My Trouble Maker

My Trouble Maker
Publikasi



Netizen memang luar biasa hebatnya, insiden saat Catherine bersama Alex dan mencium pipinya terang-terangan di depan publik menjadikannya bahan gosip dibeberapa akun sosial media, dengan menyebutkan bahwa mereka mungkin akan rujuk kembali. Tapi sepertinya, berita yang baru gencar beberapa menit itu harus disusul dengan adegan bak sebuah film cinta segitiga, saat Angela juga melaksanakan aksinya ketika meraih tangan Alex dan juga mencium pipinya. Seperti yang sudah-sudah beberapa orang memberitakan hal tersebut dengan gaya mereka masing-masing, ada yang menulis dengan judul 'Film Dadakan, Kisah Cinta Segitiga' .


Lucu semua itu terdengar sangat lucu, beberapa orang juga berkomentar yang bisa membuat kita tertawa lepas. Salah satu atau dua dari banyak komentar, juga dapat perhatian.


"Mereka yang diberitakan tapi aku yang tegang." - Netizin 1


"Hei, lihat kalian dari kubu mana? Pilih mantan istri atau wanita simpanan? Haha." - Netizen 2


"Aku ingin jadi Alex, dua wanita sekaligus memperebutkan nya. Aku pikir bukan hanya Angela dan Catherine yang menginginkan nya, pasti banyak wanita diluar sana yang juga ingin mendapatkan Alex. Sayangnya mereka tidak dapat bersaing seperti kedua wanita itu. Haha, aku berada di kubu Angela." - Netizen 3


"Kalian tahu tidak? Aku dengar Catherine bersama seorang pria saat berlibur, mana mungkin dia rujuk kembali bersama Alex, jika sudah bersama pria lain?" - Netizen 4


Kicauan beberapa netizen tersebut ada kalanya menjadi boomerang antara dua kubu, apalagi saat mereka menyinggung Catherine yang katanya juga sedang bersama dengan pria lain.


"Rey, sudah aku katakan kau jangan terlalu dekat denganku. Lihat orang-orang mulai menaruh curiga pada kita, cukup ikuti aku dari jauh!"


Catherine tampak keras membentak pria yang kini ada dihadapannya. Selama ini sudah cukup Rey menuruti apa yang Catherine inginkan, tapi untuk kali ini sebagai seorang pria kemarahannya sudah diambang batas.


"Aku tidak tahu sebenarnya apa yang ada dipikiran mu Cat? Sudah cukup kau memperlakukan aku seperti ini, ingat kita sudah punya anak dan telah membesarkan nya bersama. Lantas kau selalu ingin menjauh dariku dengan alasan takut semua orang tahu mengenai kita," balasnya pada Catherine.


"Jadi kau menyalahkan aku?"


"Cat, kau bisa berbohong pada semua orang bahwa aku sepupu atau saudara jauhmu. Tapi selama ini aku selalu bersembunyi dari semua orang, untuk apa? Agar aku tidak mengacaukan semua rencana kita, semakin hari aku mengerti sepertinya benar aku tidak ada di hatimu, kau jadikan aku sebagai tameng agar kau dapat berlindung. Aku bisa saja mengatakan pada semua orang bahwa kaulah yang bersalah dan menuduh Angela yang tidak-tidak, dari semua usaha mu mempermalukan nya di depan umum? Apa kau tidak berpikir? Pahamilah Cat dulu kau tidak seperti ini!" Semua hal telah Rey utarakan, sedangkan Catherine hanya bisa menatapnya penuh kekesalan.


"Katakanlah, coba kalau kau berani katakan pada semua orang. Aku tidak yakin kau akan mengatakannya? Kau itu sudah terlalu mencintai ku Rey, mana mungkin kau berani menjatuhkan orang yang kau cintai?" Tersenyum dengan sinis.


Begitulah Rey, apa yang dikatakan Catherine benar adanya. Jika dia berani mengatakan semua itu, mungkin perlu berulang kali memikirkannya. Dia sudah terlalu menjadi budak cinta Catherine, tidak sewajarnya hal seperti ini terjadi dengan dirinya jika saat itu dia tidak memilih Catherine sebagai wanita pilihan hidupnya. Kini penyesalan sedikit merasuki pikirannya, ada banyak kalimat 'kenapa aku harus bersama mu, kenapa aku harus mencintai mu. Jika sesakit ini.'


"Kau benar sayangku, kau benar. Aku memang tidak bisa mengatakannya, tapi ... kau harus tahu ada masanya cinta akan memudar dengan sendirinya, akibat perlakuan yang tidak layak," kalimat itu seakan menyentuh sanubari bagi orang yang mendengarnya.


Bagaikan pukulan yang keras, Catherine terhenyak sesaat. Seperti sadar apa yang dikatakan Rey rasanya dia tidak mau pria itu dengan mudah melupakan nya.


