My Trouble Maker

My Trouble Maker
Kerjasama



Perusahaan milik Alex kini kedatangan salah satu bos besar dari perusahaan yang bekerjasama dengan mereka, yaitu perusahaan Atomic Dual Corporation Grup atau biasa disingkat ADC Grup. Perusahaan itu bekerja di bidang persenjataan yang telah mengekspor banyak senjata keseluruh dunia, bahkan ADC Grup menjadi salah satu perusahaan raksasa yang bersanding dengan I.S Grup perusahaan milik Alex yang menekuni bidang Teknologi dan Instrumentasi saat ini.


Sudah dapat kita tebak bahwa bos besar yang datang ke perusahaan milik Alex adalah Steven sang pendiri sekaligus CEO utama ADC Grup.


Para karyawan perusahaan milik Alex menyambut kedatangan Steven ke perusahaan mereka bekerja, tidak sedikit para karyawan wanita mencuri pandang dengan Steven, dan mereka juga sudah mempersiapkan penampilan terbaik yang mereka tunjukkan saat ini agar dapat dilirik oleh CEO ADC Grup tersebut.


"Tidak aku sangka, ternyata selain Tuan Alex masih ada pria yang sangat tampan dan setara dengannya, yang aku dengar dia juga masih lajang," bisik para wanita yang tersipu malu melihat Steven.


"Dia bahkan sangat maskulin, ditambah brewok nya yang seperti aktor Zac Efron. Uhh ... sungguh ada rasa ingin memiliki," kali ini wanita lainnya memuji penampilan Steven.


"Aku rasa sudah banyak wanita yang dekat dengannya," ujar wanita lain nya lagi.


Setelah penyambutan tersebut Steven langsung saja menemui Alex, mereka mulai membahas masalah pekerjaan dan kerjasama mereka lewat sebuah rapat tertutup.


Usai rapat tersebut Steven tidak langsung pulang, dia malahan mengajak Alex untuk berbincang selayaknya seorang teman.


"Sudah lama aku tidak bertemu dengan mu, Casanova," ujar Alex tertuju pada Steven.


"Hei, Brother meski Casanova begini lihatlah semua wanita tetap menginginkan ku. Bahkan rela berlutut di hadapan ku," Steven menyombongkan dirinya.


"Kau memang tidak berubah Stev, seperti nya kau sudah terlatih untuk mematahkan hati para wanita," Alex terlihat mengejek Steven.


"Bukan aku ingin mematahkan hati mereka, dasar mereka saja terlalu gampang menyukai ku." Kini Steven memutar balikan fakta tersebut, merasa ucapannya sudah benar. "Alex kau sendiri yang seharusnya belajar dariku, lihat dirimu karena terlalu mencintai seseorang ujung-ujungnya juga berpisah."


Kalimat tersebut seakan menusuk bagi Alex dia tahu kalau Steven sudah bicara pasti sangat pedas ucapannya tersebut. Karena sifatnya memang seperti itu.


"Sudahlah Lex, jangan dipikirkan. Aku hanya bercanda, aku dengar juga kau sudah dapat pengganti?" Alis Steven sedikit naik dan senyum nya seolah memberi kode bahwa teman nya kini sudah mulai move on.


"Hah, tidak juga. Aku juga baru mengenal nya tidak yang seperti kau pikirkan," jawab Alex sedikit berpikir. "Kau sendiri kapan menemukan wanita pujaan mu, hei bro usia mu sudah menginjak 30 tahun."


Alex berusaha mengganti topik, dengan menyindir Steven yang sampai saat ini belum menemukan sang pujaan hati.


"Entahlah itu sangat sulit, semua wanita yang aku temui sama saja. Belum ada yang sungguh memikat ku," ujar Steven memasang wajah kecut nya.


"Kelak kau akan menemukan nya," Alex sedikit menepuk pundak Steven. "Dan jangan keseringan jadi Casanova, bagaimana kalau kebalikannya jika kau punya saudari perempuan dan dia disakiti oleh seorang pria? Aku yakin kau tidak akan terima."


"Ya, aku harap suatu hari nanti akan menemukan nya," jawab Steven dan dia mencoba menyanggah pertanyaan Alex yang kedua. "Jika saja adik perempuan ku disakiti oleh pria lain, tentu saja akan aku cabik-cabik Pria tersebut. Untung nya adik perempuan ku sedikit aneh aku tidak pernah berpikir dia akan disakiti oleh seorang pria."


"Eh, tunggu kau punyak adik perempuan? Padahal aku hanya mengibaratkan nya saja tadi." Alex yang sekarang penasaran karena baru tahu Steven mempunyai adik perempuan.


"Iya, aku berharap kau tidak bertemu dengan nya. Bisa-bisa kau tidak akan sanggup meladeni nya," ucap Steven yang memikirkan adik perempuan nya. "Dia benar-benar aneh," bisik Steven ditelinga Alex.


Gelak tawa kedua pria tersebut terdengar nyaring diruang pribadi milik Alex, karena saat ini hanya mereka berdua saja yang sedang mengobrol.


"Stev, kau benar-benar ya. Dengan entengnya mengatakan adikmu aneh. Ngomong-ngomong wanita yang aku temui juga sedikit aneh, tapi berkat keanehan nya lah dia terlihat mempesona, tubuhnya yang ramping, mata cokelat hazel nya yang indah, rambutnya panjang bergelombang dan caranya berjalan bagaikan model kelas atas," sebuah deskripsi yang sangat sempurna keluar dari mulut Alex sendiri,


"Oh iya kalau aku perhatikan, matanya sama seperti mu Stev. Terlihat mirip."


Steven terdiam, sesuatu mengganjal di pikirannya. Terlintas seseorang dalam ingatan nya. Diapun menggumam dalam hatinya.


Kenapa deskripsi Alex tadi seperti seseorang yang aku kenal, jangan bilang? Tidak, tidak mungkin. Banyak wanita yang memiliki ciri seperti itu.


"Kenapa diam? Apa ada sesuatu?" Alex membuyarkan lamunan Steven.


"Aku hanya sedikit ingat seseorang saja," jawab Steven sedikit ragu.


Mereka pun menghabiskan waktu untuk saling mengobrol, dan berbagi keluhan masing-masing. Begitulah jika seorang teman sekaligus rekan kerja, segala hal yang dibicarakan pasti akan saling berkaitan. Baik itu masalah harta, tahta maupun wanita.


******


Bersambung...


Jangan lupa like+comen+vote nya ya pembaca ter-zeyenk. Biar author bisa kasih chapter yang lebih banyak lagi 😬🤭