
Anggap saja liburan kali ini akan sangat menyenangkan, Angela bisa menikmati waktu berdua bersama Alex. Ditambah kedua saudaranya juga ikut liburan, walaupun Angela tahu mereka bisa mengganggu nya kapanpun, tapi seperti yang dikatakan Alex sebelumnya pada Angela, bahwa akan sangat bagus jika mereka bisa berkumpul bersama. Apalagi selama ini Alex merupakan anak tunggal dikeluarga Wilton, saat mengetahui Steven dan David saudara Angela dirinya sangat bahagia sekaligus iri, karena Angela memiliki apa yang dia tidak punya yaitu para saudara yang saling mengasihi dan menyayangi, kalaupun dipikir-pikir Steven dan David memang sedikit jahil atau sudah dibilang keterlaluan jahil. Baginya itu wujud cinta mereka pada Angela, wanita yang selalu membuatnya candu.
"Angela, aku harus ke bawah sebentar. Kemarin aku tidak sengaja meninggalkan tas berisi berkas-berkas kantor. Kau tahu sendiri kan aku harus membawa semua itu kemana-mana," menurunkan kakinya dari atas kasur.
"Oh, oke. Kalau begitu aku mandi dulu."
"Kau mau mandi? Apa tidak mau menunggu ku dulu?" tanyanya sedikit menggoda.
"Haha, ini masih pagi Alex jangan menggodaku seperti itu. Cepat pergi dan ambil berkas mu yang ketinggalan di bawah, biar nanti saat kau kembali aku sudah wangi dan mempesona," mendorong pelan tubuh Alex yang terus menggodanya. Alex hanya tersenyum ketika pagi ini dia berhasil menggoda Angela kesekian kalinya.
Tidak butuh waktu yang lama, pria dengan tubuh atletis itu pergi ke bawah. Lagi-lagi beberapa orang memandangnya dengan takjub, memakai kaos oblong berwarna polos lengan pendek, menampilkan tubuhnya yang sixpack, dan yang pastinya para wanita yang melihat hanya dapat berhalusinasi. Anggap saja ini style pria sexy yang baru bangun tidur, sungguh memanjakan mata bagi mereka yang melihat.
"Uhhh ... kotak-kotak, aku jadi tidak lapar lagi melihatnya," ujar seorang wanita yang memandang Alex seperti makanan.
Sedikit aneh dengan tatapan yang ditujukan untuknya, Alex tersenyum canggung mendapati dirinya seperti ingin dimangsa oleh para wanita itu. Selain itu dia terus berjalan menuju salah satu pelayan hotel.
"Tuan ini tas anda, untungnya saya sempat mengamankan tas ini. Takut-takut ada orang lain yang mengambilnya," menyerahkan tas berisi berkas itu pada Alex.
"Oke, terimakasih ya."
Sebelumnya tas itu terus Alex genggam, dia tidak sengaja melepasnya saat berdebat dengan resepsionis mengenai masalah semua kamar yang sudah dipesan, karena ulah Steven. Beruntung salah satu pelayan Hotel langsung mengamankan nya, bisa gawat kalau ada tangan nakal yang mengambilnya, apalagi isi dalam tas itu semuanya berkas-berkas penting. Baru tadi malam pihak hotel memberitahu tas itu sudah disimpan.
Ingin berbalik arah kembali menuju kamar. Tiba-tiba saja seseorang tidak sengaja dia tabrak.
BRUKKK ..
Tas Alex ataupun orang yang dia tabrak terjatuh ke lantai, wajahnya sedikit cemas melihat orang yang dia tabrak ternyata seorang wanita.
"Maaf nona, aku tidak sengaja mena ..." ucapnya terputus, melihat wajah wanita yang dia tabrak. "Catherine?"
Suatu kesialan yang tak terduga. Apalagi yang akan terjadi, niat ingin berlibur sekaligus bersenang-senang ternyata ada orang yang akan lebih mengganggu liburannya bersama Angela, masih bisa ditolerir jika itu Steven atau David. Tapi kali ini berbeda dia kembali bertemu dengan wanita yang ingin dia jauhi.
"Alex." dengan spontan dia meraih tubuh pria dihadapannya dan langsung memeluknya, "Aku rindu padamu, akhirnya kita dapat bertemu kembali."
Orang-orang yang menatap mereka juga ikut terkejut, tidak sedikit yang mengenali kedua orang yang sedang berpelukan itu.
