
Hari-hari telah berlalu, Alex sadar kini sang istri sedikit menjauh darinya bila dia menyinggung tentang keinginan mempunyai anak. Catherine yang kini sering pulang malam pun membuat Alex khawatir, pasalnya wanita itu tidak pernah pulang malam selama mereka menikah. Jika itu terjadi pasti dia akan mengabari Alex, tapi kali ini Catherine sama sekali memberi tahu kemana dia pergi, dan kenapa dia bisa sampai pulang malam.
Di ruang tamu Alex yang duduk di sofa sedari tadi menunggu kedatangan istrinya pulang.
"Ehem, baru pulang? Darimana saja?" pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan Alex pada Catherine.
"Habis kumpul bersama teman, biasa sedikit ada acara," ucap Catherine dengan alasan nya.
"Cath, kau tahu aku bekerja dan pulang pun juga malam dan kini saat aku pulang kau malah tidak ada di rumah, bahkan kau pulang lebih malam daripada aku!" Alex sedikit menegaskan ucapan nya.
"Lex, aku pulang malam dan kemana pun aku pergi itu urusan ku. Aku juga bosan jika terus rumah," sangkal Catherine, "Kau sibuk dengan pekerjaan mu, maka biarkan aku sibuk dengan kesenangan ku."
Tidak tahu kenapa hati Alex merasa tersayat dengan ucapan Catherine, padahal jika di pikir dia memang sibuk bekerja bukan berarti mengabaikan sang istri. Setiap akhir pekan pun dia selalu menyediakan waktu untuk bersama Catherine, pergi jalan-jalan atau hanya di rumah dengan menonton acara Televisi kesukaan mereka ditemani cemilan.
Akhirnya Alex tidak membalas ucapan Catherine, dia tidak ingin memperpanjang masalah tersebut. Mungkin saja benar kata sang istri dia sedang berkumpul dengan teman sesama wanita nya. Meski terbesit dipikiran nya, apa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Catherine.
******
"Angela besok kau ada acara tidak? Ayo temani aku belanja jika kau tidak sibuk," ucap Flo yang sedang memakai masker lulur nya.
"Tidak, tumben kau mau belanja?" Tanya Angela melirik Flo yang masih sibuk merapikan masker nya.
"Hehe, sebentar lagi William ulang tahun. Kami berencana untuk dinner di tempat romantis, jadi aku harus membeli pakaian bagus untuk dinner nanti," jawab Flo dengan sumringah.
Angela yang sedang memegang ponsel nya hanya menganggukkan kepalanya, pertanda dia setuju akan ajakan teman nya tersebut.
******
Pagi harinya seperti biasa Alex memulai rutinitas nya, bersiap untuk pergi ke kantor. Di meja makan dia melihat Catherine sudah duduk sendirian.
"Cath..." panggil Alex sendu, "Maafkan aku, jika perkataan ku tadi malam menyinggung mu. Aku hanya khawatir padamu saja."
"Iya, aku tahu," jawab Catherine singkat, tanpa memandang Alex di hadapannya.
Selama sarapan pagi keduanya terlihat diam, setelah pertengkaran kecil tadi malam Alex merasa bersalah mengatakan sesuatu yang mungkin menyinggung istrinya tersebut.
"Aku pergi dulu Cath, bye. I love you," Alex mengecup kening sang istri sebelum pergi.
Sebelum Alex benar keluar Catherine memanggil nya.
"Alex, malam nanti mungkin aku akan pulang telat lagi. Jadi jangan khawatirkan aku."
Senyum tipis tersirat di wajah tampan Alex, dia mengiyakan ucapan istrinya kali ini. Tapi dia juga ingin tahu sebenarnya pertemuan macam apa, sampai Catherine bisa sangat marah jika Alex menegurnya.
******
Angela dan Flo keluar dari sebuah ruangan, mereka seperti mendapatkan sebuah hadiah yang besar, dapat dilihat dari raut wajah mereka yang tersenyum sepanjang jalan.
"Flo ini hebat, ini luar biasa. Aku sangat bangga pada diriku sendiri," Angela terlihat mengibaskan rambutnya.
"Benar ini sangat luar biasa, akhirnya kau di kontrak juga oleh..." ucap Flo yang sengaja memotong ucapannya.
"VICTORIA' s SECRET," teriak kedua wanita itu heboh.
Siapa sangka hal yang membuat mereka sangat gembira adalah ketika mengetahui bahwa Angela akan di kontrak oleh salah satu perusahaan lingerie terbesar di Amerika yaitu Victoria's Secret. Yang banyak di naungi oleh kalangan Model ternama, menjadi impian semua wanita yang bisa terjun kesana. Apalagi jika mereka sudah berpredikat Angel's.
