
Hari ini tepatnya hari ulang tahun pernikahan Alex dan Catherine, tapi kini semua itu hanyalah hari yang tinggal kenangan. Sebab Alex telah memutuskan untuk berpisah.
Berbeda dengan Catherine kini dia sedang berdandan, memakai pakaian terbaik milik nya. Hari ini dia ingin menemui Alex, ia pikir jika dia berdandan dengan mempesona akan membuat Alex kembali melirik nya. Apalagi hari ini adalah peringatan hari pernikahan mereka.
"Hari ini kau akan kembali padaku Lex, kau tidak akan lepas dariku kali ini," Catherine tersenyum di depan cermin, memperlihatkan lekuk tubuhnya.
******
"Sapu tangan? Oh, aku tahu punya siapa ini," gumam Angela yang memegang selembar sapu tangan.
Langkah kaki terdengar dari kerumunan, wanita itu berjalan melenggangkan tubuhnya. Semua mata tertuju padanya, baik para pria maupun wanita seakan tak percaya siapa yang mereka lihat. Wanita itu memakai gaun lengan pendek selutut berwarna cokelat, yang menampakkan lekuk tubuhnya yang menawan, kulit putihnya pun sangat berkilau cocok dengan apa yang dia pakai membuat para wanita iri dengan dirinya. Mereka kagum akan keelokan wanita itu.
"Itu, itukan Angela. Top model yang sangat terkenal itu, woahhh ... kenapa dia bisa ada di kantor kita?" ucap seseorang.
"Benar, jika dilihat secara langsung dia benar-benar cantik," seseorang yang juga memuji Angela.
Riuh ya kini mereka yang niat nya ingin segera bekerja ketika melihat Angela datang ke perusahaan IS Grup, langsung penasaran akan Angela dan mengapa dia bisa datang kesana.
Angela sudah terbiasa dengan tatapan akan kekaguman banyak orang terhadap nya, dia sangat percaya diri bahkan tidak sekali-kali menyapa karyawan yang bekerja disana,. walaupun dia tidak mengenal nya. Bukan Angela kalau tidak menunjukkan sifat periang nya kepada Semua orang.
Seketika itu Angela menghampiri tempat Resepsionis.
"Hai, nona maaf mengganggu. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis tersebut pada Angela.
"Hai juga. Wahh kau sangat manis dan sopan, wajar kau menjadi resepsionis di perusahaan sebesar ini," ungkap Angela yang memuji resepsionis tersebut, sampai ketika dia mengatakan ingin menemui siapa.
"Aku ingin menemui Alex," Angela langsung mengucapkan nama Alex.
Bukan hanya resepsionis itu yang terkejut, para karyawan yang sedari tadi memperhatikan Angela juga tercengang ketika mengetahui bahwa Angela ingin menemui Alex. Dia juga tidak segan menyebut nama Alex tanpa embel-embel. Kini mereka saling menatap satu sama lain bertanya-tanya dalam hati apa hubungan Angela dengan Alex.
"Tuan Alex ada di ruangannya, tapi jika nona belum membuat janji anda tidak bisa menemui nya sekarang."
"Yah, padahal aku ingin mengembalikan barang miliknya," ucap Angela cemberut.
Lagi-lagi hal itu membuat mereka tambah terkejut, pasalnya barang seperti apa yang ingin di kembalikan Angela pada Alex. Sampai-sampai wanita itu rela datang ke kantor itu sendirian.
Belum lama mengucapkan hal tersebut, seorang pria menarik tangan Angela. Pria itu adalah Peter sekretaris pribadi Alex.
"Kebetulan nona Angela kesini juga ada urusan pekerjaan, jadi kalian silahkan kembali bekerja," jelas Peter pada para karyawan tersebut, mencoba agar mereka tidak berpikir mengenai Angela.
Dibawanya lah Angela menuju lift.
"Kau siapa? Kenapa tiba-tiba menarik ku?" Angela mengelus-elus tangan nya yang ditarik.