"Bukankah itu Alexander Wilton? Tunggu, itukan Catherine mantan istrinya?"
"Benar itu pasti mereka, apa mereka liburan bersama? Wah, ini berarti mereka akan rujuk kembali? Aku sangat senang, mereka pasangan yang cocok," beberapa kalimat penuh kegembiraan terucap dimulut sebagian orang.
Berbeda dengan Alex wajahnya sedikit tegang, tidak habis pikir dengan perbuatan Catherine yang secara spontan melakukan hal yang tidak dia inginkan. Terutama dilakukan di depan banyak orang.
"Cat, lepaskan. Banyak orang yang melihat kita."
"Tidak, aku masih ingin melihat mu, aku ingin kita bicara sebentar. Please," menggenggam tangan Alex dan memohon.
"Hanya lima menit, selebih dari itu aku akan pergi," mereka berjalan menuju tempat dibagian hotel yang menyediakan meja dan kursi dari sana dapat terlihat pemandangan pantai.
Lima menit bagi Catherine itu sangatlah berharga, sebenarnya dia ingin lebih dari itu tapi ia ingat Alex bukanlah Alex yang dulu mencintainya, dan mau berbincang lama dengannya. Karena Alex yang sekarang bersikap dingin dan acuh padanya, tidak peduli jika Catherine terluka Alex tidak akan menolongnya.
"Lex, aku sangat senang ternyata kau juga ada di sini. Kalau boleh tanya apa kau sendirian?"
"Aku disini dengan Angela, kebetulan kami ingin menikmati liburan bersama," jawabnya dengan lugas.
Rasanya Catherine sangat jengkel saat mendengar nama Angela disebut. "Jadi benar kau sudah sangat dekat dengannya, aku pikir akan sulit bagimu untuk melupakan aku, Lex," suaranya yang sedikit kecewa.
Tidak ingin bertele-tele, dan mengabaikan kalimat dari mulut Catherine itu, Alex juga menanyakan hal yang sama, "Lalu bagaimana dengan mu, apa kau kesini datang bersama orang lain?" tanyanya penuh arti.
Mencoba untuk berbohong, Catherine membuat cerita yang penuh drama.
"Aku kesini sendirian, bagaimana mungkin aku pergi bersama orang lain. Bukankah hanya kita yang selalu bersama ke sini, dan menikmati waktu berdua kala itu. Semua kenangan itu tidak dapat aku lupakan, maka dari itu aku ke sini mencoba menenangkan diri dan aku rasa untuk mengingat semua yang telah kita lakukan bersama, Lex."
Usaha untuk mendapatkan perhatian Alex, dia mencoba mengingatkan semua kejadian yang pernah mereka lakukan bersama. Rasanya akal licik Catherine mulai berjalan, tapi semua itu tidak akan berjalan dengan mulus.
Alex tidak terpengaruh dengan kalimat penuh muslihat, dari lidah penuh kebohongan itu.
"Baiklah, ini sudah limat menit. Aku harus segera pergi," timpalnya mengabaikan.
******
"Tubuhku sudah wangi dan segar, tinggal tunggu Mr. Perfeksionis datang kemari," ujar Angela yang baru saja selesai mandi. "Kenapa lama sekali ya? Padahal cuma ambil barang sebentar, atau dia dihadang dua Crazy Brother? Wah, aku harus segera turun untuk memastikan."
Saat sampai ke lantai bawah, beberapa orang kembali ribut. Untuk dugaan sementara Angela menganggap itu ulah Steven atau David.
"Haaahhh ... akan aku cincang mereka jika mencari ulah dengan Alex."
Tidak seperti yang dibayangkan, ternyata dibalik keributan itu dari kejauhan dia melihat Alex sedang duduk bersama seorang wanita.
Baru saja berdiri ingin meninggalkan meja, tangan Alex kembali ditarik oleh Catherine. Sebuah kejutan datang dari wanita itu, dia kembali memeluknya dan yang lebih mengejutkan lagi pipinya dicium.
CUP
Kesengajaan yang menggemparkan banyak orang, termasuk Angela. Diantara mereka bersiap memotret momen itu.
"Ayo kita potret, ini akan jadi berita bagus di sosial media. Sepertinya benar mereka akan kembali bersama, wah romantisnya," ujar mereka kegirangan.
Kedua mata tajam itu saling memandang, Catherine sudah tahu Angela juga ada diantara kerumunan orang banyak yang sedang memperhatikan dirinya dan Alex.
