
Sebuah ruangan yang penuh gemerlap terdapat beberapa pria sedang bersenang-senang, mereka ditemani para wanita penghibur. Mereka bisa dikatakan orang-orang penting. Bagaimana tidak dikatakan orang penting, di meja mereka saat ini tampak beberapa botol Bir mahal yang hanya bisa dipesan oleh golongan atas dan mereka juga tidak segan menyewa banyak wanita penghibur.
Pakaian mereka pun tampak mencolok, menunjukkan pekerjaan mereka sesungguhnya. Hal itu dapat dilihat, mereka memakai setelan jas yang menandakan bahwa para bos besar sedang berkumpul.
Hanya satu pria yang tidak berpakaian senada dengan pria lainnya, ia hanya memakai kaos bermotif bunga dan celana pendek selutut. Tampak aneh jika dibandingkan dengan mereka yang saat ini sedang berkumpul, pria itu terkesan ingin pergi ke pantai.
Tapi jika dilihat pria itulah yang memimpin pertemuan ini, itu berarti pesta dalam ruangan tersebut dialah yang mengadakan nya.
"Aku sangat bosan di rumah, istriku kerjaan nya hanya belanja dan belanja, selebihnya mengoceh saja jika uangnya sudah habis," keluh salah satu pria.
"Kau masih beruntung, aku yang mempunyai satu istri dan dua wanita simpanan sudah pusing tujuh keliling," ujar pria yang tampak berusia 50 tahunan keatas, "Belum lagi aku harus bolak-balik menemui mereka, jika sudah dapat panggilan 'Sayang malam ini kau ke tempat ku ya, uang ku sudah habis' lama-lama aku mati berdiri," pria menirukan suara wanita, menambahkan keluhannya yang lebih berat.
Bukan satu atau dua pria, semua orang yang ada di dalam sana juga menceritakan semua keluhan mereka. Bagaikan tempat berkeluh kesah, ruangan tersebut di penuhi curahan hati para pria tersebut.
"Salah kalian, sudah tahu tidak sanggup. Masih saja mengikuti nafsu, contoh aku hidup ku baik-baik saja," pria berpakaian motif bunga ikut bicara.
"Halah, bukankah istrimu juga sering menunjukkan taringnya? Aku dengar kau sangat takut dengan istrimu John," sindir seseorang.
Tidak terima dengan sindiran tersebut pria berpakaian motif bunga yang di panggil John langsung berujar,
"Itu bukti aku mencintai istri ku, tidak seperti kalian dikit-dikit sudah mengeluh. Walaupun begitu istri ku sangat melayani ku dengan baik, setiap malam aku masih bisa merasakan aroma tubuhnya dia masih seperti seorang gadis." balasan sindiran tersebut di iringi gelak tawa pria itu.
Mereka yang mendengar nya hanya menyerah, tidak berniat menyindir lagi.
"Iya, iya kau memang beruntung John."
"Daripada mengeluh nikmatilah semua ini, aku menyediakan nya untuk kalian karena aku tahu kalian sedang banyak masalah," ucap pria bernama John itu lagi.
"Steven, kau sebenarnya yang lebih beruntung dirimu masih muda sudah memimpin perusahaan besar, dan yang pastinya kau masih lajang. Bebas untuk menikmati semua ini sebelum kau ada pendamping."
Pria yang di panggil Steven hanya tersenyum tipis, satu-satunya pria yang masih lajang di antara pria yang sedang berkumpul. Sedari tadi dia hanya tertawa mendengar keluhan para pria itu.
"Anak ini memang sudah dilahirkan beruntung dari kecil."
Sedang menikmati pesta, tiba-tiba seorang pria berkacamata hitam dan juga memakai jas berwarna hitam menghampiri pria bernama John tersebut.
"Bos, ada telepon."
Tidak menunggu waktu berapa lama, dia langsung mengambil ponsel yang diserahkan pria berkacamata hitam itu.
"Gadis kecil?" gumamnya pelan.
"Maaf aku kemarin tidak jadi menemui mu, tiba-tiba ada urusan penting," suara wanita terdengar samar di telepon.
"Hadeh, aku kira kenapa. Iya tidak apa-apa, tapi lain kali beri kabar jika ada urusan lain," ujar pria itu.
"Baik."
Percakapan itu terdengar singkat, mengingat saat ini banyak orang dalam ruangan tersebut.
"Kau pasti terkejut siapa yang menelepon ku, itu sih 'Gadis Kecil' kita."
"Gadis kecil?" Steven mencoba mengingat. "Oh, Angela maksud nya. Kenapa dengan nya? Apa dia membuat masalah?"
Pria itu mengangguk, "Kemarin Jenifer sih wanita tua itu menghubungi ku, dia bilang sangat khawatir dengan Gadis kecil. Jadi aku coba untuk menyuruh nya menemui ku, dan ternyata mendadak dia ada urusan penting. Malah wanita tua itu marah-marah pula."
"Dia kan memang sangat mudah mengkhawatirkan Angela, maklumi saja. Hei, walaupun begitu wanita tua yang kau maksud adalah kakak mu," ujar Steven.
"Stev, kau semenjak dewasa lebih sering mengejek paman mu ini. Kau harus ingat dia Bibi mu juga, aku bahkan tidak pernah mendengar kau memanggil aku dengan sebutan 'Paman tampan', ckckck." pria itu berdecak heran, mengingat Steven adalah keponakan nya sendiri.
"Sudahlah aku ingin pulang, aku bawa salah satu wanita ini untuk menemani ku malam ini. Besok aku ada pertemuan dengan Alex CEO IS Grup, sampai jumpa John." kali ini benar Steven tidak menganggap pria itu adalah paman nya sendiri.
"Wah, dasar kau ya anak kurang ajar. Tidak menghargai aku sebagai orang tua."
******
Angela kini sedang berkutik dengan ponselnya.
"Jadwal ku kedepannya akan sangat padat, belum lagi promosi film yang juga aku perankan," Angela tampak lesu melihat jadwal yang dikirim Flo lewat pesan.
Tidak tahu apa yang harus dia lakukan, saat ini dirinya sendirian dalam apartemen sedangkan Flo katanya sedang ada urusan.
"Apa sebaiknya aku pergi keluar ya?" gumam Angela.
Sebuah pesan kembali masuk ke ponselnya, sempat berpikir itu pesan dari Flo. Tidak di sangka-sangka bahwa pesan itu dari Alex.
Alex :
Angela kau sedang apa? Apa kau tidak sibuk? Aku ingin mengajak mu makan malam.
Merasa sangat senang Angela langsung membalas pesan tersebut.
Angela :
Tidak kok, mau makan dimana?
Pesan itu terkirim, dirinya kini meloncat-loncat kegirangan.
"Baiklah sudah saatnya berdandan, dan menunjukkan penampilan terbaik," mata Angela sedikit berdelik. "Aku rasa 'mereka' akan terus mengikuti ku, ini kesempatan yang baik. Kita lihat seberapa jauh kalian melangkahi diriku." Angela tersenyum evil.
******
Bersambung...
Jangan lupa klik favorit biar kalian bisa tahu Update terbaru dari novel 'My Trouble Maker' 🤗
Dukung terus author ya dengan vote atau like dan comen terus setiap Update episode baru, biar bisa memaksimalkan karya ini lebih baik kedepannya, Cerita nya kalau di otak author udah selesai tinggal dituangkan dalam tulisannya nya yang belum selesai 😂😬