My Trouble Maker

My Trouble Maker
Para Pelindung



Sebuah cermin memperlihatkan seorang wanita muda yang sudah di makeover.


"Lihatlah dirimu, sungguh luar biasa."


Penampilan Isabella sebelumnya bisa dikatakan kuno, tapi berkat ketiga orang yang kini tersenyum bangga. Dirinya telah berubah menjadi seorang yang berbeda dari sebelumnya.


"Lain kali jika kau ada uang, coba untuk belanja keperluan dirimu sebagai wanita. Usia mu masih sangat muda, lebih baik banyak menikmati hidup. Jika kau ada keluhan hubungi kami, maka kami siap menolong."


"Terimakasih Nona Angela, dan lainnya. Baru kali ini aku melihat diriku berdandan," Isabella berputar-putar menikmati penampilan nya saat ini.


"Andai saja aku punya adik perempuan, pasti sangat menyenangkan bisa belanja, dan menikmati waktu bersama. Sayangnya hanya ada adik laki-laki, dia pun sangat menyebalkan," Angela menggerutu mengingat bahwa sedari dulu dirumahnya hanya dia dan ibunya yang perempuan, selain itu hanya ada para pria.


"Nona Angela memiliki adik laki-laki? Apa dia seumuran denganku?"


"Iya, punya. Usianya dua tahun lebih tua darimu, tapi jika kau mengenal nya akan sangat menyesal. Dari kecil anak itu terlatih untuk memangsa."


Bergidik ngeri, Flo dan Fred saling menatap satu sama lain, diantara banyak orang hanya ada tiga orang yang mengetahui keluarga Angela. Yaitu Flo, Fred, dan Jackson, kekasih Flo yang juga sudah mengenal Angela sejak lama saja tidak tahu. Tapi ketiga orang tersebut mengetahuinya, seperti Flo dan Jackson yang memang dari kecil sudah berteman dengan Angela, dan Fred sendiri keluarga nya sudah lama mengabdikan dirinya bekerja di keluarga Taylor. Itulah kenapa mereka sangat akrab dan mengenal satu sama lain, sayangnya Jackson yang lebih akrab dipanggil Jack sebagai aktor sibuk dengan aktingnya mengakibatkan dia jarang ikut berkumpul.


******


Seminggu telah berlalu dan hari ini tepatnya pagelaran yang dinantikan banyak orang telah tiba, orang-orang yang datang memakai baju formal. Sedangkan dibalik panggung para model maupun beberapa aktris yang turut andil, mempersiapkan penampilan mereka saat berjalan di catwalk.


Para desainer kini sedang mempersiapkan pakaian yang akan dipakai para model, berdasarkan rancangan mereka masing-masing. Para make-up artist juga sibuk mendandani para model, tidak sesekali juga mereka terlihat kelabakan.


"Hei, dimana eyeliner? Aku membutuhkan nya sekarang."


"Gawat. Aku lupa mengambil ikat pinggangnya."


"Cepat tolong aku memasang baju ini."


Sangat ribut, mereka sangat sibuk. Bayangkan saja ini bukan tentang seorang model yang hanya berjalan santai di catwalk, tapi dibalik itu semua ada pekerjaan yang sangat merepotkan, seorang model bisa mengganti pakaiannya sampai lima kali untuk lima kali penampilan pula, dan dalam satu kali ganti baju hanya dibutuhkan waktu 1-2 menit belum lagi jika pakaian yang diperagakan termasuk kategori rumit, bisa jadi kancing bajunya lepaslah, bajunya sempitlah, atau yang lebih parah tiba-tiba pakaian yang digunakan rusak sebelum dipakai.


Berbeda dengan yang lain Angela sangatlah santai, begitu juga para stylish yang bersama dengannya. Dirinya sudah terbiasa dengan semua hal yang menyulitkan, jadi oleh karena itu dirinya tampil dengan profesional.


Sudah waktunya pertunjukan yang sesungguhnya, mereka juga sudah siap sepenuhnya.


"Baik semuanya dengarkan aku, kali ini kalian harus menampilkan penampilan terbaik kalian. Ingat kalian sedang berjalan di atas catwalk salah satu pagelaran fashion terbesar di dunia, tunjukkan sisi tampilan membunuh dan angkuh, buat mereka yang melihat kalian tertegun dan pertahankan ekspresi datar kalian, ingat ini mencerminkan kepribadian berkelas dan beradab. Semangat untuk semuanya!"