Senyum licik dan rasa kemenangan tersirat dari wajahnya, sepertinya semua ini telah dia rencanakan.
Kau lihat Angela? Akan aku buat hatimu seperti tertusuk seribu jarum, Alex sebentar lagi akan kembali menjadi milikku. Haha ..
Tidak sedih, ataupun cemburu. Senyum licik Catherine dibalas dengan senyum sinis ala Angela, mau mencari masalah?
"Dia pikir aku akan termakan dengan umpan nya? Ingin membuat ku cemburu? Akan aku tunjukkan cemburu itu seperti apa," berjalan dengan percaya diri, seolah berjalan di catwalk dia menuju ke arah Alex.
"Kau gila Catherine," Alex melepas pelukan itu.
Oke, adegan yang ditunggu telah tiba. Berhasil melepas pelukan dari 'wanita rubah' tangan Alex kembali ditarik, kali ini oleh Angela.
CUP
Kedua kalinya ciuman dipipi Alex kembali mendarat, "Aku ingin membersihkan sisa kotoran di pipimu." Mengelus pipi Alex.
Alex tahu apa yang dimaksud Angela, dia telah diselamatkan dari genggaman Catherine. Dan pipinya telah bersih dari noda hasil ciuman Catherine.
"Ayo kita segera pergi," bisik Angela ditelinga Alex.
Masih bertahan dengan senyum licik diwajahnya, Catherine benar-benar seperti wanita yang tidak merasa bersalah. Tetap saja dia menganggap dia telah berhasil mencari perhatian banyak orang, dan berpikir tingkah Angela yang seperti tadi hanya untuk menutupi kesalahannya saja.
"Lakukan semau mu Angela, mereka tidak akan menyukai mu saat ini," gumamnya.
Masih seperti tadi, orang-orang tersebut juga banyak berujar. "Luar biasa, ini seperti adegan sebuah film. Wanita simpanan mencoba unjuk diri dihadapan banyak orang, ckckck," ujar salah satu orang.
"Aku memotret semua kejadian ini, sepertinya perang dingin akan segera dimulai."
Secara tidak sadar semua orang terbagi menjadi dua kubu, ada yang memihak Angela dan ada juga yang memihak Catherine. Mungkin orang yang memihak Catherine otaknya sedang konslet. Diantara mereka yang memihak Catherine tanpa sadar mendapat banyak tatapan tajam, oh iya hotel ini sedang dikuasai oleh Steven tentu saja beberapa orang didalamnya adalah bagian dari bawahan keluarga Taylor. Di satu sisi David yang tadinya ingin cari makan, juga melihat adegan tersebut wajahnya tersenyum simpul.
"Menarik, sudah lama aku tidak ambil peran dalam sebuah masalah. Hari ini, aku ingin mencoba sesuatu," langkahnya dipercepat, dirinya dengan sengaja menabrak seseorang.
"Sialan, kalau jalan itu pakai mata!"
"Pakai mata? Bukannya jalan pakai kaki ya nona, kalau begitu aku minta maaf," meraih tangan wanita yang dia tabrak.
"Cih, pria tidak tahu diri," cibirnya menepis tangan David.
"Kenapa? Tadi aku lihat nona juga menabrak seorang pria dan langsung memeluknya, apa itu tidak berlaku denganku?" David mengolok Catherine.
"Kau pikir siapa dirimu? Memeluk bocah ingusan seperti mu?" seperti kenal dengan pria yang dia sebut bocah, Catherine langsung menebak siapa dia. "Bukannya kau pelayan yang menaruh kecoa di restoran saat itu? Berani sekali kau muncul kembali dihadapan ku?"
"Maaf nona, sepertinya anda salah mengenal orang. Aku seorang pelayan? Lihat tampilan ku yang seperti ini, kau bilang pelayan? Lagian siapa juga yang mau dipeluk wanita tua seperti mu, kulit saja sudah mulai keriput. Kasihan sekali pria tadi sampai mau dipeluk oleh wanita seperti anda, hufftt ..."
Bergegas pergi dari hadapan Catherine, akal David benar-benar berjalan dengan baik. Dia telah berhasil membuat Catherine kesal, untuk kesekian kalinya. Mungkin kedepannya bukan kesekian kali, akan ada beribu kali kejahilan sang bos kecil dikeluarga Taylor.
Perang dingin telah dimulai ...
******
BERSAMBUNG ...
~AlBeGa~