjaan padahal aku sudah ada jadwal datang ke pagelaran ini."


Adelia baru saja mau pergi dari tempat itu, sampai pria itu menegurnya.


"Nona, apa anda sang pelukis terkenal itu?"


Adelia langsung menoleh menghadap pria tersebut, "Maaf, Tuan acaranya sudah ditutup. Sebaiknya anda pergi," ucapnya cuek.


"Aku sangat mengagumi lukisan mu, perkenalkan namaku Peter Andreas," dijulurkan tangannya, "Kalau boleh tahu siapa nama anda? Aku hanya tahu nama panggung anda."


"Adelia Taylor."


Tidak menyambut tangan Peter, dia langsung pergi tidak mempedulikan siapa pria itu. Baginya itu hanya trik seorang pria yang ingin mendekatinya, sudah sangat basi.


"Bidadari, ternyata masih ada wanita seperti nya di dunia ini."


*******


Bersambung...


Hai pembaca sekalian maaf kalau author sekali up gak barengan, maklum review dari pihak NT sekarang agak lama. Jadi mohon bersabar untuk menunggu.


Oh iya, bagi kalian yang suka jangan lupa tinggalkan like dan comen ya.