
"Alex apa benar semua berita ini?" tanya seorang pria tua yang ternyata itu adalah Tuan Wilton.
"Benar." Jawab Alex singkat.
"Bagaimana kau bisa melakukan hal ini, kau tahu ini akan berpengaruh pada perusahaan," wajah sendu Tuan Wilton menatap anaknya.
"Nak ibu tahu keputusan mu menceraikan Catherine sudah benar, tapi bukan berarti kau melakukan semua ini. Sampai banyak orang menyalahkan mu," ujar Nyonya Wilton.
"Mom, dad, aku merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Jadi untuk apa aku takut dengan mereka, lagian juga mereka tidak membiayai hidup ku."
"Bukan begitu maksud kami nak, kau dulu pernah bilang sangat mencintai Catherine. Mana mungkin secepat itu kau menemukan wanita lain kalau bukan semua itu hanya pelampiasan mu saja?"
"Ini semua bukan urusan kalian, dan juga aku tidak melakukan pelampiasan pada siapapun. Bagiku dia malaikat yang datang membantu ku, dengan uluran tangannya," ujar Alex.
"Kalau begitu katakan siapa wanita itu? Wanita yang kau katakan sebagai malaikat penolong mu?" orang tua Alex kembali bertanya.
Alex tidak menjawab, dirinya hanya diam menatap kedua orang tuanya yang seakan menanti jawaban dari mulutnya.
"Aku bilang dia malaikat, tidak perlu mommy dan Daddy mengetahui nya. Intinya dia seorang malaikat," akhirnya Alex menjawab walau tidak menyebutkan nama wanita yang dimaksud. Ia langsung pergi setelah mengatakan hal tersebut.
"Anak itu tidak berubah sama sekali, masih saja acuh jika ditanya. Ckckck," Tuan Wilton hanya berdecak heran melihat tingkah anak semata wayangnya itu.
******
Malam ini Angela pergi keluar, dirinya kini menuju sebuah klub. Di dalam klub yang sedang ramai itu terdengar alunan musik ciri khas sebuah klub malam, banyak wanita berpakaian sexy dan para pria dari kalangan atas maupun bawah yang datang kesana. Sedangkan Angela hanya memakai celana jeans dan baju kaos biasa, dirinya tampak tidak menonjol diantara banyak orang bahkan ia juga memakai topi untuk menghalangi wajahnya dari banyak orang agar tidak dikenali.
Saat masuk ke klub itu untuk mencegah orang mengenal nya dia memperhatikan sekeliling nya, baru saja ingin menaiki tangga lantai atas klub tersebut sorot mata Angela mendapati seorang pria yang dia kenal yang sedang dirayu para wanita.
"Ayolah Tuan minum lagi, aku siap melayani mu," tawar wanita itu.
"Tidak usah pergilah, aku tidak butuh kalian," ucap pria itu setengah mabuk.
Merasa tidak puas dengan jawaban pria itu para wanita yang ada disekitarnya terus berusaha membujuk dan menggoda pria yang sudah hampir mabuk sepenuhnya.
"Pergi! Kalian semua pergi, pria ini urusan ku. Jangan buat dia mabuk lagi!" bentak Angela pada para wanita penghibur di klub tersebut.
Mereka semua pergi, meski merasa kecewa tidak bisa bersenang-senang dengan pria yang mereka goda.
"Alex kenapa kau bisa ada disini?" tangan Angela memegang pundak pria itu yang ternyata Alex.
"Angela ... wah itu kau, kita bertemu lagi. Hehe." ucap Alex setengah sadar yang langsung mengetahui wanita yang ada dihadapannya sekarang adalah Angela.
Sebaiknya aku pergi saja dulu, nanti saja menemui nya. Saat ini yang terpenting adalah Alex.
Rencananya datang ke klub tersebut untuk menemui seseorang akhirnya di tunda, mengingat dia menemui Alex sudah dalam keadaan mabuk.
Angela mencari kunci mobil di kantong celana milik Alex, dia berniat menyetir mobil Alex untuk mengantar nya pulang. Kebetulan Angela tadi tidak bawa mobil.
Sepanjang perjalanan Alex banyak mengigau dan mengucapkan hal-hal yang sedang dialaminya saat ini, beberapa saat juga dia terlihat sudah tidur tapi kembali mengigau. Sampai lah di sebuah Apartemen, tempat Alex tinggal. Kebetulan saat mencari kunci mobil Angela melihat kunci apartemen yang dilengkapi dengan alamat.
"Akhirnya sampai juga," ujar Angela. "Huaa ... aku harus mengantar nya sampai lantai lima, mana Alex berat lagi."
Perjuangan membopong Alex sampai ke kamar Apartemen nya berhasil.
Dibaringkan nya pria itu di kasur, tubuh Alex sedikit menggeliat. Saat Angela mencoba untuk mengambil air putih apabila Alex butuh tiba-tiba tangannya di tarik Alex menuju kasurnya. Seperti dejavu kejadian ini mengingatkan Angela akan malam yang panjang tepatnya kejadian dua tahun yang lalu.
Tubuh Alex menindih Angela, ia setengah sadar dan sebuah senyuman tersirat di wajah Alex, tangan nya membelai rambut wanita itu.
"Aku tahu itu kau, aromamu, tubuhmu, matamu semua itu aku ingat. Aku sudah lama menunggu mu datang, kau tahu aku menginginkan mu? Aku sudah candu padamu, kenapa kau baru datang" bisik Alex yang sedang mabuk di telinga Angela, aroma alkohol menyengat dari mulut Alex.
Angela hanya bergumam dam hatinya.
Apa benar dia mengingat hal itu? Mengingat diriku?
Mata Angela terpejam ketika wajah Alex mendekati wajahnya, tidak tahu apa yang akan terjadi. Sampai 'Bruk' bukan nya sebuah ciuman yang mendarat, kini Alex menjatuhkan dirinya kepelukan Angela. Ya, pria itu sudah tertidur.
"Aku pikir apa, ternyata dia langsung tertidur, pasti dia sudah sangat lelah," Angela langsung membetulkan posisi tubuh Alex agar tidur dengan nyaman.
Melihat pria itu telah pulas tidur Angela berinisiatif untuk melepas sepatu, dan jas yang masih di kenakan Alex saat ini. Dia juga melonggarkan kemeja dan celana Alex agar saat tidur pria itu lebih nyaman.
"Kalau saja aku berniat jahat, mungkin sudah aku terkam dirimu Alex. Untung saja tadi aku melihatnya kalau tidak mungkin malam ini para wanita itu, sedang melakukan hal aneh dengan Mr. Perfeksionis ku," Angela mengingat kejadian di klub tadi. "Tidak boleh, itu tidak boleh terjadi."
Malam berjalan dengan sendirinya, tanpa sadar Angela yang berniat hanya mengantar Alex pulang tiba-tiba juga ikut tertidur di tepi kasur yang Alex tiduri. Bagaimana reaksi Alex saat terbangun keesokan paginya?
******
Bersambung...
Jangan lupa like+vote ya biar author banyak up, vote semampu kalian aja. Kalau belum bisa vote jangan lupa tinggalkan jejak like atau comen nya 😊