My Trouble Maker

My Trouble Maker
Ketakutan Rey



Baca Part Sebelumnya, kalau udah lupa. Hehe.


Happy Reading :)


~~


Tiga hari, yap ada waktu tiga hari lagi untuk Alex mempertemukan Angela dengan orang tuanya. Selama beberapa hari liburan tidak ada masalah yang serius, kecuali kejadian saat Catherine tiba-tiba mendekati Alex dan mencium pipinya, membuat kegaduhan banyak orang. Siapa sangka wanita yang perlahan Alex ingin lupakan itu, tiba-tiba datang dan membawa masalah untuknya. Belum lagi adanya Steven dan David, mungkin ini salah satu masalah kecil. Tapi tetap saja mereka menggangu waktu liburan Alex dan Angela.


Mendengar akan bertemu orang tua Alex sudah buat Angela kegirangan, setidaknya dia bisa memikirkan hal yang harus dipersiapkan saat bertemu nanti.


Insiden antara dirinya, Alex, dan Catherine pagi itu sudah mulai Angela lupakan. Saat ini dia sedang berjalan di koridor hotel, baru ingin berjalan lebih cepat. Angela kembali mendapati pria yang terakhir kali dia lihat bersama Catherine.


"Itu 'kan pria yang bersama Catherine? Wow, sudah saatnya aku beraksi lagi. Biar kita lihat seberapa pandai wanita rubah itu menyembunyikan pria tersebut."


Dengan berjuta akal, Angela terus mengikuti pria itu dari belakang. Sesekali pria tersebut menoleh, dia merasakan keberadaan seseorang tapi saat dilihat tidak ada. Namanya saja Angela wanita yang cerdik, dan pintar memata-matai seseorang adalah hal mudah baginya.


Saat suasana sedikit ramai, Angela mulai berani menunjukan jadi dirinya. Meskipun masih dalam keadaan mengikuti, tapi dia dengan santai berjalan tanpa harus dicurigai.


Rey, pria yang Angela ikuti adalah Rey. Suami Catherine sesungguhnya, pria yang selama ini berada dibalik punggung Catherine, yang telah berusaha menipu Alex.


"Permisi, sepertinya kita harus bicara." berhubung Angela tidak suka basa-basi, ia langsung menuntaskan semua kejanggalan yang ada dalam hatinya. "Sepertinya aku mengenalmu? Kau yang bersama Catherine itu 'kan?" seringai Angela.


Tingkahnya mulai gelagapan, tentu saja Rey juga tahu siapa wanita yang sedang dia hadapi. Sangat jelas di ingatannya jika Catherine istrinya menjelaskan siapa Angela wanita yang dia benci.


"Ma-maaf ... aku harus pergi nona ...." ucapnya terbata-bata.


"Astaga, kenapa cepat sekali perginya. Aku mau bicara sebentar saja, kau jangan takut. Aku masih wanita loh? Bukan pembunuh bayaran," ejek Angela setelah melihat ekspresi Rey mulai ketakutan, pantas saja Angela dapat gelar wanita yang paling disegani semasa sekolah. Setiap orang yang berhadapan dengannya pasti dibuat ketar-ketir, enak saja jika berhadapan dalam situasi baik tapi kalau tidak? Bar-bar nya Angela tidak bisa dihindari.


***


Setelah selang beberapa menit, akhirnya Rey mau diajak bicara. Masih dalam keadaan takut, ya, dia takut jika Angela akan menanyakan hal-hal tentang dirinya dan Catherine.


Tempat yang dipilih Angela lebih sepi, agar orang lain tidak berpendapat buruk tentangnya yang mengajak seorang pria untuk bicara empat mata.


Apa dia tidak takut? Bisa saja karena Rey pria dia bisa berlaku kasar pada Angela sebagai wanita, tapi itu tidak berlaku untuk Angela. Baginya pria itu yang harus khawatir jikalau Angela sudah menunjukan jiwa singa nya, dia 'kan jago bela diri.


"Cepat katakan padaku, kenapa kau dan Catherine bisa ada di sini juga? Tidak mungkin itu sengaja, saat aku dan Alex juga ada di sini!"


Seakan bisu, Rey lebih memilih diam tak bersuara. Kebingungan melanda, dia bingung memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Angela.


"Mungkin itu cuma kebetulan," jawabnya singkat.


"Oh, jadi cuma kebetulan? Berarti kau sudah mengakui juga, jika dirimu memang pergi ke sini bersama CATHERINE?" Angela lebih menyelidik, sudah selayaknya petugas introgasi.


"Itu bukan urusan anda nona, kami hanya sekedar liburan. Tidak lagi mengurusi semua yang berkaitan dengan Alex lagi!"


Pria ini benar-benar bodoh, dia kira aku percaya apa? Bicara diawal saja sudah ketakutan, kini mengelak tidak mau mengaku. Wah ... sepertinya dia belum tahu kehebatan dan kessangaran ku? Baik kita buktikan sekarang!