"Tidak, tidak. Kau sangat mencintai ku, tidak mungkin cintamu memudar Rey," dengan sekejap memeluk Rey yang masih menatap sendu dirinya.


Emosi Catherine memang buruk, kadang marah dan secara tiba-tiba emosinya stabil. Untungnya ada Rey disampingnya, dulu selama dia masih dengan Alex. Emosi itu selalu ditahan agar sifat temperamental nya dihadapan Alex tidak tampak dimata. Semua rasa kesalnya terkadang dijatuhkan oleh orang-orang sekitar kecuali Alex, bisa saja saat itu pelayan dikediaman keluarga Wilton atau dengan Rey sendiri, sehingga dia dimata Alex selalu baik.


"Aku tahu, maka dari itu kau jangan takut jika mereka mengatakan yang tidak-tidak pada kita. Saat ini utamakan lah janin yang ada dikandungan mu, yaitu anak kita Cat," ucap Rey mengelus perut Cat.


Andaikan saat itu Alex masih bersama ku, mungkin anak ini akan aku jadikan tameng yang kuat dengan mengatakan dia benih cinta ku dengan Alex. Aku harus memikirkan cara lain, maaf Rey aku masih butuh perlindungan setelah aku mendapatkan semua yang aku inginkan, aku mungkin tidak butuh kau lagi ...


Orang licik pastinya memiliki seribu akal licik, anggap saja Catherine adalah seorang wanita psikopat. Tidak membunuh dengan pisau, tapi mencoba ingin membunuh orang lain dengan tindakan diluar nalar.


Pertengkaran mereka terbilang cukup kencang, walaupun tidak dapat didengar dengan jelas. Seorang pria dan beberapa orang dibelakangnya yang tidak sengaja lewat mendengar kebisingan tersebut, awalnya mereka biasa saja sampai nama Angela disebut rasanya ada sesuatu yang harus mereka ketahui.


Sebuah alat tertempel di dinding, sepertinya alat itu alat perekam suara, "Sudah kau rekam semuanya?" ujar pria yang memimpin di depan.


"Sudah bos, bahkan dengan kecanggihan alat sekecil ini kita dapat mendengar suara yang sangat samar dari jauh menjadi suara yang sangat jelas."


"Bagus, coba putar ulang rekaman ini. Aku jadi ingin tahu apa yang mereka katakan," perintahnya.


Rekaman itu diputar, semua yang dikatakan Catherine maupun Rey terdengar jelas pada rekaman itu. Membuat mereka yang mendengar terkejut.


"Akhirnya kita dapat buruan kita, tidak aku sangka ternyata wanita ini yang mencari masalah."


"Benar Bos, aku juga tidak sabar lagi berburu. Jadi bagaimana dengan rekaman ini? Apa perlu kita sebar luaskan?"


Pria itu menyunggingkan bibirnya. "Jangan dulu, biarkan kita lihat seberapa jauh mereka melangkah. Cerita ini tidak akan jadi menarik, jika kita bertindak lebih awal. Aku ingin lihat wanita itu tersiksa dulu dan menyesal dengan perbuatannya, jika waktunya sudah tiba biar benda kecil ini juga ikut bertindak," senyum evil itu tersirat diwajah tampannya.


Baru ingin melangkah pergi meninggalkan tempat itu, dengan sengaja salah satu kaki menginjak benda yang menimbulkan bunyi, "Rey, sepertinya ada orang di depan. Aku cek dulu mungkin mereka menguping pembicaraan kita," Catherine bergegas membuka pintu.


KLEK


Pintu kamarnya pun terbuka, Catherine mendapati Steven dan bawahannya yang melewati depan kamarnya.


"Tn. Steven? Apa kau baru lewat?" Tanyanya curiga.


"Itu bukan urusan mu Tn. Steven yang terhormat, aku yang harusnya bertanya bagaimana mungkin kau juga kesini hanya untuk liburan atau mengikuti Angela? Aku dengar kau juga dekat dengannya ketika kau menolong dia di catwalk New York Fashion Week, apa mungkin dia juga salah satu wanita simpanan mu?" Catherine balas menyindir.


Pertanyaan itu dibalas dengan tawa yang menggelar. "Hahaha, kau sangat lucu nona Catherine. Kau bilang wanita simpanan? Hah, mana mungkin wanita itu jadi simpanan ku? Huh, ada-ada saja."


"Benar juga wanita seperti dia tidak mungkin bisa bersama mu, terlalu rendahan," merasa pikiran Steven sama sepertinya.


"Rendahan? Adikku rendahan?" Bertanya dengan wajah polos.


"Hah, apa maksud mu? Adik?"


