
"Hachimm ... Sepertinya ada yang membicarakan ku," ucap Angela yang bersin mendadak.
Setelah sarapan dirinya berkeliling disekitar rumah, yang dimana menjadi saksi bisu percintaan antara dirinya dengan Alex kala malam tadi.
"Tempat ini lumayan luas, udaranya pun juga sangat sejuk. Sayangnya sangat sepi, bahkan aku tidak melihat ada rumah lain disekitar sini," Angela yang sibuk menjelajahi setiap sudut bagian rumah tersebut.
Tiba-tiba ada orang dari belakang memegang bahunya, "Nona kenapa anda bisa di sini?" ujar orang tersebut yang ternyata pelayan muda di rumah itu.
"Aduh, kau ini mengejutkan aku saja."
"Hehe, lantas dari tadi aku melihat nona sibuk kesana-kemari. Jadi aku hampiri saja nona," pelayan muda itu tersenyum polos.
Angela hanya memasang ekspresi datarnya, baru kali ini ia melihat seorang pelayan muda yang tidak seperti seorang pelayan. Lebih tepatnya seperti anak polos yang tidak mengerti apa-apa.
Anak ini, tadi mengejek ku sekarang mengejutkan ku. Aku rasa ada sesuatu yang salah di kepalanya.
Masih dengan senyuman polos itu, pelayan muda tetap mengikuti Angela dari belakang.
Angela sudah merasa risih karena terus di ikuti, "Bisa tidak jangan membuntuti ku dari belakang!" Tukas Angela mendelik pada pelayan muda itu. "Sedari tadi kau membuatku kesal."
Pelayan muda itu langsung tertunduk, dirinya merasa bersalah karena terus mengikuti Angela.
"Aku hanya ingin menemani nona, terus terang aku tidak punya teman di sini," ekspresi sendu terlihat dari raut wajahnya.
Semula merasa kesal kini giliran Angela yang merasa bersalah telah mengucapkan kalimat yang sedikit kasar, dan menyinggung pelayan muda itu.
"Huftt ... Siapa namamu?" Tanya Angela mencoba membalikkan suasana.
Kepalanya terangkat kembali, wajah itu kembali tersenyum pada Angela,
"Nama ku Isabella, nona. Panggil saja aku Sasa atau Bella, umurku baru 18 tahun, bulan depan ulang tahun ku jika berminat nona bisa menyiapkan hadiah untuk ulang ..."
"Cukup, aku hanya tanya namamu tidak perlu menjelaskan secara rinci," sahut Angela memotong ucapan pelayan muda yang bernama Isabella tersebut. "Aku akan memanggil mu dengan sebutan Bella, kalau aku panggil Sasa itu sangat aneh. Kau tahu tidak di negara lain itu adalah nama produk penyedap rasa." Jelas Angela pada pelayan muda itu.
Akhirnya Angela meredam amarahnya, dan mereka terlihat mengakrabkan diri. Isabella adalah cucu dari Tn. Henry, yang sudah lama melayani keluarga Wilton. Sejak kecil dirinya sudah hidup sebatang kara, orang tuanya meninggal sebatang kara. Untungnya masih ada kakek dan nenek yang setia mengasuh Isabella dari kecil sampai dewasa, dan Tn. Wilton ayah Alex juga menganggap Isabella sudah seperti anaknya sendiri, pasalnya mereka hanya punya Alex anak semata wayang satu-satunya. Dengan adanya Isabella sedikit memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Tuan dan Nyonya Wilton, apalagi sifatnya yang ceria dan lembut itu, meski terkadang terlalu polos tapi itulah yang membuat orang menyayangi nya. Saat Angela berkunjung wajar saja Isabella sangat senang karena selama ini dirinya merasa tidak ada teman, dan datanglah Angela yang menurut nya juga memiliki sifat yang periang dan mudah berteman dengan siapa pun.
"Aku sangat senang nona bisa berkunjung ke tempat ini bersama Tuan muda, dulu saat masih bersama istrinya dia tidak pernah membawa istrinya tersebut ke sini," ujar Isabella memberi tahu Angela.
"Benarkah? Aku pikir dia sudah sering kesini bersama Catherine, ternyata aku yang baru pertama kali dia ajak?"
