My Trouble Maker

My Trouble Maker
Paginya



Mereka berdua sudah terlelap dalam dunia mimpi, cukup lama bahkan menghabiskan waktu malam yang panjang. Saat ini hanya ada satu kata 'Lelah'.


Kring


Kring


Kring


Suara itu bersumber dari meja yang berada di pojok kamar, bukan hanya itu benda yang mengeluarkan bunyi itu juga seolah seorang manusia.


Selamat pagi Tn. Alex, pagi ini sangat cerah. Lebih baik segera bangun dan melakukan aktivitas. Tidak baik hanya terus tidur.


Begitulah sekiranya suara itu mengatakan sesuatu.


"Uhhh ... Diamlah Cassie aku masih mau tidur," timpal Alex pada benda yang mencoba membangunkan nya.


Sudah tugasku untuk membangun kan anda Tuan, masih banyak jadwal yang harus dipenuhi. Anda telah melewati malam yang panjang, jangan bermalas-malasan.


Lagi-lagi benda itu memperingati Alex, yang masih tidak rela bangkit dari tidurnya. Ia juga tidak sadar saat ini dirinya sedang memeluk tubuh seorang wanita yang sedang meringkuk pada posisi tidur dalam pelukan Alex.


"Dasar robot sialan, berhentilah bicara. Nanti aku buang kau!" Jawab Alex yang kesal pada benda tersebut.


Benda itu adalah Talking Clock yang memang sudah disetel bisa bicara selayaknya manusia, bisa dikatakan Talking Clock yang Alex miliki merupakan kategori yang paling canggih. Mungkin saja kejadian yang tadi malam dia alami dengan Angela sudah terekam dalam memori benda itu, ibaratnya seperti sedang memvideokan secara diam-diam. Untungnya hanya Alex yang dapat mengatur atau mereset ulang benda tersebut, wajar saja Alex adalah CEO dibidang teknologi dan Instrumentasi pantas semua barang yang dia miliki pasti selalu bersentuhan dengan teknologi masa kini.


Sampai sudah sadar sepenuhnya Alex sadar ada Angela yang sedang terlelap dalam pelukannya. Angela sendiri masih mengumpulkan nyawanya dari tidurnya.


"Urghhhh ... morning," ujar Angela yang menggeliatkan tubuhnya. "Eh Alex," Dilihatnya Alex yang terus memeluknya dan balik menatap Angela yang sudah bangun.


Keduanya saling terdiam, merasa canggung satu sama lain. Kejadian semalam seakan terbayang kembali dipikiran mereka masing-masing, membuat keduanya sadar hal 'Besar' telah mereka lakukan tadi malam.


Alex dan Angela mendadak bangkit dari tidurnya, dan membenarkan posisi mereka masing-masing yang sekarang sudah melepaskan pelukan tersebut.


"Aduh, aduh ... pinggang ku sakit sekali," tangan Angela memegangi pinggang nya yang terasa terpisah dari tubuhnya.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Alex pelan, yang melihat Angela sedikit kesakitan.


"Tidak apa-apa bagaimana nya, pinggang ku sakit tahu. Ini akibat kegarangan monster Alex tadi malam," sindir Angela yang sedikit mengerucutkan bibirnya.


Alex tertegun mendengar penuturan Angela tersebut. Kalau dipikir-pikir itu memang ulah nya sendiri, terlalu bersemangat memainkan perannya tadi malam sampai lupa waktu.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


Terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar.


"Tuan, nona. Apa kalian berdua sudah bangun? Aku telah menyiapkan sarapan pagi, dan kebetulan aku juga mempersiapkan baju untuk nona," seru seorang pelayan di luar pintu tersebut.


"Iya, tunggu saja dibawah kami akan segera turun kebawah," jawab Alex pada pelayan tersebut.


"Eh, sini selimut nya aku saja yang pakai," Angela menarik selimut kasur untuk menutupi dirinya.


"Lalu aku?" Tanya Alex menunjuk dirinya.


"Itukan pakaian mu masih utuh, sedangkan aku? Lihat itu sudah sobek, tidak layak lagi dipakai," jawab Angela menatap nanar pakaiannya yang tidak utuh itu yang sudah cocok jadi lap pembersih. "Lagipula aku juga sudah melihatnya kok, jadi untuk apa malu?" Ujar Angela terlihat jahil pada Alex.


