
Di sudut kota New York terdapat sebuah Kafe yang sedang banyak pengunjung, beberapa diantara mereka terlihat membawa pasangan masing-masing.
Seorang wanita sedang duduk sendiri menikmati secangkir Coffee Cappuccino yang dia pesan. Sudah dua tahun berlalu, wanita itu masih tampak cantik dan mempesona. Meski umurnya telah bertambah, tidak bisa di pungkiri bahwa daya tariknya masih sama seperti dulu.
Para pria dimana pun masih banyak mengharapkan dirinya.
"Hari ini sangat baik, seharusnya aku pergi ke pantai untuk berjemur," gumam wanita itu.
Kring..
Kring..
Kring..
Bunyi bel terdengar sampai dalam Cafe, pertanda ada pelanggan yang baru datang. Seorang wanita melambaikan tangan kepada wanita yang sedang duduk itu.
"Huhhh... cuaca diluar sangat panas, mengapa musim panas kali ini sungguh menyiksa," ucap wanita yang melambai tadi, "Angela maaf aku baru datang, soalnya mobil William tadi mogok. Jadi aku naik taxi saja kesini."
Wanita yang sedang duduk dan menikmati Coffee Cappuccino sedari tadi adalah Angela, dan yang sedang bicara dengan nya adalah Floria.
"Aku mendapat kabar film yang kau perankan sebentar lagi akan tayang, setelah shooting dua tahun lalu akhirnya film itu tayang juga," ucap Flo yang bersemangat.
"Kau sangat bersemangat sekali, padahal aku tidak mendapatkan peran besar di film itu," ucap Angela acuh.
"Selama ini kau terjun di dunia modeling, tapi akhirnya kau diajak main film. Walaupun itu peran kecil, ini menjadi bukti karir mu semakin terdepan," Flo memegang pundak Angela meyakinkan.
Tidak menanggapi ucapan Flo yang sedang bicara, Angela hanya diam termenung.
"Apa kabarnya saat ini ya?" sebuah kalimat pertanyaan terucap di bibirnya entah untuk siapa.
"Kabar siapa?" tanya Flo balik.
Angela memicingkan kedua matanya menatap Flo.
"Mau tahu saja, dasar kepo..." ucap Angela.
"Jika tidak mau kasih tahu. Tidak apa-apa, yang terpenting kali ini kau harus menjaga kesehatan. Sebentar lagi kau ada pemotretan dengan majalah JBeauty," ucap Flo mengingatkan Angela.
"Baik," jawab Angela singkat.
******
Sebuah rumah yang tampak besar bahkan bisa dikatakan seperti sebuah gedung yang memiliki banyak tingkatan, pastinya sang pemilik rumah tersebut adalah orang kaya atau pemilik perusahaan besar.
Terlihat di sebuah ruangan yang tertata rapi, dimana beberapa figura yang mungkin bernilai mahal. Dalam ruangan itu didapati pasangan suami-istri paru baya, dan seorang pria muda dengan postur badan yang bagus.
"Alex, sudah dua tahu kau menikah dengan Catherine tapi kami tidak pernah mendengar kabar akan menimang cucu," ucap wanita paruh baya tersebut.
"Mom, ini baru dua tahun aku rasa wajar saja Catherine belum hamil. Kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin, agar segera memberi kalian cucu." ucap Alex kepada kedua orang tuanya.
"Bukan masalah seberapa lama dia bisa hamil atau tidak, tapi kau sudah lihat hasil tes dokter bahwa Catherine tidak akan pernah bisa hamil."
Alex menggenggam tangan nya kuat, wajah nya memerah. Perasaan berkecamuk akan perkataan orang tua nya itu.
"Lex, bukan maksud kami menyinggung Catherine. Tapi kenyataannya kau tidak akan pernah memiliki keturunan, jika terus mengandalkan nya," ucap daddy Alex yang juga bicara.
"Tapi dad..." ucap Alex, "Aku akan terus berusaha, dan tidak akan meninggalkan Catherine!"
Alex langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya tanpa berpamitan setelah mengucapkan kalimat terakhir.
Ketika Alex keluar dari ruangan tersebut, dia dapati Catherine sudah berada di depan pintu, wanita itu terlihat menahan tangisnya. Seolah tahu apa yang dibicarakan suaminya dan mertua nya tersebut.
