My Trouble Maker

My Trouble Maker
Hot Summer



Musim panas masih berlangsung, beberapa orang memilih berlibur ke tempat yang memang cocok untuk menikmati musim panas ini. Di apartemen Angela sendiri tampak dirinya sedang membuka kulkas.


"Flo, kenapa batu es habis? Akukan mau buat jus, aduh ... cuaca hari ini panas sekali sih," gumamnya yang terus buka tutup kulkas.


Orang yang ditanya hanya menjawab, "Bukankah kau sendiri yang menghabiskan banyak batu es? Aku saja tidak sempat menikmati batu es tersebut, karena semuanya sudah kau habiskan. Huh! Dasar pura-pura lupa," ucap Flo yang sedang di kamar menghidupkan AC dengan suhu terendah.


"Hehe ... iya ya, aku baru ingat, semuanya sudah aku habiskan," ujar Angela yang cengengesan.


Dari dalam kamar Flo, wanita itu hanya geleng-geleng pasalnya dia juga merasakan bahwa musim panas kali ini membuat orang setiap detik merasakan panasnya.


Angela yang dari tadi buka-tutup kulkas, menghampiri kamar Flo.


"Ayo kita keluar? Kita cari angin segar, contohnya kita bisa ke Caffe?"


Ajakan Angela mendapat penolakan dari Flo sendiri, "Untuk kali ini aku tidak ingin ikut, kau saja sendiri yang pergi. Di luar sangat panas, huftt ..."


"Ya, sudah kalau begitu. Aku mau keluar dulu ya, tidak tahan aku terus berdiam di apartemen."


Bergegas pergi, Angela meninggalkan Flo sendirian di apartemen. Dalam cuaca yang sangat panas tidak lupa dirinya membawa Sunblock, di tasnya.


"Dadah Flo, aku pergi dulu. Aku ingin menikmati musim panas kali ini, kau selamat bertahan dengan AC mu itu," sindir Angela yang melihat Flo masih bertahan dikamar nya.


******


Seperti sebuah kebiasaan Angela pergi ke Cafe dimana dia pernah bertemu Alex. Dan seperti biasanya juga jika dia kesana memesan Coffee Cappuccino kesukaannya.


"Jangan lupa tambahkan es ya, aku sedang ingin minum yang dingin," pesan Angela pada pelayan Cafe.


"Baik Nona, akan segera kami buat."


Semulanya Angela duduk sendirian, tidak di duga seseorang juga duduk di tempat yang sama dengannya.


"Sudah lama datang?" Tanya orang tersebut, dan Angela menoleh.


"Alex? Benar suatu kebetulan, kita bertemu lagi di Cafe yang sama."


"Sebenarnya aku tidak sengaja lewat, dan ternyata aku lihat kau masuk ke sini. Ya, jadi aku langsung berhenti."


Sebuah keadaan yang tidak di duga, baik Alex dan Angela hanya saling membalas senyum. Rasanya mereka seperti sudah lama tidak bertemu dan melepas kerinduan, sampai semburat merah tampak di pipi mereka.


Terutama Angela dia baru sadar hampir seminggu dia tidak bertemu Alex, apalagi saat dia pulang ke rumah. Waktu untuk menghubungi Alex pun sangat sulit, pasti ada saja pengganggu contohnya Steven dan David, kakak dan adik yang selalu menjahili Angela setiap Alex mencoba menghubungi nya.


"Angela, boleh aku mengatakan sesuatu?"


"Mau mengatakan apa? Silahkan tidak masalah."


"Hmm ... aku hanya ingin tanya, kenapa kau tidak bilang Steven itu Kakak mu?"


Seketika senyum Angela yang memudar, dan berubah dengan wajah absurd nya. "Kata siapa?" Tanya Angela masih penasaran.


"Steven sendiri yang bilang, kenapa kau menyembunyikan itu dariku? Aku kan jadi ..." Alex sedikit tertunduk, menyembunyikan wajahnya yang sedikit malu. "Aku jadi mengira Steven ingin mendekati mu, dan aku cemburu!" ujarnya dengan nada suara sedikit ditinggikan, membuat Angela tidak berkedip.


Senang? Bangga? Sepertinya begitulah perasaan Angela saat ini. Tapi dia juga perlu tahu mengapa Steven sampai berniat mengatakan itu pada Alex, padahal Steven sendiri yang mencoba menyembunyikan masalah keluarga nya, sedangkan dengan Alex dia langsung mengatakan hal tersebut.


