
Keesokannya, dimana hari istimewa bagi Tn. Taylor yaitu hari dia ulang tahun. Angela telah menjanjikan sebuah hadiah yang akan dikirim kerumah orang tuanya. Belum sampai hadiah itu kerumah, orang-orang di kota New York sudah mendapatkan berita yang sangat besar. Berita yang dinantikan bagi orang-orang yang suka bergosip.
Jika sebelumnya sebuah foto wanita yang baru keluar dari apartemen Alex hanya tampak dari belakang, kini lagi-lagi media benar menunjukkan siapa wanita tersebut. Terpampang nyata foto Alex dan Angela yang sedang makan malam di sebuah restoran. Tidak sungkan-sungkan media juga menyebutkan dalam berita tersebut 'Wanita Bermuka Topeng' hal ini menunjukkan bahwa mereka mengira selama ini Angela yang terlihat tidak mempunyai skandal apapun ternyata dibalik semua itu hanyalah tipu muslihat belaka.
Komentar-komentar jahat banyak ditujukan pada Angela, mereka tidak segan menunjukkan kebencian padanya. Dari mereka yang sangat menyukai nya, malah mendadak menjadi haters Angela.
"Dasar wanita tidak tahu malu, aku kira sifatnya yang periang dan ramah pada semua orang itu benar apa adanya. Tapi ternyata dia menutupi semua kebusukannya."
Begitulah kira-kira ungkapan banyak orang pada Angela saat ini.
Sedangkan Catherine saat ini hanya tersenyum melihat respon negatif orang banyak mengenai Angela, ia pikir kali ini dia sudah mulai selangkah lebih maju daripada Angela. Hei, tunggu dulu bagaimana Angela?
Dentuman alunan musik terdengar dari sebuah kamar, musik itu bisa didengar dari seluruh ruangan karena volumenya sangat besar. Di kamar itulah Angela sedang menikmati musik dari Freddie Mercury berjudul I Want to Break Free, Angela terlihat tidak risih dengan semua pemberitaan mengenai dirinya. Bahkan lewat musik yang dia dengar saat ini menunjukkan perasaan apa yang dia rasakan, tidak sekali-kali dia sedikit bergoyang ria di kamar nya tersebut saat mendengar setiap lagu yang dia putar.
Karena terlalu besar volume musik yang dia dengar Angela sampai tidak mendengar dari pintu kamarnya terdengar sebuah ketukan.
"Angela! Angela! Buka pintunya!" Seru orang dibalik pintu kamar tersebut. Barulah ketika musik yang dia dengar mulai berhenti, Angela membuka pintu kamarnya.
"Angela, kau ini terlihat sangat santai-santai saja. Bahkan dalam pemberitaan seperti ini kau masih sempat-sempatnya mendengar musik dengan volume yang sangat tinggi!" Gertak Flo pada Angela.
"Lalu aku harus apa? Menangis? Mengklarifikasi bahwa itu sebuah kesalahan? Atau aku harus sujud syukur dihadapan 'wanita rubah' itu? Hei, hei itu bukan caraku Flo, menjadi wanita lemah saat mereka mulai menghina dan menghujat, itu sama saja aku menggali makam ku sendiri. Dan pada akhirnya akulah yang benar-benar salah? Aku bukan wanita yang menyedihkan Floria!"
Flo yang tadi ingin marah, mendadak diam tak bersuara. Ia baru sadar semua yang dikatakan Angela benar adanya, bisa jadi kelak Angela lah yang akan lebih sengsara. Tapi tetap saja dia khawatir tentang hal ini.
"Kau tahu beberapa forum dan media menghubungi ku, menginginkan klarifikasi dari mu. Aku harus katakan apa pada mereka? Jika tidak dilayani merek akan terus meneror," wajah Flo seketika agak muram.
"Katakan pada mereka aku tidak akan mengklarifikasi berita konyol yang mereka buat sendiri, katakan juga pada mereka jika terlalu miskin tidak perlu mengurusi kehidupan orang lain hanya demi uang."
Angela meninggalkan Flo dikamar nya, Flo sendiri tidak habis pikir bahwa temannya yang satu ini benar-benar 'Trouble Maker'.