Beberapa arahan diberikan untuk para model yang akan berjalan di atas catwalk, diantara mereka juga ada model yang perdana tampil sehingga mereka sedikit gugup.


Dari kejauhan tampak Flo mengepalkan tangannya, memberikan semangat untuk Angela.


"Angela, kali ini kau pasti yang paling memukau. Fighting," seru Flo yang sedikit mengecilkan volume suaranya.


Setiap tahun Angela tidak pernah gagal dalam penampilan nya di atas catwalk, tapi sesuatu mengganjal di hatinya.


Oke aku tidak gugup, tapi kenapa ada sesuatu yang tidak dapat aku definisikan. Rasanya akan ada kejadian yang tidak dapat aku prediksi.


******


"Bagaimana sudah kau lakukan apa yang aku perintahkan?"


"Iya, aku juga telah melakukan nya tanpa sepengetahuan orang lain. Anda tenang saja."


Percakapan itu sangat mencurigakan, Adelia selaku Aunty Angela yang juga turut datang ke acara itu tidak sengaja menguping percakapan tersebut.


"Kalau begitu ini uang untuk mu," ujar wanita yang tidak diketahui siapa dia.


"Terimakasih, Nona."


Kecurigaan Adelia semakin mencuat, melihat wanita itu memberi uang yang sangat banyak pada lawan bicaranya. Yang membuat nya lebih terkejut orang yang diberi uang merupakan salah satu pekerja sebagai bawahan para stylish.


Aku merasakan perasaan yang buruk, siapa yang ingin mereka celakai. Semoga bukan orang yang aku pikirkan. Ya, Tuhan tolong hilangkan perasaan takut ini.


******


Perlahan-lahan para model akhirnya keluar dari belakang panggung menuju catwalk, semuanya berjalan dengan lancar. Sampai beberapa saat kemudian kejadian yang dikhawatirkan akhirnya benar terjadi. Angela menunjukkan rasa kepercayaan dirinya, hingga ...


PLETAK


High Heel yang dipakai Angela tiba-tiba patah bagian haknya. Masih mencoba tetap tenang dihadapan banyak orang, tapi lagi-lagi sesuatu yang lebih besar terjadi 'Krettt' suara baju yang sobek terdengar sangat jelas. Tidak mungkin hal buruk itu benar terjadi pada dirinya sendiri.


Semua orang yang melihat kejadian itu nyaris terkejut, baju itu sobek hampir mengekspos seluruh tubuh Angela. Tanpa aba-aba kedua orang pria yang sedari tadi hanya duduk dan menonton, langsung saja naik ke atas catwalk. Salah satunya melepaskan jas dari tubuhnya dan menutupi tubuh Angela yang nyaris terlihat, pria itu adalah Alex sedangkan yang satu nya lagi adalah Steven sang kakak yang mencoba menutupi tubuh Angela dengan menghadang kameraman agar tidak memotret kejadian tersebut.


Sangat kontras banyak spekulasi yang dilontarkan orang yang ada di sana, mereka juga terkejut lantaran Steven ikut-ikutan melindungi Angela.


"Lihat itu, dua pria sekaligus mencoba melindungi nya. Aku tidak habis pikir keduanya adalah bos besar, dengan maunya melindungi wanita itu."


"Tidak mungkin Steven melakukan hal seperti ini, jangan bilang wanita itu juga menggodanya."


"Dia pasti sengaja melakukannya, mana mungkin baju dari desainer ternama mudah sobek. Kalau bukan dia sendiri yang ingin mendapatkan perhatian banyak orang. Cih."


"Diam, kalian semua diam!" Suaranya menggelegar sampai semua orang mulai takut. "Bisakah sehari saja kalian tidak mengucapkan kalimat jahat? Kalian semua adalah orang-orang terhormat, tapi dari perkataan itu menunjukkan bahwa kalian adalah manusia rendahan dan tidak memiliki rasa hormat!"


Kemarahan Alex sudah tidak terkendali, Steven yang juga sedari tadi ada di sana juga mulai angkat bicara.


"Sebelum bom nuklir meladak, lebih baik tutup mulut kalian. Jangan sampai hal buruk juga terjadi pada kalian!"


Sontak saja mereka menelan Saliva masing-masing, kedua pria itu membuat banyak orang ketakutan. Terutama ancaman Steven, bisa jadi bom nuklir akan dia ledakkan.


Refleks Alex langsung menggendong Angela dan menutupi tubuhnya dengan jas nya tadi.


