
Seminggu telah berlalu, Alex mulai menerima keputusan nya. Kedua orangtuanya juga telah menemui nya, mereka berpikir itu keputusan terbaik untuk Alex. Bukan berarti semua berjalan dengan lancar, selama seminggu ini pula media lebih gencar memberitakan perceraian Alex dan Catherine, pasalnya salah satu awak media mendatangi Catherine karena tidak dapat menemui Alex secara langsung. Mereka menanyakan perihal kenapa kedua pasangan yang selama ini terlihat saling mencintai itu memilih berpisah, Catherine pun memberikan sebuah pernyataan.
Dalam pernyataan itu Catherine mengatakan sesuatu yang membuat orang kasihan padanya bahkan memujinya.
"Selama ini aku sudah melakukan yang terbaik, mungkin ini sangat memilukan. Beberapa orang terdekat ku memberikan dukungan, memberi semangat bahwa semua ini akan baik-baik saja. Aku tidak tahu mengapa ini terjadi, beberapa berita mengenai diriku mengungkit keburukan ku. Mereka berkata aku adalah istri yang tidak becus, tidak bisa memberikan keturunan pada Alex orang yang kucintai, semua itu tidaklah benar kami berjanji akan selalu bersama entah mengapa dia memutuskan hal seperti ini. Kalian jangan khawatir, semua ini akan segera berakhir Alex dan aku pasti akan mencari jalan keluar agar tetap bersama."
Begitulah pernyataan Catherine di depan semua orang bahkan dia juga menunjukkan wajah kesedihan, mendengar hal itu banyak orang yang menguatkan Catherine memberi semangat padanya. Tidak lain dan tidak bukan berita itu juga menarik kalangan netizen, beberapa komentar mereka berikan.
*Dia adalah wanita tangguh, semangat Nona Catherine - Netizen 1
Aku tidak habis pikir, mengapa wanita seperti dirinya mendapatkan perlakuan seperti ini. Dia adalah wanita hebat.. - Netizen 2
Aku harap mereka bersatu kembali - Netizen 3
Jangan bilang ada orang ketiga, nona Catherine adalah wanita baik. Aku harap Tuan Alex tidak seperti itu - Netizen 4*
Itulah beberapa komentar dan anggapan sebagian orang, mereka menganggap Catherine lah yang disini menjadi korban. Padahal mereka tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya. Kali ini Catherine menang.
Di tempat lain seorang pria membanting ponselnya, ketika ia melihat semua pernyataan dan komentar orang-orang yang memojokkan nya, menganggap dialah yang harus memperbaiki segalanya. Belum lagi orang-orang di sekitarnya juga banyak membicarakan nya, dialah Alex.
"Tuan, apakah perlu aku mengurus masalah ini? Aku bisa saja menghubungi mereka, untuk menghapus berita tersebut," sahut seorang pria pada Alex.
Alex hanya diam, dia kini sedang bersandar pada sebuah kursi dan memejamkan matanya.
"Apa perlu juga aku memanggil wartawan, agar anda memberi tanggapan mengenai masalah ini," kembali orang tersebut bertanya pada Alex.
"Tidak usah, semua yang kau katakan itu tidak usah dilakukan," Alex kini memberi jawaban. "Jika aku melakukan hal itu, aku sama saja seperti dirinya. Saling menyalahkan dan memojokkan satu sama lain, itu adalah hal yang menjijikkan. Aku hanya ingin dia menyadari kesalahannya dan mengaku padaku dan semua orang, bukan berpura-pura merasa paling menyedihkan."
Jawaban Alex tersebut membuat pria yang ada di hadapannya mengerti maksud dari perkataan itu.
Benar, jika Alex tampil di awak media dan memberi tanggapan juga. Hal ini sama saja dia terpancing oleh Catherine, ini jelas akan mempersulit nya untuk segera melepas wanita itu, apalagi mereka belum resmi cerai secara hukum.
"Peter, aku ingin pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri. Semua pekerjaan ini aku serahkan padamu."
Alex pergi ke suatu tempat dimana mungkin ditempat inilah dia bisa melepas beban pikirannya.
Tut..
Tut..
Tut..
Sebuah panggilan tertuju pada nomor telepon seseorang. Orang tersebut menjawab panggilan tersebut.
"Halo ... Halo, ini siapa? Apa ada orang disana?"
Terdengar suara seorang wanita yang menjawab panggilan itu. Tidak memberi tanggapan, akhirnya panggilan itu terputus.
"Siapa yang menelepon mu?" Tanya Flo pada Angela.
"Tidak tahu, aku tanya malah tidak menjawab. Aneh," ucap Angela yang sedang mengeringkan rambutnya sehabis mandi.
******
"Kenapa aku menelepon nya? Ini gila, pasti dia kira aku orang aneh," Alex yang langsung memutuskan panggilan tersebut.
Dirinya tidak sadar langsung menelepon seseorang, dan ternyata itu adalah Angela.
Alex hanya menelan saliva nya, kini dirinya merasa tidak masuk akal mengapa dia secara refleks melakukan hal tersebut.
******
"Coba kau telepon kembali, bisa saja itu orang penting atau dari keluarga mu," timpal Flo pada Angela.
"Iya juga ya, bisa saja orang yang menawarkan pemotretan atau ... keluarga ku, mereka sering sekali mengganti-ganti nomor ponsel."
******
Bersambung...