"Baiklah tenang Flo, semua ini akan baik-baik saja," gumam Flo yang sedikit menghela napasnya panjang.
Sedangkan Alex kini mencoba menghubungi Angela, dirinya khawatir akan terjadi apa-apa pada Angela.
"Halo Angela, kau dimana? Apa kau baik-baik saja. Aku khawatir pada dirimu kerika awak media gencar memberitakan kita," Suara Alex terdengar cemas.
"Aku tidak apa-apa, kau jangan khawatir. Kitakan sudah sepakat untuk melakukan perjanjian ini, biarkan saja mereka berkoar-koar. Bukankah ada istilah 'Tong kosong nyaring bunyinya' begitulah mereka saat ini," ucap Angela meyakinkan Alex.
Merasa tenang mengetahui Angela baik-baik saja Alex akhirnya sedikit tidak merasa khawatir lagi.
"Oh iya, aku mendapatkan undangan pesta Tn. Xavier, apa kau bisa datang dengan ku saat pesta nanti?" tawar Alex pada Angela.
"Wah... tentu saja aku bisa datang kok, ini akan jadi momen yang bagus." ujar Angela.
"Baiklah kalau begitu, aku akan kirim gaun mu untuk datang saat pesta kelak."
Telepon pun di tutup, Alex sedikit tersenyum walau ini akan menjadi Boomerang. Tapi dia yakin semua akan berjalan dengan lancar selagi Alex dan Angela saling meyakinkan satu sama lain.
******
Di sebuah rumah megah dan mewah Tn. Taylor sedang duduk menanti hadiah yang akan dikirim Angela padanya.
"Sayangku selamat ulang tahun," ucap Ny. Taylor pada suaminya. "Kenapa kau terlihat risih? Ada apa?" Tanya Ny. Taylor.
"Mana sih, kenapa belum sampai juga ya," ucap Tn. Taylor mengabaikan pertanyaan istrinya saat ini.
"Hei! Kenapa diam saja sih, aku sudah mengucapkan 'Selamat ulang tahun' dan kau tidak berterima kasih? Percuma saja aku berdandan secantik ini, kalau kau sendiri terlihat acuh!" Ny. Taylor sekaligus mama dari Angela, terlihat wajahnya sedikit masam atas tingkah laku suaminya.
"Aduh, maaf sayang aku hanya sedang menunggu sesuatu ..."
Ting ... Tong ...
Tiba-tiba suara bel rumah nan megah itu berbunyi sesaat Tn. Taylor ingin menjelaskan sesuatu pada istrinya.
"Nah, itu dia hadiah ku sudah sampai," Tn. Taylor bergegas menuju sumber bel berbunyi tadi.
"Hah? Suami macam apa dia, bisa-bisanya meninggalkan istrinya yang cantik ini sendirian hanya karena sebuah hadiah. Memangnya hadiah seperti apa sih yang dia tunggu?!"
Melihat suaminya yang acuh seperti itu ia memutuskan untuk membaca majalah yang terletak di meja.
"Oke, kita lihat berita apa yang mengesankan hari ini ... " setelah membuka berita utama di majalah tersebut Ny. Taylor sangat terkejut bahkan sampai majalah yang dia pegang terjatuh dengan sendirinya. "Angelaaaaaaa!!"
"Iya benar hadiah ini dari Angela, kenapa kau bisa menebaknya langsung?" Tanya Tn. Taylor yang sebenarnya tidak tahu apa-apa.
"Lihat ini, lihat ini!"
Langsung saja Tn. Taylor melihat apa yang ditunjukkan istrinya. Bukannya ikut terkejut seperti istrinya, Tn. Taylor malah menunjukkan sebuah senyum kegembiraan. Memang ayah yang aneh.
"Kau ini kenapa malah tersenyum? Lihat apa yang anak kita lakukan, ini pasti tidak benar," ujar Ny. Taylor yang memegang kepalanya dengan tangan sebelah, seakan pusing melihat berita yang tertuju pada majalah tersebut.
