My Trouble Maker

My Trouble Maker
Datang Bersama



Tidak termakan dengan semua pemberitaan mengenai dirinya yang kini jadi pusat perhatian banyak orang. Angela menganggap mulai saat inilah dia memulai kehidupannya yang baru, Angela telah terlahir kembali sebagai sang penakluk.


Sebuah gaun indah membalut tubuhnya, rambut terurai dan bibir merah merona. Seperti dejavu jika dulu saat pergi ke sebuah pesta dirinya pertama kali bertemu Alex, mereka belum saling mengenal dan sekarang berbeda, hari ini mereka datang ke pesta bersama. Ya, berdua.


"Flo, aku pergi dulu. Bye." Angela pergi tanpa mendengar jawaban dari Flo.


"Aku harap kau baik-baik saja, bye Angela." ujar Flo melihat sudah jauh dari edaran pandangan nya.


Alex sudah menunggu Angela turun dari apartemen nya.


"Maaf, jika lama menunggu."


"Tidak apa-apa, ayo segera naik."


Sepanjang perjalanan mata Alex tidak bisa fokus pada jalan, sesekali dia melirik Angela yang sudah duduk manis disampingnya. Pria mana yang tidak takjub jika ada seorang wanita cantik sedang duduk bersebelahan dengannya, terlebih lagi jika wanita itu memiliki lekuk tubuh yang indah tidak dipungkiri pasti ada sesuatu yang membuat hati sedikit bergetar.


Demi memecahkan keheningan Alex mencoba mengajak Angela bicara.


"Bagaimana, kau suka gaun yang aku pilihkan untukmu?"


"Iya, aku sangat suka. Gaunnya indah dan cocok denganku, tapi sayangnya bagian depannya sedikit risih karena agak ketat. Jadi aku sempatkan menyuruh Flo untuk memperbaiki nya," ujar Angela.


Bukan maksud untuk berpikiran aneh, Alex baru sadar bagian depan gaun Angela memang sedikit berbeda dengan yang pertama kali dia beli. Jika saat itu agak tertutup dan memang Alex tidak tahu ukuran gaun untuk Angela jadi dia memilih apa yang baginya cocok sampai tahu bahwa baju itu sedikit ketat dibagian depannya, sehingga Angela mengubah nya agak sedikit terbuka itupun Flo sang manajer lah yang berpikir gaun itu cocok jika dibuka sedikit bagian depannya. Bayangkan saja gaun-gaun yang sering di pakai para aktris dan model lainnya saat Met Gala.


Sedikit menelan Saliva nya Alex mencoba lebih fokus agar tidak mengacaukan pikiran nya.


Ayolah Alex, kenapa dirimu memikirkan hal aneh seperti itu. Fokus, fokus, fokus.


Alex terus berkutik dengan pikirannya. Sedangkan Angela tidak menyadari pria yang disamping nya kini sedikit gugup.


******


"Cath, apa aku tidak ikut juga ke pesta itu?"


"Kau gila Rey, jika kau ikut orang-orang akan bertanya siapa dirimu sesungguhnya. Ingat ini kesempatan ku untuk mempermalukan wanita itu, jadi kau diam saja di rumah!" Seru Catherine pada Rey.


Pria itu hanya tertunduk diam, ia tahu selama ini mereka selalu menyembunyikan hubungan mereka sebenarnya. Tapi bukan dengan cara seperti ini yang dia mau, kalau saja bukan karena tujuan mereka sesungguhnya mungkin kini dia tidak akan seperti ini.


******


Para tamu dari kalangan bos besar telah banyak datang, termasuk Steven yang sejatinya kakak Angela dan tidak diketahui banyak orang. Orang tua Alex sendiri tidak bisa hadir dikarenakan ibunya sedikit tidak enak badan, sehingga ayahnya memilih untuk tidak pergi juga.


Baru turun dari mobil. Alex dan Angela sudah banyak dipandang banyak orang, tatapan tajam dari beberapa orang tertuju pada Angela.


