My Trouble Maker

My Trouble Maker
Berita Perceraian Menyebar



Beberapa hari setelah Alex memutuskan untuk bercerai dengan Catherine, kabar tersebut sudah tersebar kemana-mana, baik berita dari media cetak, maupun sosial media. Seakan menjadi trending topik, para awak media berbondong-bondong mencari kebenaran tersebut pasalnya Alex adalah orang ternama saat ini bahkan dia masuk deretan orang terkaya dan berpengaruh di dunia, wajar setiap hal mengenai dirinya pasti menjadi sorotan.


Saat ini Alex sedang duduk di sofa memandang televisi, wajah nya terlihat pucat beberapa hari ini dia memang tidak makan teratur, semua pekerjaan nya pun tidak diselesaikan. Dimatikan nya televisi yang sedang memberitakan perceraian dirinya. Beberapa media juga melebih-lebihkan berita tersebut, ada yang mengaitkan tentang Catherine yang tidak bisa hamil, bahkan ada yang memberitakan bahwa orang ketiga penyebab perceraian tersebut.


Semua alasan itu sepenuhnya hampir benar, tapi alasan yang tidak bisa di ungkapkan hanya Alex lah yang tahu, mungkin juga kenyataan nya semua alasan itu jatuh pada Catherine.


******


"Woahh, jadi benar mereka bercerai? Angela kau sudah melihat nya?"


Seorang wanita tampak heboh melihat berita yang terus memberitakan perceraian Alex dan Catherine.


"Tidak perlu heboh, bukannya sudah aku bilang hubungan mereka tidak akan berlangsung lama," sahut Angela.


"Kau benar, semua ini pasti gara-gara kejadian di pusat perbelanjaan waktu itu. Kalau aku wartawan sudah pasti akan aku bongkar kedok Catherine wanita rubah itu," Flo tampak menggerutu.


"Sudahlah, kita diam saja saat ini. Lagian kalau kita angkat bicara siapa juga yang akan percaya? Nanti dibilang cari sensasi," ucap Angela.


"Kau benar, biar nanti mereka tahu sendiri. Aku ingin lihat bagaimana Catherine mengakui kesalahannya," Flo tampak bersemangat untuk melihat kesengsaraan Catherine yang sesungguhnya.


Angela hanya menganggukkan kepalanya.


"Tapi Angela, aku tahu kau menyukai Alex. Jangan bilang kau mengambil kesempatan ini untuk mendekati nya," Flo langsung menebak sesuatu dan menunjuk jarinya pada Angela.


"Flo, sudah berapa kali aku bilang. Aku bukan wanita seperti itu, aku tahu ini sebuah kesempatan. Tapi kau harus tahu bukan aku yang akan mendekati nya, karena nanti Alex lah yang akan mendekati ku. Kita lihat saja nanti," Angela tampak tersenyum sumringah jika mengenai Alex.


Pluk..


Sebuah pukulan kecil mengenai kepala Angela, tangan Flo sudah sangat ingin memukul kepala teman nya tersebut.


"Aku ingatkan padamu, jangan sampai kau masuk kedalam masalah ini. Apalagi yang kau hadapi Catherine orang yang pernah mengisi hati Alex, dia itu wanita iblis," kedua tangan Flo menggenggam bahu Angela kuat.


"Aku Angela, dari namaku saja aku adalah seorang malaikat, dan dia Catherine adalah wanita rubah berhati iblis. Tentunya sang malaikat akan selalu menang," tangan Angela terangkat keatas seolah bergaya, seorang malaikat yang baru turun dari langit.


"Iya, malaikat setengah iblis," ujar Flo mengejek Angela. "Aku harap malaikat Angela akan menang."


Belum lama mengejek Angela. Flo yang berjalan tidak melihat kedepan, dahinya langsung tertabrak pintu kamar.


"Aduh..." ringis Flo.


"Hahahahahaha, itu akibat nya jika mengejek malaikat nan cantik, baik hati, dan tidak sombong ini," gelak tawa Angela terdengar nyaring sampai telinga Flo, yang membuat Flo hanya bisa meringis kesakitan.


"Angela, kau... huh, ini tidak sengaja," Flo langsung masuk ke kamarnya melihat Angela balik mengejek nya, ya mungkin ini karma dan dia merasa malu.


Angela dan Flo adalah kedua sahabat yang saling melengkapi satu sama lain, pertengkaran kecil juga sering terjadi di antara mereka, ejekan-ejakan seperti tadi juga sudah biasa bagi mereka, karena tanpa hal tersebut rasanya dunia mereka hambar dan sunyi.


******


Alex yang baru saja mandi langsung mengambil baju di lemari untuk di pakai. Sebuah kartu nama jatuh saat dia tidak sengaja mengambil baju.


"Kartu nama siapa ini? Angela..." terdiam sejenak dia mengingat saat di Cafe Angela memberi nya kartu nama.


"Alex, aku mungkin tidak mengenal mu lebih jauh. Tapi aku lihat dirimu sedang dalam keadaan tidak baik, jika ingin mencari teman mengobrol hubungi aku saja."


Dia ingat perkataan Angela saat itu, bahwa wanita itu menawarkan diri jika Alex ingin mencari teman untuk bicara.


"Untuk apa, aku rasa tidak perlu." gumam Alex. "Tapi, aromanya mengapa membuat ku ingin bertemu dengan nya."


Apa dengan menghubungi nya, bisa membuat ku melupakan semua beban ini? - Alex.


******


Bersambung...