"Tidak mau mengaku? Hahahahaha ...." tawa itu nyaris memecahkan gendang telinga bagi orang yang mendengarnya, "Hel to the lo, Helloo ... kau pikir aku mudah percaya? Sudah sangat jelas, kalian datang ke sini atas sebuah rencana. Tidak mungkin juga sih wanita rubah itu seolah pura-pura tersakiti, sedangkan dia dengan beraninya mencium pipi Alex di depan umum?!"


Tidak ada celah untuk Rey mengelak, dirinya sudah terpojokkan. Matanya juga tidak lagi berani menatap Angela. Sebenarnya Rey ini pria atau wanita? Dari tingkahnya saja sudah sangat dibuat ketakutan, pantas saja selama ini Catherine mudah memanfaatkannya.


Berbeda dengan Angela, dia sudah selayaknya preman yang memalak pria tidak tahu arah.


GREPP


Pundak Rey sudah di cengkram, baginya saat menghadapi Angela lebih menakutkan dari bertemu hantu di film-film horor.


Wanita ini lebih horor dari yang aku bayangkan, Catherine harus lebih hati-hati lagi menghadapinya ....


"Bagus, akhirnya kau mengaku juga. Nah, sekarang ceritakan dari mana Catherine tahu kami liburan ke sini?"


Sebelum menceritakan semuanya. Rey memililih menceritakan hal-hal yang baik saja, tidak ingin memperjelas lebih kedatangan mereka yang memang bertujuan untuk mengganggu Alex dan Angela liburan.


"Catherine tahu dari seseorang, kebetulan dia bekerja dengan Alex."


"Bekerja dengan Alex?" Angela menebak dalam pikirannya, siapa orang yang berani membeberkan semua kegiatan Alex pada Catherine. Berarti selama ini Alex juga bekerja pada sang pengkhianat diantara karyawannya. "Kalau begitu kau boleh pergi sekarang, tapi ... jangan sampai kau bilang kita bertemu dengan Catherine, kalau saja itu terjadi?" tangan Angela beralih ke leher Rey, seolah mencekiknya.


"Apa yang akan kau lakukan nona?"


"Nyawamu akan melayang, jika saja kau berani menyembunyikan sesuatu lagi, dan kau menceritakan ini pada Catherine!"


Padahal itu hanya sekedar ancaman, meski pun Angela bisa saja melakukannya. Tapi dia tidak ingin mengotori tangannya tersebut dengan membunuh seseorang.


Lari pontang-panting Rey setelah lepas dari jeratan Angela, semua ini melebihi hal yang pernah dia temukan dari Catherine. Ternyata Angela tidak pernah dengan dugaannya selama ini


"Ckckckck ... masih saja ada manusia seperti mereka? Sebegitu nya Catherine masih menginginkan My Alex? Huhh ... sudah pernah menipu, masih saja tidak jerah ingin menipu lagi. Seharusnya orang seperti itu segera di musnahkan dari dunia ini."


***


Berbeda dengan dua saudara Angela, yaitu Steven sang kakak, dan adiknya David. Mereka sedang menikmati waktu bersantai berdua.


"Sudah lama kita tidak bersantai seperti ini," ungkap Steven yang memang jarang sekali menikmati waktu bersama adiknya David.


"Kakak 'kan sibuk bekerja, dan aku sibuk mengelilingi dunia," David melirik ke arah kakaknya.


"Hahaha, kau harus belajar dari kakak mu ini. Walaupun sibuk bekerja masih bisa menikmati banyak wanita," dengan bangga Steven bicara seperti itu.


David memang terkenal trouble maker juga, tapi dia tidak pernah berniat dengan banyak wanita. Satu wanita saja sulit untuk dia sentuh, apalagi banyak wanita seperti kakaknya yang telah menginyam banyak wanita.


Belum sempat menimpali ucapan Steven, dari kejauhan David menyoroti keberadaan Angela yang terlihat keriangan.


"Eh? Itu kak Angela? Kenapa dia tertawa-tawa sendiri? Astaga kakak wanitaku satu-satunya memang agak tidak waras ternyata," sendirinya hampir sama, padahal David juga sering begitu. Dia juga tahu pasti ada hal yang membuat kakaknya itu senang.


"Hah, anak itu memang sering begitu. Kalau bukan habis mesra-mesraan dengan Alex, palingan habis melancarkan aksinya dengan Catherine wanita yang berani mengancamnya. Padahal belum tahu kalau adik wanitaku yang satu itu lebih gila lagi jika ada yang berani mengancamnya."


Hari ini Steven dan David tidak mau ikut campur urusan Angela, dia tahu jika saudari perempuannya tersebut bisa mengatasi masalah dengan sendirinya. Kecuali jika sudah gawat darurat, bersiaplah kedua pria yang sedarah dengan Angela itu, akan menyiapkan bom atom untuk orang yang berani mengganggu Angela. Tapi sekarang mereka lebih memilih bersantai, menikmati duniawi sesaat sebelum pengganggu sesungguhnya datang.


***


BERSAMBUNG ....


IG: @al.be.ga_