Isabella mengangguk membenarkan perkataan Angela tersebut, "Tuan besar sendiri yang tidak mau memberitahu keberadaan rumah ini pada nona Catherine, sampai Tuan muda menurutinya. Katanya jika ia tahu tempat ini yang semulanya tenang akan berubah menjadi tidak tenang," ujar Isabella. "Walaupun tidak pernah kesini, aku pernah melihatnya, sangat sombong dan semena-mena memerintah."
Sudah cukup lama mengobrol akhirnya mereka kembali masuk kedalam rumah.
"Nona, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan. Tunggu sebentar ya," Isabella berlari menuju suatu tempat, entah apa yang ingin dia tunjukkan pada Angela.
"Aku harap bukan sesuatu yang aneh lagi," gumam Angela mencoba memikirkan apalagi yang akan Isabella tunjukkan padanya.
"Lihat ini nona, pasti kau sangat menyukai isi album foto ini," dibukalah album foto tersebut.
Alis Angela sedikit terangkat mengenali siapa anak kecil yang ada di foto itu. Ternyata dibalik setiap foto ada keterangan nya, tertulis di sana 'Alex Wilton Putra Kecilku'. Merasa sudah mengetahui siapa anak kecil yang ada di foto tersebut Angela sangat excited membuka setiap lembar dari album tersebut.
"Hahahahahaha ..." tawa Angela sangat kencang yang juga diikuti Isabella. "Ini Alex? Dulu saat masih kecil, jika tidak memakai baju dirinya terlihat imut dan menggemaskan. Berbeda dengan sekarang jika tidak pakai baju rasanya terlihat sexy. Ah, aku jadi ingin memeluk Alex kecil rasanya," ungkap Angela yang gemas melihat foto itu.
"Kalau begitu bukankah Anda dan Tuan muda bisa buat Alex kecil juga nona?" Hening, seketika Angela kembali menatap tajam Isabella.
"Isabella!" ternyata Tn. Henry mendengar ucapan cucu nya tersebut, dan langsung menyebut namanya. "Maaf nona Angela, cucu ku ini memang sedikit tidak bisa bicara dengan baik."
"Kakek apa-apaan sih, akukan hanya ..." ucap Isabella terpotong.
"Ayo, ayo cepat ikut aku, ada tugas yang harus kau kerjakan," ujar Tn. Henry menarik tangan cucunya tersebut.
Wah, jangan-jangan anak itu menguping kejadian tadi malam antara aku dan Alex. Pantas saja dia selalu mengejekku, benar - benar anak itu versi wanita adikku. Sama-sama suka menguping dan mengejek orang yang lebih tua.
Angela yang sedari tadi tidak mengecek ponselnya langsung mengambil ponselnya tersebut, dan mendapati sebuah pesan singkat.
Crazy Brother :
Besok temui aku di kantor.
"Kali ini apalagi yang mau dia bicarakan? Apa dia rindu padaku, hehe." Ujar Angela yang percaya diri jika orang yang mengirimi nya pesan sedang merindukan nya.
Dari kejauhan Alex memperhatikan Angela diam-diam, tampak dia tersenyum tipis melihat Angela yang mudah akrab dengan para pelayan termasuk Isabella yang tergolong sangat pendiam tapi sekali bertemu orang yang cocok akan sangat terbuka dan blak-blakan. Apalagi saat Angela tertawa lepas melihat foto masa kecil miliknya, Alex merasa juga ikut senang. Padahal dia tahu itu dirinya saat masih kecil, jika Angela mengatakan dia sangat imut ketika balita dalam pikirannya hanya terlintas,
"Aku memang terlahir sempurna dari kecil," hei, Alex sudah ikut-ikutan percaya diri. Mungkin benar kata Steven semakin dekat dengan Angela maka virus Angela juga ikut menular.
Little Baby Alex :
Disensor ya
Udah agak gedean :
Selamat menikmati, pasti banyak juga nih yang kepo 'Thor Visual versi dewasa nya mana?' maaf ye, author mah ngasih Visual dewasa nya secara perlahan tapi pasti *Kaliamat Alex 'Secara Perlahan'* 😂
Nanti bakal ada Visual nya kalau gak antara bab kesekianlah tunggu aja 🧐
Alex masih kecil aja udah ganteng terus gimana udah dewasa? Terus tuh ya kalau dia punya anak bentuknya kayak gimana? 🤔