"Nona Catherine apa kau tidak dengar baru saja aku mempublikasikan sebenarnya Angela adikku, aku tidak bisa menahannya lagi. Mereka bilang dia wanita simpanan ku, dengan rasa kasih sayang seorang kakak, aku akhirnya mengatakan yang sebenarnya. Angela terlalu merendah tidak mau mengatakan ke publik kakak nya seorang CEO ADC Grup sebuah perusahaan besar, hmm ... adikku yang malang," ucapnya yang sedikit menyedihkan. Akting Steven memang luar biasa.


Niat ingin menyindir balik, wajah Catherine kembali tegang dalam pikirannya 'Mana mungkin, pasti ini bohong' padahal semua itu kenyataannya.


Sebenarnya saat berita mengenai insiden pagi tadi, banyak juga netizen memberi komentar bahwa Steven ikut liburan dan mengatakan yang tidak-tidak mengenai Angela. Mereka menuduh Steven pasti pria yang menjadikan Angela sebagai simpanannya, dengan berat hati akhirnya dia ikut mempublikasikan bahwa Angela sebenarnya adiknya. Sampai seorang netizen tidak percaya.


"Angela ternyata adik Steven? Aku sebenarnya tidak percaya, tapi aku baru ingat mereka memiliki nama keluarga yang sama, yaitu keluarga Taylor. Bagaimana nasib mereka yang telah menuduh dan mencibir Angela? Aku rasa Steven akan mengirim nuklir ke rumah mereka, oh tidak. Aku harap kalian segera menghapus komentar jahat kalian terhadap Angela dan Steven, kalau tidak mau semua itu terjadi," ucap netizen itu bijak sekaligus menakutkan.


Catherine yang mengetahui fakta itu mencoba tersenyum, walau sedikit gundah. "Ternyata begitu? Pantas kalian mirip," ujarnya.


Dengan sifat Steven yang tenang, dia tersenyum ringan. "Tentu saja adikku cantik, dan aku tampan. Wajar mirip," pujinya percaya diri. "Kalau begitu aku pergi dulu nona Catherine, oh iya aku baru ingat. Kalian berikan asinan itu pada nona Catherine." Pengawal Steven memberikan asinan itu pada Catherine.


"Asinan?"


"Iya, asinan. Kenapa? Bukannya asinan enak, aku dengar wanita hamil banyak yang menyukainya?" Perkataannya seolah menyindir. "Nona Catherine kan tidak hamil. Jadi tidak masalah untuk di makan, ya kalaupun hamil tidak ada ruginya bukan. Aku hanya bercanda, hehe." tawanya ringan yang diikuti beberapa orang.


Dia tidak mungkin menguping percakapan aku dan Rey. Baiklah aku pikir dia memang hanya bercanda.


Asinan itu telah di tangan Catherine, Steven dan beberapa pengawal-nya juga telah pergi.


Menutup pintu kamar dengan cepat, wajahnya memerah. Rey yang bersembunyi dalam kamar heran apa yang terjadi, dan siapa pria yang Catherine ajak bicarakan.


"Cat, kau tidak apa-apa?"


"Sial, kenapa pria itu kakaknya. Kau tahu Rey, ternyata Steven kakak Angela?!" Teriaknya tak karuan.


"Maksud mu, pria yang pemimpin perusahaan ADC Grup kakak Angela?"


"Benar, padahal aku kira dengan berita buruk mereka Angela akan lebih dipermalukan!"


"Tenang Cat, itu hanya Steven. Dia tidak mungkin tahu apa-apa," Rey mencoba menenangkan Catherine.


"Kau betul, itu hanya Steven tidak ada yang lain. Hanya seorang pria yang tidak tahu apa-apa, aku masih bisa melangkah lebih jauh," seperti orang frustasi tangan Catherine menggenggam kepalanya kuat.


Mengetahui Steven orang yang disegani ternyata kakak Angela sudah membuat Catherine hampir frustasi, untungnya selama ini Angela tidak pernah melibatkan orang lain termasuk keluarganya dalam menyelesaikan segala masalah yang dia alami, jadi Catherine harus berterima kasih. Tapi, jika sudah begini bagaimana lagi Catherine menggencarkan segala serangannya, karena kini akan banyak rintangan untuk Catherine dalam mencapai tujuannya. Selamat Cat, kau telah bertemu salah satu Singa jantan dari keluarga Taylor.


******


Bersambung ...


Sebelumnya author dan sekeluarga mau ngucapin :


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441H/24 Mei 2020


Taqabballahu minna wa minkum, Shiyaamana wa shiyamakum. Kullu’aam wa antum bikhair.


Mohon Maaf Lahir & Bathin


Dan Alhamdulillah akhirnya author up lagi, hehe 😬 selama hampir mau masuk lebaran author emang nggak sempat up, karena tahulah ya menyambut hari raya ini pasti ada kesibukan lain di rumah. Hehe.


Tetap stay tune ya dengan cerita Alex dan Angela, bakal ada kejutan-kejutan lainnya. Jangan sampai ketinggalan oke pembaca author ter-zeyenk 😬😁


~AlBeGa~