"Nona, aku Peter sekretaris pribadi Tuan Alex. Aku tidak tahu mengapa nona bisa kesini, lalu mengatakan ingin menemui Tuan Alex. Makanya aku langsung menarik nona, agar tidak jadi pembicaraan orang banyak," ujar Peter.
"Aku hanya ingin mengembalikan sesuatu pada Alex, tidak ada hal lain," Angela terlihat cuek menjawab ucapan Peter.
"Kalau begitu sini berikan barang nya, bisa saya yang kembalikan. Sebaiknya nona segera pulang," pinta Peter pada Angela.
"Kau baru saja menolong ku, lalu mengusir ku? Hei, niatan mu sudah baik. Lebih baik teruskan, aku sendiri yang akan mengembalikan barang ini padanya," Angela memasang ekspresi penolakan.
"Tapi nona ..."
"Hus, kau diam saja. Kau sudah bilang aku ada urusan pekerjaan dengan Alex, jika aku pulang saat ini juga pasti mereka akan lebih bertanya-tanya," tungkas Angela memotong perkataan Peter.
Penjelasan Angela ada benarnya juga, apalagi Peter sudah mengatakan hal tersebut. Ini semua dia sendirilah yang perbuat. Akhirnya Peter menyetujui agar Angela menemui Alex dengan satu syarat dia juga harus ikut di belakang Angela.
Ketika ingin membuka pintu ruang milik Alex, kebetulan pria itu sedang berdiri sehabis menelepon seseorang.
"Angela, kenapa kau bisa ada disini." Alex tampak terkejut.
"Hai, kita bertemu lagi," tangan Angela sedikit melambai diiringi Peter juga yang melambai pada Alex dari belakang tubuh Angela.
"Peter, kau juga disini ternyata," ucap Alex.
"Hehe, iya Tuan kebetulan aku melihat nona Angela ingin menemui anda, jadi aku menemaninya," timpal Peter.
"Hah, bilang saja ingin mengikutiku," gumam Angela menyindir Peter.
"Oh, memang nya apa yang membuat mu ingin menemui ku? Ayo silahkan duduk dulu," tawar Alex.
"Aku hanya ingin mengembalikan ini," Angela menyodorkan sapu tangan itu pada Alex.
"Hah, sapu tangan? Jadi nona hanya ingin mengembalikan sapu tangan itu." teriak kecil Peter terkejut saat mengetahui bahwa barang yang Angela maksud adalah selembar sapu tangan, dia pikir barang yang ingin Angela kembalikan sesuatu yang berharga.
Tiba-tiba ponsel milik Peter berbunyi, ada sebuah panggilan.
"Peter, sebaiknya kau angkat dulu telepon mu," seru Alex.
"Tuan Peter, anda harus segera ke bawah. Ada nona Catherine."
Mendengar panggilan itu Peter langsung bergegas menuju lantai bawah untuk menghadang Catherine yang juga ingin menemui Alex.
"Tuan seperti nya ada sesuatu yang harus aku urus, Tuan dan nona silahkan bicara dulu," Peter langsung berlari menuju keluar pintu.
"Kenapa aku jalan lewat tangga, kan ada lift yang lebih cepat," kembali lagi Peter berlari menuju lift dia sampai tidak sadar berlari dan ternyata menuju tangga darurat. "Aduh ini kenapa juga lift nya lama sekali berjalan."
Bagai seorang yang dikejar anjing, Peter terlihat sanagat cemas dan terburu-buru.
Akhirnya ia sampai juga, dilihat nya lah Catherine yang sedang membentak resepsionis.
"Ehem ..."
"Peter, lihat resepsionis ini kenapa sedari tadi dia melarang ku menemui Alex!" bentak Catherine.
"Maaf nona Catherine saat ini Tuan tidak bisa ditemui dia sedang sibuk."
"Bukannya tadi Tuan Alex menemui nona Angela ya? Anda bilang tadi ada urusan pekerjaan," seketika seorang karyawan tanpa tidak sadar mengatakan hal tersebut.
