
Hari pernikahan telah tiba, pengantin wanita tampak sudah siap mengenakan baju pengantin dan dandanan yang memperlihatkan wajahnya berseri-seri. Beberapa teman wanita sang pengantin juga mempersiapkan diri, dimana mereka akan menjadi Bridesmaids sang pengantin.
Tamu undangan baik keluarga, maupun kaum kerabat juga ikut datang demi memeriahkan pesta pernikahan tersebut. Sedangkan sang pengantin pria terlihat menunggu pengantin wanita untuk segera mendampingi nya di altar.
Suasana nampak khidmat, pasangan tersebut telah mengucap janji suci mereka di hadapan banyak orang. Keduanya saling memandang satu sama lain sampai memberikan kecupan manis di bibir satu sama lain, demi membuktikan bahwa mereka benar sudah terikat. Orang yang ada didalam menunjukkan sikap haru dan bahagia mereka, terhadap pasangan tersebut. Baik orang tua kedua pasangan juga sangat bahagia melihat anaknya telah bersama.
Mengingat ini adalah pernikahan besar, yaitu pernikahan seorang CEO ternama dan sang kekasih. Pastinya juga menarik perhatian media untuk meliput pesta tersebut, saat keduanya keluar dari tempat itu, tampak beberapa reporter sedang siap menunggu mereka keluar untuk mewancarai kedua pasangan tersebut.
"Tuan Alex, apakah anda akan Honeymoon bersama istri anda?" tanya reporter.
"Tuan Alex, saya dengar banyak sekali wanita yang patah hati melihat akhirnya anda menikah, dengan wanita pilihan anda?" reporter lainnya juga mulai mengajukan pertanyaan.
"Bagaimana pendapat anda mengenai istri anda, Tuan Alex?"
Pertanyaan demi pertanyaan menghujani kedua pasangan yang baru menikah tersebut.
"Maaf, aku tidak bisa menjawab satu per satu pertanyaan kalian. Yang pastinya hari ini aku sangat bahagia, karena aku bisa menikahi orang yang aku cintai."
Alex menuturkan kata tersebut di hadapan awak media, dia juga memberikan senyum terbaiknya. Begitu juga Catherine yang kini telah menjadi istrinya.
******
Seorang wanita sedang duduk menghadap televisi, terlihat dia sedang menonton sebuah tayangan di televisi tersebut.
"Jadi itu istrinya? Tampilan nya sangat tidak cocok dengan Alex, bagaimana bisa Alex menyukai wanita seperti dia?" beberapa pertanyaan terucap di bibir wanita itu, "Aku rasa tidak ada yang beres dengan wanita itu, jelas-jelas dari raut wajahnya saja dia punya maksud tertentu dengan Alex."
Wanita itu tetap melanjutkan tontonan nya, sembari memakan cemilan yang ada di sampingnya.
"Angela, sudah aku bilang jangan sering makan cemilan..." ucap seseorang yang ternyata Flo sedang menegur Angela, "Itukan Alex? Kau masih memikirkan nya Angela? Astaga!"
Mulailah Flo memberikan ceramah nya pada teman sekaligus partner kerja nya tersebut.
"Kau bilang tidak akan memikirkan nya lagi? Tapi lihat hari ini pernikahannya, kau malah melihat nya di televisi," cerca Flo.
"What? Angela aku peringatkan dirimu, kau mungkin sudah pernah tidur dengan Alex tapi bukan berarti dia mengingat mu." Tegas Flo.
"Flo, aku hanya mengajak dirimu lebih realistis. Coba kau lihat istri Alex itu, coba kau lihat lebih teliti. Raut wajahnya saja menunjukkan dia tidak cocok dengan Alex, bahkan aku perkirakan dia tidak akan bertahan lama dengan Alex," Angela menjelaskan panjang lebar.
Hanya mengernyitkan dahinya, Flo tampak bingung dengan ucapan Angela.
"Aku tahu selama ini kau mendapatkan apa yang kau mau, tapi kalau Alex dia sudah milik orang lain apa kau mau menjadi perusak rumah tangga orang?," Flo menghela napasnya panjang, "Dan jika kau benar menyukai nya, kenapa kau tidak meminta pertanggung jawaban darinya saat kalian tidur bersama, daripada kau merusak rumah tangga orang."
Mendengar ucapan Flo. Angela langsung tersedak saat memakan cemilan nya, dia tidak habis pikir akan pikiran teman nya tersebut.
"Floria, oh Floria, kau ini terlalu banyak menonton drama. Kau pikir aku akan melakukan hal bodoh seperti itu?"
Flo hanya menggaruk kepalanya, jika terkaan nya terhadap Angela salah.
"Aku memang mengagumi Alex, karena aku pikir dia berbeda dengan pria lain dan pasti nya sangat cocok dengan ku," ucap Angela yang membuat Flo penasaran, "Tapi bukan berarti aku akan melakukan hal bodoh seperti mengemis cinta, meminta Alex untuk menjadikan aku madunya? Helloww itu menjijikkan, Flo."
"Jadi maksud mu?" tanya Flo yang makin penasaran.
"Waktu akan berlalu, takdir Tuhan siapa yang tahu? Kau lihat istri Alex itu, aku pikir dia hanya memasang wajah polos nya hanya untuk menutupi sifat aslinya. Lama kelamaan pasti Alex akan melepaskan nya, bukannya kau juga jago membaca raut wajah seseorang Flo?" lirik Angela mengarahkan matanya ke televisi.
Flo akhirnya mencoba memperhatikan wajah sang istri Alex Wilton tersebut, tidak asing dia seperti mengenal wanita yang menjadi pasangan Alex.
"Rasanya tidak asing," ucap Flo pelan.
"Nah sudah lihat kan, kalau begitu aku pergi ke kamar ku dulu." Angela masuk ke kamarnya.
"Catherine? Benar aku pernah melihat dan mendengar namanya, tapi dimana ya?" Flo yang masih memikirkan siapa wanita itu, "Sudahlah, itu tidak penting. Nanti juga ingat sendiri..."
******
Bersambung...