"Lihat itu, aku kira semua tidak benar. Ternyata dia dengan beraninya datang langsung bersama Alex. Benar-benar tidak tahu malu," bisik para wanita maupun pria ditempat itu.


"Aku dengar Catherine juga datang malam ini, aku tidak tega melihat nya jika tahu Alex datang dengan wanita sialan itu," sahut orang lainnya. "Kalau aku jadi Catherine, saat ini juga akan aku jambak wanita itu. Mentang-mentang sok cantik seenaknya merebut suami orang."


Alex menggenggam tangan Angela, ia tahu ada sebuah resiko membawa Angela ke pesta ini. Banyaknya orang yang akan mencibir mereka ataupun lebih banyak mencibir Angela.


"Jangan dengarkan mereka, bayangkan saja kita sedang dilaut yang sedang badai. Tapi sebentar lagi akan mendarat dengan selamat," Alex tersenyum lembut pada Angela, dengan itu membuat Angela menambahkan rasa percaya dirinya. Bahkan dia tetaplah seorang Angela berjalan penuh pesona tak peduli banyak duri yang menghadangnya. Strong Woman.


Belum beberapa menit dibicarakan ternyata Catherine juga telah sampai ke pesta tersebut, orang-orang menghampiri nya seolah menyemangati nya perihal Alex yang membawa Angela ke pesta yang sama dengan nya.


'Bruk' seorang wanita tiba-tiba menyenggol lengan Angela.


"Ups ... maaf aku tidak sengaja," permohonan itu terlihat mengejek.


Wanita itu adalah Viona, dua tahun lalu dialah yang memberi sesuatu di minuman Alex yang membuat nya tidak sadar, rencana ingin memiliki nya saat itu ternyata nasib berpihak pada Angela.


"Viona, aku kira kau tidak di undang ke acara seperti ini. Bukankah ini terlalu mewah untuk mu," sindir Angela yang tahu Viona sebenarnya bukan seseorang yang ternama, dia hanya model biasa. Semua orang juga tahu selama ini wanita itu bukan terkenal akan prestasi, tapi terkenal sebagai wanita penggoda dan memiliki banyak Sugar Daddy. Dulu saja ingin merayu Alex sebelum menikah dengan Catherine, hanya untuk mengambil sebuah keuntungan.


Merasa tidak bisa berkata-kata apalagi Viona menunjukkan ekspresi kemarahan nya.


"Kau pikir siapa dirimu Angela? Kau juga bisa datang kesini hanya karena Alex bukan? Hah ... wanita perebut seperti mu jauh lebih buruk ketimbang kau menuduh ku," geram Viona yang merasa sudah berhasil membalas sindiran Angela.


Benar-benar skak mata, Viona sudah tidak bisa membalas perkataan Angela. Beberapa orang melihat Angela dan Viona sedikit berdebat termasuk Alex dan Steven. Belum sempat mereka mendekati Angela kerumunan wanita termasuk Catherine sudah menghampiri Angela dan Viona.


"Angela, apa yang kau lakukan? Apa kau tidak malu melakukan hal ini?" Catherine yang terlihat membela Viona. "Aku tahu kau sangat tersinggung mengenai cibiran banyak orang, tapi jangan kau lampiaskan dengan orang lain apalagi seperti Viona. Dia hanya wanita yang tidak tahu apa-apa."


Sudah diduga Catherine akan mengambil kesempatan ini untuk memojokkan Angela, dan mengambil simpati banyak orang.


"Aku tidak melampiaskan atau melakukan kesalahan pada wanita ini, dia saja yang mencari masalah dengan ku. Aku tidak akan diam jika di pojokan," Angela yang menahan amarahnya, dia tahu bukan saat ini menunjukkan amarah. Jika dia menunjukkan amarah nya inilah yang ditunggu Catherine.


Ujaran dan ungkapan akan Angela kini terdengar lebih riuh, mereka semuanya menyalahkan Angela dan Catherine merasa senang dalam hatinya. Angela bersikukuh tidak merasa bersalah, karena untuk apa minta maaf dengan orang seperti mereka?