"Jadi Crazy Brother yang mengatakan semua itu?"


"Iya, dia juga menceritakan adik mu yang jahil saat kita menelepon malam itu."


Ingin mengorek lebih dalam, Angela ingin tahu seberapa banyak yang Kakak nya jelaskan pada Alex. "Lalu apa lagi yang dia bilang? Apa ada sesuatu yang aneh?" Tanyanya penasaran.


"Hanya itu saja kok, Peter juga cerita padaku siapa keluarga mu, dan maaf Angela jika aku menyuruh Peter mengikuti mu," Alex tetap tertunduk.


Tidak bermaksud membuat pria dihadapannya khawatir Angela hanya menghela napasnya, "Jadi kau sudah tahu siapa keluarga ku ..."


Alex tidak tertunduk lagi, dia tersenyum lebar sembari mengulang penjelasan Peter Mengenai keluarga Angela.


"Iya, Peter bilang kau, Steven, dan adikmu terlahir dari keluarga sederhana yang harmonis. Dia juga bilang keluarga Taylor memiliki dan mengelola peternakan, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan," jelasnya panjang lebar tidak sampai disitu dia juga mengatakan sesuatu yang membuat Angela kembali memasang wajah terkejut.


"Aku sangat salut dengan keluarga Taylor, meski orang tuamu dari keluarga sederhana. Tapi mereka melahirkan anak-anak yang hebat, buktinya Steven memiliki perusahaan besar, dan kau adalah model ternama. Aku jadi ingin bertemu dengan orang tuamu Angela."


Entah apa yang Peter ceritakan pada Alex, sepertinya Peter lagi-lagi mengarang semua cerita itu. Mengingat Steven mengancamnya untuk tidak menceritakan yang sebenarnya.


Dilubuk hati Angela, beberapa pertanyaan muncul dengan semua cerita konyol itu.


Peternakan? Keluarga sederhana yang harmonis? Aku akui keluarga ku memang harmonis dan sangat kompak, tapi ... semua cerita itu bertolak belakang dengan keluarga Taylor sesungguhnya, ini pasti cerita karangan Peter. Jangan bilang itu bagian cerita di sebuah film. Hadeh, aku harus memberi piala Oscar untuk Peter atas cerita dan aktingnya. Bahkan dengan mudahnya Alex bilang ingin menemui orang tuaku? Oh My God.


Alex yang melihat Angela diam dan memikirkan sesuatu ikut mengernyitkan dahinya, "Ada apa? Apa semua cerita Peter ada yang salah?" Angela hanya menggeleng.


"Tidak, tidak ada yang salah kok, " ujar Angela dengan senyum yang sedikit dipaksakan.


Alex oh Alex, andai kau tahu orang yang kau sebut aneh itu orang tuaku. Ini pasti ulah ayah.


Angela hanya dapat mengungkapkan itu dalam hatinya.


"Wah, benar-benar luar biasa. Haha," kini Angela yang pura-pura ikut tertawa, meski salam hatinya itu adalah hal gila yang telah ayahnya perbuat


Aku pikir Alex memang harus tahu sendiri siapa keluarga ku, daripada hanya tahu omongan orang lain.


Tidak ingin membahas topik itu terlalu lama, Angela mengalihkan pembicaraan.


"Hmm, Alex apa musim panas ini kau tidak berlibur atau menikmati waktu santai di tempat yang sejuk?"


"Biasanya aku akan pergi ke pantai setiap musim panas, tapi musim panas kali ini belum sempat. Apa kau mau berlibur bersama ku?"


Bunga-bunga bermekaran, kupu-kupu seakan terbang di kepala Angela. Sesuatu yang luar biasa dimana Alex mengajak nya untuk berlibur.


"Kita berdua? Hanya kita berdua?"


"Iya, apa kau tidak mau?" Alex mengangkat alisnya.


"Pastinya aku mau, aku sudah lama tidak pergi ke pantai. Memakai b i k i n i, dan berjemur di pantai. Itu pasti menyenangkan."


'Glek' Alex yang mendengar perkataan Angela dan kalimat 'Bikini' membuatnya berpikir yang diluar nalar.


