My Trouble Maker

My Trouble Maker
Resah



Angela masih saja banyak bicara tentang topik yang sebagian Alex tidak pahami, dab Alex hanya mengangguk saja ketika mendengar ucapan wanita itu. Setelah satu jam lebih akhirnya Alex memutuskan untuk segera pulang, begitu juga Angela.


"Alex, aku mungkin tidak mengenal mu lebih jauh. Tapi aku lihat dirimu sedang dalam keadaan tidak baik, jika ingin mencari teman mengobrol hubungi aku saja," Angela menyelipkan kartu nama nya di tas kerja Alex.


Angela mengedipkan sebelah matanya pada pria itu, seraya memberi senyum manis nya kemudian pergi. Alex hanya diam tak bergeming, baru kali ini ada seorang wanita selain Catherine yang bisa berbincang dengan nya begitu lama, bahkan Alex tidak menolak saat Angela duduk dekat dengan nya.


Cuaca terlihat mendung, setelah berkutik dengan pikirannya Alex langsung melajukan mobilnya untuk segera pulang.


Benar dugaannya Catherine belum pulang juga, keputusan nya untuk menceraikan wanita itu telah di pikirkan secara matang. Andai saja Catherine bisa lebih jujur, mungkin Alex bisa mentolerir perbuatannya. Kenyataan nya Catherine wanita yang selama ini Alex cintai dan selalu disanjung telah berkhianat padanya, bahkan pengkhianatan itu lebih dari apa yang dia kira. Bayangkan saja Alex yang telah mengenal Catherine lebih dari enam tahun, yang ternyata sejak awal telah di khianati oleh wanita itu, Catherine telah memiliki seorang anak dengan pria lain sebelum dia mengenal Alex.


Kini Alex jauh lebih tegar, bukan saat nya terlarut dalam kesedihan untuk waktu yang lama, dengan kejadian ini dia mengetahui bahwa terkadang orang yang kita kenal dan terlihat baik bisa jadi akan menusuk kita dari belakang.


Saat itu dia ingat pernah mengorbankan seseorang yang tidak bersalah hanya karena Catherine, sampai orang tersebut bersumpah bahwa dia tidak melakukan kesalahan itu. Tetapi hanya karena hasutan Catherine, Alex murka pada orang tersebut dan terpaksa menghakimi nya. Ia adalah salah satu orang kepercayaan Alex di perusahaan milik nya, Miss Renata direktur bagian perancangan kala itu. Hanya karena melihat Alex sangat akrab dengan Miss Renata membuat Catherine menjerumuskan nya dalam suatu masalah, sampai dia di pecat. Padahal Alex menganggap Miss Renata sebagai teman dan kakak dalam perusahaan nya tersebut.


"Aku bodoh, aku bodoh," Alex terus memukul kepalanya tanpa henti. "Jika aku tahu dari awal mungkin semua tidak akan seperti ini."


Sebuah pesan masuk ke ponsel Alex.


"Lex, maaf hari ini aku tidak pulang ke rumah. Aku menginap di rumah teman."


Pesan singkat itu tertera dari Catherine. Tidak membalas pesan tersebut, Alex memilih memblokir nomor Catherine, kini dia benar-benar mencoba menghapus segala tentang Catherine.


Dilain tempat Catherine masih berkutik melihat ponselnya, dia tidak sama sekali menerima pesan balasan dari Alex.


"Kenapa dia tidak membalasnya?" gumam Catherine.


"Coba kau telepon saja sayang, mungkin saja dia sedang tidak melihat ponsel nya," sahut pria di samping Catherine yang ternyata adalah Rey.


Catherine mencoba usul dari Rey, bukan nya menerima jawaban tapi wanita itu sadar nomor nya kini sudah di blokir oleh Alex.


"Sayang, kenapa? Apa beberapa hari ini kau melakukan kesalahan dengan Alex? Bahkan dia memblokir nomor mu," ungkap Rey yang juga ikutan cemas.


Berusaha menenangkan diri, Catherine terus berpikir ini mungkin hanya kesalahpahaman.


"Beberapa hari ini Alex memang sedikit mengabaikan ku, aku pikir karena aku juga mengabaikan nya," ucap Catherine. "Tapi jika sampai memblokir nomor Alex tidak mungkin melakukan nya, ini pasti dia sudah terlalu marah."


Pikiran Catherine tidak karuan, dirinya sedikit resah mengapa Alex tiba-tiba seperti itu. Karena yang dia tahu jika Alex marah padanya, itu tidak akan berlangsung lama. Dan Alex pun tidak bisa marah pada Catherine berlebihan.


Rey yang melihat Catherine seperti itu refleks memeluk tubuh Catherine dalam kehangatan nya, dia juga mencoba untuk menenangkan Catherine.


"Tenang, ini hanya sementara. Nanti juga dia tidak akan seperti itu, biarkan saja dia kan sudah terlanjur cinta pada Catherine ku. Mana mungkin mengabaikan mu begitu lama," ujar Rey yang meyakinkan Catherine akan ucapan nya.


Sedikit tenang, Catherine menatap mata Rey pria yang selama ini menjadi orang yang selalu bersembunyi di belakang nya. Hanya untuk memainkan peran yang telah mereka rancang sejak lama.


"Rey... terimakasih," Catherine mencium bibir pria tersebut yang ikut di balas ciuman.


Malam ini Catherine benar-benar menyerahkan dirinya pada Rey, lagian selama ini mereka sudah terbiasa melakukan hal tersebut secara tersembunyi, tanpa di ketahui Alex sedikit pun. Kali ini berbeda, mereka pikir masih bisa bernapas lega tapi kenyataannya sesuatu yang besar akan segera menghalang tujuan mereka.


******


Bersambung...


Bijimana gaess? Masih ada kejutan lainnya di Ban-bab berikut nya, jadi stay tune ya dan jangan lupa like+favorit+vote jika kalian suka 😬


Nanti ada bab khusus aku kasih Visul cerita ini, semoga kalian nanti suka 😁