Semburat merah timbul di pipi pria yang selama ini terkesan Cool itu, baru pertama kali ini dia mendapati dirinya tersipu malu dihadapan seorang wanita. Dulu saat dengan Catherine rasanya biasa saja, meski saat itu Catherine adalah orang yang dicintainya tapi tidak pernah jiwanya bergelora dan sangat bergairah dalam menghadapi wanita. Kecuali satu saat kejadian dua tahun yang lalu dengan wanita yang tidak dirinya ketahui.


"Kenapa diam? Pipimu sudah memerah," ejek Angela lagi.


"Hmm ... aku mau mandi dulu, apa kau tidak mau mandi juga?" Alex memalingkan wajahnya dari Angela, dia benar-benar malu saat ini.


"Hah? Kita mandi bersama, Alex aku pikir tadi malam kau hanya sedang kerasukan saja. Ternyata sampai begini, kau mengajakku mandi bersama juga? Wah," ujar Angela yang sedikit melotot kan matanya


"Bbb-bukan begitu maksud ku ... sudahlah aku pergi mandi lebih dahulu, nanti aku suruh pelayan mengantarkan pakaian untuk mu," Alex sangat gugup, dia langsung bergegas pergi dan memakai baju nya menuju keluar.


Kenapa aku jadi begini, aku sudah gila rasanya. Apalagi jika sudah berhubungan dengan Angela, otakku terasa tidak bisa melupakan nya. Angela kau ini siapa? Apa jangan-jangan kaulah yang saat itu bersama ku?


Selang beberapa menit akhirnya pelayan itu kembali ke kamar Angela dan memberikan pakaian padanya.


"Nona ini pakaiannya," ucap pelayan tersebut.


Angela menatap tajam pelayan tersebut,


"Hei, jangan bilang pakaian ini sama seperti yang tadi malam? Kau tahu tidak, karena pakaian yang aku pakai tadi malam aku dimangsa oleh hewan buas," sedangkan sang pelayan yang di tatap bukannya tertunduk, tapi dia malah menahan tawanya. "Wah kau benar-benar ya, jangan bilang ini rencana kalian semua. Dasar ya ... "


"Hehe, Nona jangan marah pakaian kali ini tidak sama dengan pakaian tadi malam. Nenek ku tadi malam hanya lupa saja bahwa masih ada pakaian yang lebih tertutup, maklum nona nenek ku sudah tua dia sudah sedikit pikun. Maka dari itu kali ini aku yang mengantar pakaian ini untuk Nona," ujar pelayan muda tersebut, yang memang cucu dari kedua pelayan sebelumnya.


Angela hanya memaklumi hal tersebut, toh berkat itu juga dirinya bisa menikmati malam yang panjang dengan Alex selama ini yang dia ingat memang pernah melakukan sebelum nya, sayang saja saat itu Alex dalam keadaan tidak sadar.


Pelayan muda itupun pergi, tapi beberapa detik sebelum menuruni anak tangga pelayan muda itu terlihat menoleh kembali menghadap Angela dan mengucapkan sesuatu.


"Nona, anda memang wanita yang luar biasa," ucap pelayan muda itu seraya mengedipkan sebelah matanya. Memberikan kode bahwa Angela telah menaklukkan hewan buas.


"Dasar bocah tengik, bisa-bisanya di rumah ini ada pelayan muda seperti mu," sahut Angela dan sang pelayan muda itu telah kabur dari pandangan Angela menyisakan sedikit rasa kesal. "Dia mengingatkan ku pada adikku, sama-sama tengik dan suka mengejek orang, kalau saja itu adikku pasti sudah aku pukul bokong nya."


******


Bersambung ...


Maaf agak lama Update nya, soalnya author ada kerjaan lain yang lebih penting 😁 tapi sekarang udah update lagi kok, nantikan terus kisah konyol, manis, hot, dan menakjubkan dari Alex dan Angela 🀭 Author lucu baca komenan kalian di Bab sebelumnya, kalian emang luar biasa para pembaca ku ter-zeyenkπŸ˜†


Jangan lupa kalau sempat luangkan juga waktu kalian untuk Like+Vote dan Comen, demi kesuksesan kita bersama. Kalau boleh ajakin juga temen-temennya buat baca karya author biar berbagi kebahagiaan di novel author ini wkwkwk 😬


Tetap semangat ya untuk kalian semua, dan jaga kesehatan.


Jauhi Corona tapi jangan jauhi novel author 🀭 asiapp πŸ˜‚