Steven yang melihat dari jauh mengepalkan kedua tangannya kuat tidak terima sang adik diperlakukan seperti ini, begitu juga Alex sampai mereka menerobos kerumunan tersebut. Tetapi ...


"Cukup! Kalian semua diam!" Bentak seorang wanita yang tidak di kenal Angela.


Hanya merasakan kesenangan beberapa saat wajah Catherine yang semula santai langsung pucat pasih melihat perempuan tersebut. Ingin rasanya dia segera berlari, meninggalkan kerumunan tersebut tapi apa daya, kakinya terasa kaku.


"Catherine sudah lama kita tidak bertemu?" tanya wanita itu langsung pada Catherine,


"Kau masih saja seperti dulu, ayolah teman jangan melakukan hal bodoh. Benarkan Angela perkataan ku?"


Meresa terkoneksi langsung dengan kalimat tersebut Angela langsung saja mengerti.


"Maklum mereka mengatakan aku wanita tidak tahu diri, padahalkan mereka belum tahu ada duri dibalik selimut," Angela mulai tenang dan tersenyum sinis.


Kerumunan tersebut sedikit bertanya-tanya apa maksud ucapan Angela dan wanita yang tidak ketahui itu, wanita itu juga terlihat berpihak pada Angela.


"Cath, kau seharusnya tidak marah pada Angela. Bukankah 'Sesuatu yang telah hilang diambil orang tidak perlu di ungkit lagi' itukan prinsip mu? Alex juga bukan milik mu lagi, kenapa kau harus mengungkit nya?" wanita itu berbisik ditelinga Catherine yang sedikit merinding seperti didekati hantu.


"Angela kau tidak apa-apa?" langsung Alex menarik tangan Angela dari kerumunan, sedangkan Steven perlahan mundur sudah tahu adiknya kini aman ditangan Alex.


"Aku baik-baik saja kok, lihat Catherine terlihat pucat. Tapi siapa ya wanita itu?" Angela masih penasaran.


Sang pemilik pesta Tn. Xavier mendekati Alex dan Angela.


"Alex maafkan paman, semuanya jadi kacau padahal pesta ini rencananya untuk kita bersenang-senang sayang nya beberapa tamu buat onar," ungkap Tn. Xavier.


"Seharusnya akulah yang meminta maaf, karena aku pesta nya jadi sedikit kacau," Angela tertunduk mengenai kejadian tadi.


"Tidak, ini bukan salahmu. Aku tadi cek tamu yang aku undang kau tahu? Catherine mantan istrimu tersebut tidak masuk dalam list tamu undangan, aku pikir dia datang bersama orang yang mungkin masuk list tamu undangan ternyata dia menyusup masuk ke pesta ini. Jadi tetap akulah yang harus meminta maaf," Tn. Xavier menjelaskan semua itu.


Alex dan Angela langsung mengangguk.


"Angela, daripada kita diantara kerumunan ini lebih baik kita pergi ke tempat lain," usul Alex.


"Benar kata Alex, tapi kalian jangan pulang dulu pergilah ke lantai atas di sana juga ada beberapa orang, tapi aku jamin mereka orang yang tidak seperti dibawah." ujar Tn. Xavier.


Pemandangan kota New York tampak jelas di atas, beberapa orang juga memilih berdansa disana.


"Mau berdansa dengan ku? Tadi kita tidak sempat berdansa di bawah, mari nikmati malam ini dengan tenang nona Angela," tangan Alex menyambut tangan Angela.


Angela mengangguk atas tawaran Alex untuk berdansa bersama, bintang-bintang seakan menyinari mereka bersama sang rembulan. Melupakan segala hal yang telah terjadi, saatnya mereka saling merasakan gerakan tubuh dari tiap ketukan dansa yang mereka lakukan.


******


Bersambung...


Pict sebagai pemanis ...


Selamat menikmati pembaca ter-zeyenk. Jangan lupa like+comen+favorit dan Vote ya 🤗