"Stev, aku berterimakasih padamu. Tapi untuk Angela aku yang akan membawanya."


Steven menghela napasnya, dirinya juga sadar saat seperti ini yang orang ketahui Angela bukan siapa-siapa nya begitu juga yang dipikirkan Alex. Bisa jadi mereka menganggap Steven menyukai Angela padahal bukan seperti itu.


"Aku harap kau melindungi nya dengan benar, Alex," gumamnya pelan.


Philip Guetta selaku desainer yang merancang baju Angela keluar dan menjelaskan pada semua orang bahwa mungkin baju itu bukan rancangan aslinya, itu berarti sudah di tukar.


Kembali dibelakang panggung, kali ini sang desainer yang menunjukkan amarahnya.


"Katakan padaku, siapa yang berani menyabotase baju ini? Katakan siapa pelakunya?!" menunjukkan baju yang sobek, dan Angela sudah mengganti pakaiannya. "Cepat mengaku atau aku tidak segan-segan mencari tahunya sendiri."


Mereka saling melirik, semuanya dikumpulkan baik model ataupun para pekerja lainnya. Salah satu diantara mereka mengangkat tangan.


"Maaf, Tn. Philip. Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan nya, tapi tadi aku tidak sengaja melihat Stelin masuk ke ruang pakaian. Padahalkan ruang tersebut tidak ada yang boleh yang masuk kecuali staff tertentu."


Menangkap apa yang dikatakan oleh orang tersebut, Philip langsung melirik Stelin.


"Jadi ini ulahmu? Kau seorang model Stelin jika kau memang tidak menyukai Angela sebaiknya jangan melakukan hal serendah ini."


"Tidak, itu bukan aku. Aku bahkan tidak pernah pergi ke ruangan itu, Angela percayalah padaku, aku tidak melakukan nya," Stelin memohon dengan lirih.


"Petugas, urus wanita ini. Dia telah berbuat kesalahan jangan sampai aku melihatnya lagi," titah David pada petugas keamanan.


Diseret lah Stelin keluar, sedangkan orang yang menuduh nya tersenyum sinis. Sesuatu telah dia sembunyikan.


Maaf Nona Stelin, kau harus menjadi kambing hitam. Kalau tidak akulah yang akan menanggung akibatnya.


Keadaan sudah sedikit tenang, Alex yang terus di samping Angela menatap lekat Angela. Begitu juga Flo yang mencoba meyakinkan Angela.


"Jangan dipikirkan lagi, setidaknya kita sudah tahu siapa pelakunya," ujar Flo


"Belum, pelaku sesungguhnya belum tertangkap."


******


"Lihat wanita ini dipermalukan di depan umum, coba saja saat bajunya sobek sempat tersorot kamera. Pasti sangat seru," seorang pria menonton sebuah video dimana Angela saat berjalan di catwalk.


"Ternyata dia pandai menggoda buktiknya dua pria sekaligus menolongnya, aku ingin tahu berapa bayarannya. Haha," olok pria lainnya.


Seketika ...


BRAK ... BAMM ... DUARR ...


Berulang kali hantaman ditujukan pada mereka, pukulan itu tidak segan-segan membuat mereka babak belur. Mereka terdiri dari lima pria dan dikalahkan oleh satu pemuda saja.


"Apa yang kau lakukan? Kau pikir siapa dirimu, dasar bocah tengik ..."


Belum juga balik melawan ternyata mereka benar sudah kalah telak.


"Mmm-maafkan kami, hentikan. Tubuh kami sudah remuk," suara itu terdengar kesakitan.


"Aku peringatkan pada kalian, aku tidak mau lagi mendengar ucapan kotor dari mulut kalian, terhadap seorang wanita," ujarnya mengancam. "Kalau sampai aku mendengar nya lagi, aku pastikan kepala kalian akan tergantung di patung Liberti."


Pria itu langsung berbalik dan meninggalkan para pria di sana, "Karena aku tidak mau mendengar kakak ku dihina!" dengar atau tidaknya para pria yang sudah babak belur itu hanya merintih kesakitan.


"Kau urus mereka, jangan sampai ada orang yang melihatnya," perintahnya pada seseorang.


"Baik Tuan."


******


Bukan hanya satu, atau dua orang yang geram dengan kejadian itu. Mereka yang telah menghidupkan api itu bukan saja menyinggung Angela, tapi mereka telah memanggil segerombolan hewan liar yang selama ini bersembunyi.


"Panggil Angela untuk pulang ke rumah."


******


Bersambung...