Dengan ini Angela memposisikan dirinya lebih terdepan, dia kali ini benar-benar sudah dipuncak nya. Mungkin sebentar lagi berita ini akan sampai di telinga banyak orang.
"Angela tidak sia-sia kau berjuang sampai saat ini, lihat dirimu kini sudah menuai banyak pujian orang," sahut Flo yang membanggakan Angela.
"Karena hari ini kita mendapatkan kabar bahagia, jadi aku akan mentraktir mu dan nanti aku juga yang akan membelikan mu pakaian. Terserah kau mau pilih apa saja," ucap Angela lagi yang tidak kalah bahagia nya.
Mereka kemudian langsung pergi ke pusat perbelanjaan ternama di kota New York.
******
Hari ini sudah sore Alex memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan nya lebih cepat, dia melirik ponselnya.
Terbesit di pikiran Alex untuk mengetahui sedang apa Dan dimana istrinya sekarang, andai Catherine tahu sebenarnya Alex sudah lama memasang pelacak di ponsel milik Catherine. Agar Alex dapat memantau keberadaan sang istri.
Sebuah lokasi menunjukkan keberadaan Catherine, tepatnya kini dia tahu sang istri sedang di pusat perbelanjaan ternama di kota New York. Dirinya saat ini hanya berpikir positif, bisa saja kini Catherine sedang belanja dan bersenang-senang bersama teman wanitanya.
Tetapi hati dan raga nya berbanding terbalik, dia ingin tahu sendiri apa yang sedang dilakukan istrinya sampai berpamitan pulang agak malam. Alex kemudian memutuskan untuk menguntit sang istri dari kejauhan.
Sesampainya di tempat tersebut, Alex mencoba menelusuri keberadaan Catherine. Pengunjung disini sangat ramai tidak mudah untuk mencari seorang wanita.
"Flo lihat sepatu ini sangat cantik, pasti cocok untuk mu," Angela langsung menyuruh Flo mencoba sepatu itu.
"Wah, benar Angela. Aku beli yang ini saja."
Sibuk memilih barang, mata Angela langsung melihat seorang wanita yang sedang bersama seorang pria. Entah kenapa dia langsung mengikuti dua orang tersebut, dirasa ada yang ganjal di antara mereka.
Benar ternyata dia tahu siapa wanita itu.
"Catherine..."
Mata Angela terbelalak melihat siapa wanita tersebut, yang lebih membuat nya terkejut pria yang sedang bersama Catherine bukanlah Alex.
Sebuah percakapan di antara kedua orang tersebut sangat jelas terdengar di telinga Angela.
"Rey, andai kita bisa seperti ini setiap saat tanpa harus bersembunyi," ucap wanita yang itu adalah Catherine.
"Baby, jangan seperti itu. Kita harus bersabar, sebentar lagi semua ini akan berakhir dan kita akan hidup bahagia," jawab seorang pria yang sedang bersama Catherine.
Bukan hanya perbincangan itu yang membuat mata Angela terbelalak, hal yang lebih tidak mengenakan hati saat melihat kedua orang tersebut saling bercumbu mesra. Mengelungkan kedua tangan satu sama lain, sebuah ciuman panas yang tak pantas di lakukan Catherine dengan pria lain, mengingat status nya yang sudah bersuami.
"Wanita itu... sungguh licik kau Catherine!" Angela mencoba menahan amarah nya.
Tidak lama melihat hal tersebut, mata Angela kemudian menangkap sosok Alex yang juga sedari tadi memperhatikan sang istri bermesraan dengan pria lain.
Tangan Alex mengepal sangat kuat, wajah dan matanya memerah. Amarah dan kesedihan nya sekarang sedang bercampur aduk, ingin rasa nya Alex mendatangi kedua sejoli yang sedang bercumbu mesra tersebut, tapi badannya serasa tidak bisa di gerakkan. Dia menahan tangis seorang pria, giginya dirapatkan dengan keras seolah tidak ingin mengumpat mereka.
Bukan nya menghampiri Alex lebih memilih pergi, dia sudah mengetahui alasan sebenarnya dari seorang Catherine.
Angela yang ingin berlari menuju Alex tertahan oleh tangan Flo.
"Alex... jangan pergi." suara serak Angela yang ingin mencoba menggapai pria tersebut.
"Angela, berhenti. Biarkan dia pergi, saat ini mungkin dia ingin menenangkan diri," Flo langsung memegang tangan Angela, seraya memberi kode agar dia tidak ikut campur masalah ini.
"Sekarang aku tahu dia wanita yang licik," ucap Angela marah.
"Ya, dan sekarang aku sudah mengingat siapa Catherine sebenarnya," sahut Flo yang juga menatap tajam Catherine bersama pria tersebut.
******
Bersambung...