
"Jangan tarik tangan ku, lepaskan!" Seru Catherine pada beberapa orang pelayan rumah Tn. Xavier, mereka terlihat menarik Catherine agar segera keluar dari rumah tersebut.
"Maaf, nona. Anda datang sebagai penyusup dan membuat keributan, sebaiknya anda segera pergi," tukas para pelayan tersebut.
Mereka yang sedari tadi bersama Catherine sontak terkejut mengetahui bahwa Catherine sebenarnya tidak diundang di pesta ini.
"Aku bisa pergi sendiri, lepaskanlah tangan kalian dari tangan ku!" Ingin marah tapi malu juga menyertai diri Catherine, bagaimana tidak dirinya ketahuan sebagai tamu yak tak diundang.
Alex dan Angela yang merasa suasana sudah kondusif akhirnya turun dari lantai atas, mereka sempat melihat dari kejauhan Catherine yang sudah di usir oleh para pelayan rumah Tn. Xavier.
Orang-orang yang tadi membicarakan Angela sudah mulai diam, mereka juga merasa tidak enak mengetahui Catherine orang yang mereka dukung ternyata saat ini melakukan sebuah kesalahan.
Tidak peduli lagi dengan orang-orang tersebut, Angela mengedarkan pandangannya di setiap sudut ruangan. Ia mencari wanita yang tadi sempat menghentikan Catherine memojokkan dirinya.
"Kau sedang mencari siapa?" Alex melihat Angela yang sedari tadi mencari seseorang.
"Itu dia," ucap Angela bersiap mendapati orang dia cari. Karena terlalu terburu-buru kali ini Angela menabrak seseorang. "Aiss, siapa lagi sih yang cari masalah dengan ku ..." seketika mata Angela sedikit melotot, melihat siapa yang dia senggol. Orang itupun menatap Angela dengan tatapan yang tajam.
"Kakak," gumam Angela pelan. "Maaf aku terburu-buru, sekali lagi aku minta maaf Tuan," Angela langsung berlari kecil mengetahui Steven yang dia tabrak, dirinya juga pura-pura tidak mengenal kakaknya sendiri. Tapi Steven tetap manatap tajam wanita yang kini telah pergi membelakangi nya.
"Hei, bro. Tadi aku tidak sempat menyapa mu, maklum ada sedikit masalah," Alex langsung menyapa Steven yang mendekati nya. "Kau kenal dengan Angela? Jangan berpikir untuk mendekati nya."
"Aku sudah katakan, tidak mungkin menjadi pria perebut wanita orang lain. Lagipula wanita seperti itu? Hah kau saja yang mendekati nya," ujar Steven bergidik muak.
"Stev, aku kira kau tidak sama seperti yang lain. Bisa-bisanya kau juga mencibir Angela," Alex sedikit kecewa melihat Steven yang mengatai Angela.
"Eh, bukan begitu maksud ku. Kau yakin mau dekat dengannya? Aku lihat dia wanita yang 'Aneh' lihat caranya berjalan, dan bicara tadi. Wanita itu sedikit ceroboh dan terlalu percaya diri. Ayolah Lex, aku bisa Carikan wanita lain asal bukan dengannya nanti kau ketularan 'Aneh' juga," Steven sedikit menggelengkan kepalanya, membayangkan jika Alex ketularan sifat sang adik yang bagi nya 'Aneh' dan sedikit ceroboh. Namanya juga Trouble Maker.
"Aku tidak tahu maksud mu, kau seperti sudah sangat mengenal nya. Dan berani mengatakan dia ceroboh, justru karena sifatnya yang aneh dan sedikit ceroboh itulah Angela berbeda dengan wanita yang lain," ucap Alex seraya membela Angela.
Tidak habis pikir, Steven yang mengira selama ini Alex sangatlah menjaga wibawa nya, dan terlihat dingin dengan orang yang baru dikenal. Sekarang itu terlihat sirna ia bingung obat apa yang Angela berikan pada Mr. Perfeksionis satu itu sampai sifatnya berbanding terbalik dengan sebelumnya.
Jangan-jangan virus Angela sudah menular pada Alex. Oh, Tuhan.
******
"Permisi, bisa kita bicara sebentar?" Angela sedikit memegang bahu wanita itu yang membelakangi nya.
Wanita itu hanya memasang ekspresi datar, tidak mengerti mengapa Angela ingin mengajak nya bicara.
"Aku sedang tidak ingin bicara, kau silahkan pergi," wanita itu mengusir Angela.
"Jika kau tidak mau bicara dengan ku, maka aku akan terus mengikuti mu." sergap Angela langsung menghadang wanita itu.
Paham bahwa Angela bukanlah orang yang mudah menyerah, wanita itu pada akhirnya menuruti permintaan Angela. Mereka pergi ke toilet agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Aku tahu kau pasti ingin menanyakan hubungan ku dengan Catherine?" Wanita itu langsung menerka apa yang ingin Angela tanyakan padanya, "Tidak ada hubungan apapun aku dengan wanita sialan itu, hanya sedikit kesalahan di masa lalu sehingga aku bisa mengenal nya. Cihh ... aku berpikir seharusnya tidak pernah mengetahui keberadaan nya," ungkap wanita itu.
"Maksudnya?" Angela penasaran.
Di depan cermin toilet wanita itu mengambil lipstik di tas nya, ia langsung memoleskan lipstik itu kebibir nya.
"Aku tahu siapa Catherine, aku tahu semua tentang nya, dan aku juga tahu semua kebusukan nya. Saat itu jika bukan karena nya, mungkin saat ini aku sudah bahagia dengan orang yang aku cintai ..." Wajah yang tadi datar kini terlihat menunjukkan sebuah kesedihan. "Ternyata saat itu Tuhan berpihak padanya, mereka bahkan sudah memiliki keluarga kecil. Hah, aku terlihat menyedihkan saat itu."
Tidak mengerti dengan penjelasan wanita yang ada disampingnya, tapi Angela paham bahwa Catherine pernah mengambil kebahagiaan wanita yang kini terlihat sendu.
"Kalau begitu berarti kita sama, punya tujuan untuk menunjukan sifat 'Wanita rubah' itu," ujar Angela.
"Bukan berarti tujuan kita sama, kau jadi sekutu ku. Aku sekarang tidak bisa mempercayai siapapun kecuali diriku sendiri, lebih baik kau jangan pikirkan aku. Pikirkanlah dirimu sendiri dengan cara apa kau bisa mengalahkan nya akupun juga begitu," sahut wanita itu terlihat dingin. "Tapi jika kau terlebih dulu membuatnya terjatuh, jangan sungkan-sungkan katakan padaku. Agar aku juga turut andil menghakiminya."
Dengan penjelasan tersebut wanita itu melenggang pergi meninggalkan Angela sendiri di toilet, sebuah cahaya terang menerangi pikiran Angela.
"Catherine ... Catherine, aku pikir kau hanya sekali melakukan kesalahan. Ternyata masih ada orang lain yang menunggu mu ikut terjatuh ke lubang yang kau gali sendiri, aku tidak sabar menunggu hari itu tiba," Angela sedikit menyeringai, ia tahu semua ini adalah sesuatu yang baik untuknya dan banyak orang.
******
Bersambung...