B i k i n i? Ayolah Alex jangan berpikir yang tidak-tidak, bukankah sebagian orang juga sering menggunakan nya saat ke pantai. Tapi, oh no ini Angela yang akan menggunakan nya!!


Rencana ingin berlibur, sepertinya ini akan jadi uji adrenalin bagi Alex sebagai pria menghadapi wanita seperti Angela.


"Eh? Kenapa sekarang kau yang diam? Tidak jadi ya kita ke pantai?" Angela mengerucutkan bibirnya.


"Pasti jadi, bagaimana akhir pekan ini?"


"Baik aku setuju."


Sudah kebiasaan saat musim panas bagi setiap orang berlibur ke pantai, terutama bagi orang-orang barat berjemur dan hanya memakai pakaian yang bisa dibilang terbuka, untuk menikmati sensasi teriknya matahari.


*******


Tidak hanya Alex dan Angela yang ingin mencoba untuk berlibur, sepertinya wanita yang menaruh rasa dendam pada Angela juga berniat ingin berlibur. Wanita itu sudah pasti Catherine.


"Sayang apa kita jadi berlibur di pantai akhir pekan ini?" Rey memeluk pinggang Catherine dari belakang.


Catherine melepas pelukan Rey dari tubuhnya, "Tentu saja, tapi bukan berarti kau menunjukkan dirimu di depan publik. Bisa-bisa rahasia kita terbongkar," ujarnya. "Rey ku sayang, untuk sekarang kau hanya perlu menjadi bayangan ku saja. Jadi selama liburan ini jangan terlalu dekat denganku, cukup lihat aku dari jauh. Kecuali dalam kamar "


Bagaikan ditusuk seribu jarum hati Rey sedikit sakit mendengar penuturan Catherine, selama ini dia selalu menjadi bayangan wanita yang dia cintai itupun untuk mendukung tujuan mereka. Tidak terpikir sejauh ini, rasanya obsesi Catherine sudah melebihi yang dia kira. Bukankah dia hanya mencintai Rey? Kalaupun semua kesalahan ini telah terjadi seharusnya mereka saling mendukung, terlihat kalau Catherine bukan lagi mengincar harta keluarga Wilton tapi dia benar telah mengincar Alex. Apa mungkin dia benar menginginkan Alex? Wanita yang sungguh serakah, sudah memiliki pria lain masih saja berharap mendapatkan yang lebih. Apalagi orang yang diinginkan telah dia khianati sendiri, mana mungkin mendapatkan nya kembali.


Cat, aku selalu mendukung mu. Tapi aku berharap perasaan mu tidak akan pernah berubah terhadap ku. Tidak akan aku lepas lagi kau dengan pria lain. Hanya aku dan hanya aku.


Batin Rey dalam hatinya, meyakinkan dirinya bahwa Catherine seutuhnya hanya untuknya.


******


Di sebuah ruangan minimalis tampak seorang pria sedang mendesain baju dalam gambarnya.


"Tn. Philip, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada anda."


"Katakanlah jika itu penting," ujarnya masih fokus pada kertas dan pensilnya.


"Apa anda masih ingat kejadian yang di alami Nona Angela saat New York Fashion Week?"


Tn. Philip selaku desainer itu langsung memberhentikan rutinitas mendesainnya.


"Iya, memangnya kenapa?"


"Begini Tuan, dari hasil penyelidikan kami ternyata bukan nona Stelin yang menyabotase desain pakaian anda yang nona Angela pakai. Ternyata itu ulah salah satu asisten stylish yang menuduh nona Stelin, sepertinya dia mencari kambing hitam agar perbuatan nya tidak diketahui orang."


PLETAK


Suara pensil patah, "Kurang ajar, cepat suruh dia menghadapku. Pasti ada orang lain dibalik semua ini, dan membayar asisten stylish itu untuk melakukan hal yang merugikan banyak orang," Tn. Philip benar-benar marah.


"Baik Tuan."


Bagaimana rencana liburan Alex dan Angela, apakah akan berjalan dengan lancar? Lalu apalagi drama yang akan Catherine lakukan setelah dia merasa menang sedikit dari Angela? Dan sepertinya kejadian saat Angela dipermalukan di New York Fashion Week akan segera terungkap pelakunya.


Jangan lupa bantu like + come nya ya, kalau sempet Vote juga pembaca ter-zeyenk sekalian 🤗😬


~AlBeGa~