
Alex menerima panggilan balik dari Angela, dia yang tadi tidak sengaja terpencet nomor Angela kini sedikit tertegun melihat wanita itu balik menelepon nya. Sedikit ragu untuk mengangkat panggilan tersebut, tapi akhirnya Alex menjawab panggilan itu.
"Halo, ini dengan Angela Taylor. Maaf, kalau boleh tahu ini siapa? Soalnya tadi panggilan nya terputus,"
Seperti tadi, Alex tetap diam tidak menjawab.
"Hei, tolong jawab ini siapa? Jangan bilang kau pengegemar fanatik seorang Angela yang cantik, mewangi sepanjang hari, dan banyak dikagumi orang," kali ini Angela menanyakan sesuatu dengan rasa percaya diri.
Alex yang mendengar hal itu hanya mengernyitkan dahinya di balik telepon.
"A-Aku, aku ..." Alex gugup.
"Kau kenapa? Kau orang yang gagap?"
"Aku Alex, ya aku Alex."
Kali ini bukan Alex yang terkejut atau bingung, Angela lah yang tidak percaya bahwa orang yang saat ini berbicara dengannya di balik telepon adalah Alex.
"Alex? Maksud mu kau Alex CEO IS Grup itu? Wah, kau jangan bercanda ya. Kalau kau berbohong aku tidak segan-segan mencincang mu," ancam Angela yang tidak mengetahui bahwa itu benar Alex. "Aku sering menghadapi para pria yang berpura-pura seperti mu, dasar fans fanatik."
Angela ingin segera memutuskan panggilan tersebut. Sebelum Alex angkat bicara.
"Angela, ini benar aku Alex. Kau sendiri yang memberikan kartu nama mu pada ku, dan kau bilang kau bisa jadi teman mengobrol," ungkap Alex pada Angela.
Yang semula tidak yakin, kini Angela meyakini bahwa itu benar Alex. Sebuah kalimat yang terucap di bibirnya saat ini 'Wow Mr. Perfeksionis menelepon ku'.
"Ohoho, aku tadi hanya mengetes saja. Mana mungkin aku tidak tahu itu dirimu," sangkal Angela. "Ngomong-ngomong kenapa menelepon ku? Apa sudah memikirkan aku ya. Hahahaha."
Flo yang sedari tadi memperhatikan Angela menelepon hanya penasaran siapa orang di balik telepon tersebut.
"Hmm ... aku tidak sengaja menekan nomor seseorang dan ternyata itu nomor mu," alasan Alex.
"Ya, ya tidak apa-apa, aku bisa memaklumi nya," meski tahu Alex mengatakan tidak sengaja tapi batin Angela berbeda, baginya saat ini Alex sudah mau mengajak nya bicara.
"Aku sedang berada di suatu tempat, sesuai perkataan mu. Kau mau menjadi teman mengobrol ku saat ini?" Alex langsung bicara pada intinya.
"Baik, aku siap. Kau dimana? Aku akan kesana," dengan sigap Angela langsung bangkit dari duduknya dan menuju kamarnya.
Kali ini percakapan itu benar terputus, tapi berbeda dengan sebelum nya jika tadi Angela mengira Alex adalah fans fanatik nya kini dia tahu itu benar Alex dan saat ini pria itu mengajak nya bertemu.
"Kau mau kemana?" tanya Flo, melihat Angela sudah berdandan mengganti bajunya.
"Aku mau bertemu Mr. Perfeksionis ku, aku rasa dia mulai mau terbuka dengan ku."
"Mr. Perfeksionis? Siapa?"
"My Baby Lex." sahut Angela.
"What? Alex? Your Crazy Angela, itu mana mungkin. Apa kau sedang sakit? Ayo aku bawa ke dokter," Flo yang terlihat tidak percaya.
"Hello, Floria. It's really, mana mungkin aku berbohong. Dia bilang tidak sengaja menelepon ku, tapi aku pikir itu hanya alasan klasik nya saja," wajah Angela menyombongkan diri pada Flo.
"Hey, hey, hey, sudah aku peringatkan ya pada mu. Kau harus lebih berhati-hati, ingat saat ini Alex sedang jadi incaran media. Jika mereka tahu kau sedang bersama nya, pasti akan ada berita yang tidak-tidak."
"Flo, mereka hanya wartawan yang mencari uang, mereka bukan Tuhan yang tahu segalanya," ucap Angela. "Mereka juga harus tahu kenyataan yang sebenarnya."
"Kau yakin?" tanya Flo lagi.
"Untuk menang dalam medan perang, kau harus siap mengalahkan setiap musuh mu dan menaklukkan nya. Kini mungkin mereka menjadi sekutu sih 'Wanita rubah' itu, tapi ingat aku bukan lah prajurit yang siap kalah, lihat saja siapa yang menaklukkan dan di taklukkan." ungkap Angela.
sebelum keluar menuju pintu, Angela kembali mengatakan sesuatu.
"Dan ingat, dia lah yang memancing dirinya ke lubang hitam. Mengandalkan awak media untuk mendapatkan dukungan, jikapun aku juga dipojokkan maka saat itulah dirinya benar akan jatuh ke lubang yang dia buat sendiri. Inilah cara yang tepat menghadapi seorang musuh. Fighting!"
Tangan Angela mengepal ke atas, menyemangati dirinya sendiri bahwa kini dia harus menunjukkan kebenaran. Dia berjanji pada dirinya sendiri tidak ada lagi orang yang memojokkan Mr. Perfeksionis nya yaitu Alex, baginya saat inilah dia harus mendukung pria itu ketika semua orang menyalahkan nya.
"Bye, semangat Angela ku. Aku titip salam pada Mr. Perfeksionis mu," kata terakhir Flo pada Angela sebelum pergi. "Aku tahu ini akan sulit, tapi Angela yang aku kenal adalah wanita kuat dan hebat, ya meski dia sedikit aneh. Tapi aku percaya pada dirinya dan kemampuan nya dalam menghadapi segala masalah."
*******
Bersambung...