"Angela?" Wajah Catherine sedikit dimiringkan.
Belum sempat menjawab Catherine langsung menerobos Peter, yang membuat pria itu terjatuh. Tidak tahu setan apalagi yang merasuki Catherine kini kekhawatiran nya semakin memuncak.
Disudut tempat itu didapati seorang pria bertopi dan menutupi wajahnya dengan masker dan kacamata hitam.
"Aku rasa ini berita yang menarik," ucap pria misterius tersebut.
******
"Alex!" Teriak Catherine serasa memecahkan gendang telinga. "Jadi ini alasan mu meninggalkan ku? Hanya karena wanita ini?"
Alex dan Angela yang sedari tadi tidak tahu apa-apa hanya terdiam, sampai Catherine menghampiri Angela.
Tangan nya ingin menampar pipi mulus milik Angela, tapi belum sempat melakukan hal tersebut Alex langsung mencegah nya.
"Catherine apa-apaan kau ini, tiba-tiba datang sudah ingin buat ulah!"
"Lex, hanya karena wanita ini kau meninggalkanku? Hanya karena dia kau tega melukai ku?"
Seolah memahami situasi, Alex langsung menarik Angela kedalam pelukannya.
"Memang nya kenapa? Bukankah semua ini sudah jelas, ini juga yang kau lakukan pada ku," jawab Alex penuh ketegasan.
"Apa maksud mu aku juga melakukan hal ini? Jelas-jelas kaulah yang saat ini mencoba mencampakkan aku," Catherine seolah terkejut.
"Begitu kah? Kalau seperti itu maka pergilah, aku tidak mau di ganggu!" perintah Alex untuk segera menyuruh Catherine pergi.
Peter yang akhirnya kembali lagi ke ruangan Alex langsung saja mencoba mengeluarkan Catherine dari tempat tersebut.
"Maaf nona anda harus segera pergi."
"Tidak, tidak mau ... Angela awas kau ya, aku akan mengingat semua ini. Kau hanya wanita murahan, tidak lebih baik dariku." teriak Catherine lebih keras mengumpat Angela.
Alex yang sedari tadi masih memeluk Angela langsung melepaskan pelukan itu.
"Maaf, aku minta maaf Angela karena diriku kau masuk dalam masalah pribadi ku," Alex tampak tertunduk setelah itu.
"Tidak masalah, aku tidak apa-apa meski kedepan nya mungkin akan ada hal yang mengincar ku. Percayalah itu hanya hal kecil," Angela menggenggam tangan Alex meyakinkan bahwa ini bukan salah nya.
Dilubuk hati yang paling dalam Angela bukan nya cemas atau takut mengetahui Catherine mendapati dirinya dan Alex sedang berdua dalam ruangan, walau itu juga bukan sedang melakukan hal aneh. Sebuah senyum terpancar di wajah Angela, senyum itu tidak bisa diartikan sebagai wujud kesedihan atau kecemasan. Tapi senyum itu wujud dari sebuah keyakinan akan sesuatu.
Akhirnya permainan benar dimulai, jika aku tidak melakukan hal ini bisa jadi Alex akan terus di ganggu 'Wanita rubah' itu. Dan Catherine terimakasih, kau telah masuk ke perangkap ku ...
Perangkap Angela yang akan membuat mu sulit keluar lagi. Hahaha.
Itulah kata hati Angela saat ini, entah sesuatu apalagi yang akan dia perbuat dan menghebohkan semua orang. Inilah Angela yang sesungguhnya.
******
Bersambung...
Hai, hai author udah up lagi nih 😬
Gimana udah mulai konflik nya? Iya dong pastinya, kalian jangan takut kalau Angela bakal kenapa-napa bakal ada kejutan setiap bab selanjutnya jadi tetep stay tune ya 🤗
Jangan lupa tekan tombol favorit biar tahu kelanjutan ceritanya, dan like+vote dan tinggal kan comen atau kritik dan saran kalian buat nambah semangat author. Kalau ada waktu author bakal crazy Up sampe 10 Bab 😬