My Trouble Maker

My Trouble Maker
Be Strong Brother



Semilir angin berhembus, sepanjang perjalanan rambut Angela yang terurai juga ikut melayang dihembus angin. Wajahnya terus memperhatikan jalan yang memang menawarkan beberapa pemandangan.


Alex sendiri sesekali tersenyum tipis memperhatikan wanita yang duduk disampingnya, matanya hanya tertuju pada Angela.


"Oke, kita sudah sampai," Alex terburu-buru turun dan membuka pintu Angela.


"Hah? Kau tidak perlu melakukan ini, akukan bisa sendiri membuka pintunya."


"Tidak ada penolakan. Ayo, silahkan turun Nona Angela."


Tepatnya kini mereka berhenti disebuah penginapan dekat pantai. Penginapan itu menyajikan suasana yang nyaman, sehingga orang yang datang betah disana.


Ramai pengunjung yang datang, beberapa orang datang bersama pasangan, ataupun para traveler dari berbagai negara. Menikmati liburan musim panas ini.


"Angela, kau tunggu di sini saja. Aku pesankan dulu kamar untuk kita, biar nanti semua barang kita dibawa oleh para pelayan hotel."


Tidak menyia-nyiakan kesempatan Angela mengitari setiap sudut tempat dia berada, ada orang yang sedang bermain voli pantai, anak-anak bermain pasir, ada juga yang sedang berjemur ditepi pantai. Rasanya dia tidak sabar lagi untuk ikut menikmati semua itu.


"Akhirnya aku bisa kesini lagi, bersiaplah untuk menikmati hari-hari yang menyenangkan Angela ..."


Baru ingin senang beberapa saat, Angela menangkap sosok seorang yang dia kenal.


"Catherine? Siapa pria yang bersamanya, ahh ... itu pasti bukan dia," menggosok matanya untuk meyakinkan apa itu benar Catherine.


"Mungkin aku cuma salah lihat, huftt ..."


Alex yang ingin memesan kamar, berjalan menuju resepsionis.


"Permisi nona, aku ingin memesan kamar."


"Hmm, maaf tuan. Kebetulan semua kamar di hotel kami sudah ada yang pesan. Tadi sebenarnya masih tersisa lima puluh kamar, hanya saja semua kamar itu juga sudah di pesan."


"Jadi maksud mu tidak ada satu atau dua kamar lagi yang tersisa?" Resepsionis itu hanya mengangguk.


Memang hotel ini selalu ramai pengunjung, tapi tidak biasanya semua kamar sudah di pesan dengan cepat


"Kalau begitu, apa aku boleh tahu selain hotel ini apa masih ada hotel lain?"


"Sebenarnya masih ada dua lagi, tapi menurut info yang saya dapat hotel lain juga sudah penuh. Dan ternyata orang yang sama, yang memesan semua kamar hotel sekitar sini."


"Apa? Orang gila seperti apa yang berani memesan semua kamar hotel, memangnya dia membawa orang seberapa banyak sih?!" Alex tampak kesal, saat mengetahui orang yang memesan semua kamar hotel itu hanya satu orang.


Alex keluar dari hotel dengan wajah cemberut.


"Alex? Kenapa wajahmu seperti itu? Apa ada masalah?" Angela penasaran.


"Kita tidak dapat kamar hotel, semuanya telah dipesan oleh satu orang yang sama. Dan katanya lagi bukan hotel ini saja, semua tempat penginapan telah dia pesan."


"What? What? What? Gila, orang macam apa dia."


Setidaknya orang tersebut merupakan orang yang pasti memiliki banyak uang, jelas saja dia memesan semua kamar hotel. Alex bisa juga melakukan hal itu, tapi untuk apa? Sepertinya orang itu memiliki maksud tersendiri.


Di sudut tempat yang berbeda, tidak jauh tempat Alex dan Angela sedang berdiri. Terlihat beberapa orang sedang berkumpul, apalagi banyak wanita cantik dan sexy. Mungkin sedang ada acara di sana.


Karena penasaran Angela bertanya dengan salah satu orang yang ingin pergi ke tempat itu.


"Maaf nona, kalau boleh tahu kenapa di sana sangat ramai? Apa ada acara?"


Wanita itu menatap tajam, "Kau Angela bukan? Untuk apa aku memberi tahu mu, pergi sana tidak penting," ucapnya angkuh.


"Aku bertanya baik-baik, kenapa dia jawab seperti itu!"


"Jangan dipikirkan, mungkin wanita tadi hanya iri pada mu yang terlalu cantik," ujar Alex.


Untung ada Alex yang mencoba menenangkan Angela, mungkin wanita tadi sudah dapat cakaran singa betina, yaitu Angela.


"Ayo, kita kesana. Aku juga jadi penasaran, daripada bertanya lagi."


Alex menggenggam tangan Angela, menuju tempat yang sedang ramai itu. Baru beberapa meter saja mereka sudah mendapatkan pemandangan para wanita berpenampilan sexy. Tidak luput dari pandangan seorang pria sedang duduk dan dikelilingi para wanita itu, wajahnya memang tidak terlihat tapi feeling Alex maupun Angela seperti mengenalnya.


