My Trouble Maker

My Trouble Maker
Sabar Flo



"Jikapun aku katakan iya, apa kau akan percaya? Selama ini pula aku tidak mengatakan nya, karena dirimu sudah dimiliki orang lain saat itu. Aku tidak mau dibilang wanita jahat, saat seperti ini saja sudah banyak orang yang menuduhku yang tidak-tidak, mereka bilang akulah penyebab kau dan Catherine berpisah. Padahal kenyataan yang sebenarnya bukan seperti itu."


Saat itu juga Alex memutar tubuh Angela agar dapat melihat wajah wanita itu secara langsung.


"Ini semua salahku," terlihat raut wajah penuh penyesalan.


Akhirnya mereka keluar dari ruang itu bersamaan, tadi Alex sengaja menelepon Peter untuk datang menjemput mereka. Pasalnya Alex sedang tidak ingin mengemudi.


"Mulai saat ini, bukan hanya sekedar perjanjian. Mari kita saling mengenal satu sama lain untuk kedepannya," ucap Alex dengan suara lembutnya yang membelai rambut Angela.


Peter sudah lama datang bahkan saat Alex dan Angela masih dalam ruang baca tersebut.


"Nah, itu Tuan muda," ia segera berdiri memberi hormat selayaknya bawahan yang patuh. "Eh? Nona Angela?" Raut wajahnya sedikit terkejut.


"Kau sudah datang? Ayo kita segera pergi, tapi kita antar dulu Angela," titah Alex.


"Aku pikir Tuan kesini sendirian, tidak tahunya ada Nona Angela."


Para pelayan sedari tadi juga berada di sana, begitu juga Isabella dia bahkan tidak kalah menyahut ucapan Peter.


"Tn. Peter tidak tahu ya? Bahkan Nona Angela dan Tn. Alex tidur bersama dalam satu kamar. Haha," mulut itu langsung dibekap oleh tangan seseorang. Ya, jelas itu sang nenek yang membungkam mulut Isabella agar tidak melanjutkan ucapannya.


"Dasar anak ini," tatapan tajam tertuju pada Isabella.


Merasa ikutan terkejut, Peter juga menutup mulutnya seolah tidak percaya. Hanya satu kalimat yang terucap 'Oh My God'.


Tidak mau berlarut-larut, akhirnya Alex langsung saja pergi dan menarik Angela dari tempat itu, menyuruh Peter untuk segera keluar juga.


Mereka kini menaiki mobil dan Peter yang menyetir. Untuk menjauhi kecurigaan para awak media, mobil yang mereka gunakan juga di ganti dengan mobil yang semalam Alex dan Angela gunakan saat pergi ke pesta.


Peter tidak tahu tahu harus bicara tentang apa selama dalam perjalanan, biasanya jika hanya ada dia dan Alex mereka saling bercerita satu sama lain. Baik itu mengenai bisnis, ataupun hal sepele seperti tim bola kesukaan mereka dan pastinya beberapa curhatan selaku pria yang mengenaskan. Perlu kalian tahu hidup Peter juga sangat menyedihkan, dia pernah batal menikah karena sang calon istri hamil dengan pria lain, bukan hanya itu sekali kenal dengan wanita ternyata wanita jadi-jadian. Memang antara bos dan bawahan hampir memiliki kesamaan dalam kisah cinta masing-masing.


Sedangkan Alex sekali-kali mencuri pandang pada Angela, tangannya juga menggenggam tangan wanita yang ada disampingnya itu.


"Nona, kita sudah sampai."


"Kau belum mau keluar? Jangan bilang kau masih ingin melihatku. Ayolah lain kali kita akan terus bertemu," ujar Alex.


Tidak menjawab Angela hanya tersenyum heran, lantas ada apa sebenarnya.


"Ehem ... Tuan, bagaimana Nona Angela mau keluar. Anda saja menggenggam tangannya dengan erat."


Lantas Alex tersadar pantas saja Angela tidak keluar dari mobil, sedari tadi Alex terus menggenggam tangannya.


"Hehe, maafkan aku," genggaman tersebut dilepas.


Mobil itu kembali melaju pergi dari edaran, Angela melambaikan tangannya ketika mereka pergi.


"Hati-hati di jalan ya."


Dalam apartemen tampak Flo menunggu kepulangan Angela, "Sudah sore begini masih belum juga pulang?" Orang yang ditunggu pun akhirnya tiba-tiba muncul. "Akhirnya kau pulang juga."


Mengabaikan Flo yang sedari tadi menunggu nya, Angela hanya melewatinya yang sedang duduk di sofa.


"Kau ini baru pulang, bukannya menjelaskan apa yang terjadi. Malah mengabaikan ku?" Flo sedikit meninggikan suaranya.


"Ayolah Flo, aku baru pulang dan kau sudah mau ceramah? Aku mau mandi dulu."


"Tidak boleh. Kau harus cerita dulu, kau darimana? Dan tadi malam dengan siapa?"


"Baiklah akan aku jawab secara singkat, padat, dan jelas. Tadi malam aku di rumah Alex dan tadi malam juga aku bersama Alex," sebuah senyum rasa bangga tersirat di wajah Angela.


Flo langsung diam, semua ucapan Angela memang sudah sangat jelas. Jadi tebakan nya benar bahwa temannya tersebut telah menghabiskan 'Malam Yang Panjang Season 2' dengan pria yang sama. Dan pria yang dimaksud adalah Alex.


"Good job Angela, kau benar-benar menjadikan dirimu Trouble Maker sesungguhnya," teriak Flo ketika Angela sudah pergi ke kamar mandi, entah itu pujian atau sindiran. Kini otak Flo sudah tidak bekerja untuk membahas masalah Angela lagi. "Benar kata kak Steven, rasanya aku juga ikut jantungan menghadapi Angela, tenang huh ... oke Flo kau harus tenang." Menghela napas panjang.


*****


Bersambung...