"Wah, jadi hadiah besar yang 'Gadis Kecil' ku berikan bukan ini?" Tn. Taylor memperhatikan sebuah kotak berisi hadiah ulang tahunnya. "Inilah hadiah besar yang sesungguhnya, istriku kau seharusnya senang. Lihat anak perempuan kita sudah memiliki kekasih ini berarti kita akan segera punya menantu, tidak tanggung-tanggung dia anak Wilton. Aku rasa kita harus segera menyambangi rumah keluarga Wilton." Mata ayah Angela terlihat berbinar.
"Bukan masalah dia punya kekasih atau tidak, lihat isi beritanya. Dia dituduh menjadi selingkuhan, Taylor!" Teriak Ny. Taylor ditelinga suaminya, bahkan dia langsung menuduh nama suaminya tersebut. "Kalian ayah dan anak sama saja.Trouble Maker."
Ny. Taylor pergi menuju kamarnya dengan penuh kekesalan, baik melihat tingkah suaminya atau pemberitaan mengenai putrinya.
"Dia tidak sadar apa? Jelas-jelas 'Gadis Kecilku' meniru sifatnya ... ckckck," gumam Tn. Taylor heran.
******
Lain lagi ditempat yang berbeda, Steven sedang bersantai di dekat kolam renang miliknya. Dia tahu hari ini ulang tahun ayahnya, tapi dia sendiri bingung ingin memberikan hadiah apa untuk ayahnya tersebut. Jadi selagi dalam kebingungan itu dia memutuskan untuk bersantai sejenak.
"Pelayan, bawakan aku buah. Jangan lupa serahkan majalah itu padaku," perintah Steven pada pelayan nya.
Bukannya menyerahkan majalah tersebut, pelayan tersebut tangannya sedikit gemetar.
"Tuan, aku pikir majalah ini sudah anda baca. Lebih baik tidak perlu anda baca lagi," ujar pelayan tersebut, Steven sedikit memicingkan matanya.
"Baiklah, kalau begitu mana ponselku? Tadi aku tempatkan di sini?"
Sekali lagi pelayan tersebut tampak lebih gugup, tidak tahu mau menjawab apa.
"Aku rasa baterai ponsel Tuan sudah habis, jadi aku charger agar penuh kembali."
Steven sedikit berpikir ada sesuatu yang tidak dia ketahui sampai pelayan nya tidak menyuruh nya baca majalah, dan bilang baterai ponsel nya sudah habis. Padahal jelas-jelas dia sendiri yang baru saja mengisi daya baterai ponsel nya itu.
"Aku ini bos kalian, kenapa serba tidak bisa semua? Sini serahkan majalah nya!" Dengan sigap Steven langsung mengambil majalah di tangan pelayan nya.
Mata Steven terbelalak, kini dia tahu alasan mengapa pelayan nya bertingkah seperti itu.
"Alex? Angela? Kalian!" Bagaikan petir yang menyambar suara Steven membuat orang disekitarnya bergidik ngeri.
******
Suatu gang sempit tampak segerombolan anak muda sedang asyik mengecek ponselnya.
Seorang pemuda tampan berusia 20 tahun juga ikut melihat sesuatu di ponselnya.
"Apa-apaan ini? Cuma berita seperti ini saja mereka sudah heboh," pria muda itu terlihat menyepelekan berita yang dia baca. "Tapi, aku salut dengan 'Nya' memang luar biasa," sedikit tertawa pria muda itu mematikan ponsel di tangannya.
"Hei, kau kembalikan ponsel ku. Dasar pencuri."
"Ini ponsel mu? Maaf tadi aku pinjam sebentar,"
Prank ... ponsel itu dibanting seketika oleh pria muda itu, dan terlihat hancur lebur.
"Ponselku ... arghhhh kenapa kau membantingnya? Ganti rugi dulu baru pergi!" ancam orang tersebut.
Inilah yang dinamakan hilang satu tumbuh seribu, segepok uang yang lumayan banyak di lemparkan oleh pria muda tadi.
"Ambil uang itu, sudah bisa membeli lima ponsel yang lebih bagus."
Orang yang ponselnya baru saja rusak hanya terdiam tidak mengerti, tadi ponselnya sudah dibanting lalu pria muda itu langsung melemparkan banyak uang padanya.
"Orang aneh."
******
Bersambung...