"Nikmati semua ini, ladies." Sahut pria itu dengan secangkir wine ditangannya.


"Steven."


"Crazy Brother."


Tap ... Tap ... Tap ...


Alex menghampiri Steven, "Steve, tidak aku sangka kita bertemu." Begitu juga Steven yang pura-pura terkejut dapat bertemu Alex di tempat yang sama.


"Wow Alex, aku juga tidak menyangka kita dapat bertemu di sini. Lihat ladies, bos Alex ada didepan kita."


Lantas para wanita itu juga mendekati Alex, tidak sesekali mereka memegang dada ataupun wajah tampannya.


"Kau sangat tampan Alex, emmm ... apa boleh aku menghibur mu," rayu para wanita itu.


"Tidak perlu, sana pergi. Aku tidak butuh kalian!"


Tetap saja mereka menggodanya, siapa sih yang tidak tertarik dengan pria seperti Alex? Tampan, mapan, dan memiliki segalanya.


"Ayolah, Lex. Mereka hanya ingin menghibur mu," sepertinya semua ini telah direncanakan Steven.


Tanpa aba-aba Lady Trouble Maker juga sudah menghampiri mereka.


"Awas, awas, minggir kalian semuanya!" beberapa wanita itu tidak sengaja tersungkur, saat Angela sudah bersigap mengusir mereka yang mencoba merayu Alex.


"Aduh, kalau jalan hati-hati. Dasar wanita aneh dan bodoh," Cibir mereka yang kesakitan karena tersungkur.


"Aneh dan bodoh? Kalian itu yang wanita aneh dan bodoh, mencoba merayu Mr. Perfeksionis ku? Huah, sudah merasa paling cantik ya? Merasa sexy? Lihat aku ini, sudah cantik dan sexy dari lahir, bukan seperti kalian yang setiap bagian tubuh sudah di suntik sana-sini, dan mencoba menggoda seorang pria? MIMPI!" Cerca Angela dan ikut memerkan tubuhnya yang lemah gemulai, bak gitar spanyol.


Steven hanya dapat bergumam dalam hatinya.


Sudah aku duga anak ini pasti akan segera muncul.


Segerombolan wanita itu hanya menatap satu sama lain, ingin melawan tapi mereka sadar sedang menghadapi Angela, ingat wanita itu adalah A.N.G.E.L.A. Sebut namanya tiga kali maka dunia akan berguncang.


"Kalian pergilah, aku ingin bicara dengan mereka berdua," suara lembut Steven menyuruh mereka untuk segera pergi.


"Oke Steve, kami akan pergi. Bye, love you," seru mereka pergi meninggalkan mereka bertiga.


Sekarang tinggal Angela, Alex, dan Steven.


"Hei, Crazy Brother. Jadi semua ini ulah mu? Ohh ... jangan bilang kau juga yang memesan semua kamar di hotel?!"


"Iya, memangnya kenapa? Tidak masalah bukan. Lagian aku juga tidak tahu kalian ke sini, kalau mau ambil saja dua kamar aku ikhlas kok," jawab Steven enteng.


Berhubung kursi yang Steven duduki ternyata kursi goyang, tidak kehabisan akal Angela menggoyangkan kursi itu dengan kuat sampai orang yang duduk terjatuh.


GEDUBRAKK ...


"Rasakan itu, sudah menyuruh para wanita untuk merayu Alex, lalu bilang tidak sengaja bertemu dengan kami? Aku yakin semua ini telah kau rencanakan, bilang saja ingin mengikuti kami berdua bukan?!"


Bagaikan cenayang semua tebakan Angela benar, tidak disangka sebelumnya Steven memang ingin mengikuti kegiatan Alex dan Angela saat liburan.


Sedangkan Alex sendiri menahan tawanya, melihat tingkah laku kakak, dan adik itu.


"Sabar, Steve. Kau sendiri yang pernah bilang adik mu tidak akan pernah kalah, dan ternyata kau sendiri yang jadi korbannya. You have to be strong, brother hahaha."


Bayangkan jika suatu saat Alex akan jadi adik iparnya, sepertinya hidup Steven akan lebih rumit.


"Arghh, sakit ... ingat ambil dua kamar, kalian tidak boleh satu kamar." Teriak Steven pada Angela dan Alex yang sudah berlalu pergi.


"Apa satu kamar? Oke, kak." Saat-saat seperti ini bagi Angela waktunya untuk pura-pura tuli.


"Hei, awas kalau kalian sampai satu kamar!!"


Oke, kali ini teriakkan Steven tidak berguna. Pasalnya kedua orang itu juga sudah jauh dari pandangannya.


"Kalian kenapa diam saja? Ayo, tolong aku berdiri."


"Baik bos," para pengawal itu juga menahan tawanya.


Padahal aku sudah lebih dulu berada disini dan merencanakan semua ini, tapi tetap saja aku yang jadi korban dari adik sendiri. Dasar Lady Trouble Maker. - Steven


*******


IG : @al.be.ga_ / @yzzahra_


~AlBeGa~