"Ini bukan salah mu, sayang. Jangan menangis aku ada disini selalu bersamamu," Alex menenangkan istrinya yang masih menangis dalam pelukannya.
Setelah Catherine sedikit tenang, Alex langsung mendudukan wanita itu ke sofa.
"Sayang, jangan dengarkan ucapan kedua orang tuaku. Mereka bukan bermaksud mengatakan hal seperti itu," jelas Alex agar istrinya lebih tenang.
"Aku tahu, tapi benar kata mereka. Aku tidak akan bisa memberikan keturunan untuk mu."
"Jangan khawatir, tidak ada yang bisa memisahkan kita. Meski itu kedua orang tuaku, aku akan selalu bersamamu. Pegang janjiku sayang," Alex menggenggam tangan Cath erat.
"Terimakasih, Lex. Aku sangat beruntung mendapatkan cinta dari pria seperti mu," ucap Catherine memeluk kembali Alex.
Dibalik pelukan itu Catherine tersenyum. Bukan sebuah senyum yang hangat, tapi dibalik senyum itu tersirat suatu rahasia.
Alex, terimakasih sampai saat ini terus mempercayai ku. Kalau tidak, mungkin tujuan ku yang sudah sampai titik ini akan musnah. Aku sudah hampir di puncak ku, maka dengan kepercayaan dirimu padaku tidak akan ada yang bisa mengalahkan ku.
******
Hari ini adalah hari pembukaan toko perhiasan yang di dirikan oleh seseorang.
"Angela akhirnya kau datang, kebetulan sekali aku ingin kau mencoba perhiasan yang khusus aku berikan dirimu," wanita itu menarik tangan Angela.
"Lihat, cincin ini sangat cocok untuk mu. Ini adalah Bvlgari Blue Ring kombinasi antara berlian biru 11 karat dan berlian putih 10 karat. Bagus kan?" ucap orang tersebut pada Angela.
"Wow, ini sangat mewah. Apa harga nya tidak kemahalan, jika aku yang pakai?" tanya Angela yang sedikit ragu.
"Tidak terlalu mahal, hanya tembus belasan juta dolar saja. Aku mendapatkan cincin itu dari pelelangan, cincin itu sudah lama ada," ucap orang tersebut,
"Katanya kepercayaan banyak orang cincin ini membawa kesuburan bagi wanita, luar biasa bukan."
Penjelasan orang tersebut yang membuat Angela sedikit menelan Saliva nya, dibilang tidak terlalu mahal bagi orang tersebut. Tapi kenyataannya cincin yang dia berikan pada Angela bisa tembus belasan juta dolar, itu berarti menjadikan cincin termahal yang pernah ia pakai.
"Via kau sangat baik padaku, sampai benda semahal ini kau berikan pada ku. Ahh, aku sungguh terharu," ujar Angela.
"Biasa saja, kau sudah banyak membantu ku hingga bisa sampai seperti ini jadi benda seperti itu masih biasa untuk aku berikan," ucap Via yang merupakan salah satu teman Angela.
Karena hari ini pertama pembukaan toko perhiasan milik Via, dia juga mengundang beberapa teman nya untuk datang.
"Alex... Eh, Angela kau tunggu disini aku mau kesana dulu." seru Via yang berlari menuju seseorang.
Bak fatamorgana, Angela tidak tahu apa yang dia lihat sekarang. Tepatnya saat ini Alex pria yang pernah bercinta dengannya sedang berjalan menuju dirinya.
"Alex perkenalkan ini Angela, jika kau sering melihat televisi atau majalah pasti kau mengetahui siapa dia," Via mencoba memperkenalkan Alex kepada Angela.
"Aku sebenarnya jarang melihat televisi atau majalah, hanya koran dan berita tertentu saja yang aku ketahui. Aku Alex CEO IS Grup," ucap Alex memperkenalkan dirinya.
"Aku Angela, senang mengenal mu Tuan Alex..." ucap Angela yang juga memperkenalkan dirinya.
******
Ini kedua kalinya aku melihat dirimu, dan saat ini kau juga tidak mengenal ku. Ya, itu hanya kenangan yang memang tidak akan pernah kau ingat, hanya cinta satu malam... - Angela.
Matanya, bibirnya, sampai aroma tubuhnya, mengapa semua itu seperti sudah ada dalam ingatan ku. Rasanya seperti aku ditarik oleh sesuatu. - Alex.
******
Bersambung...