My Trouble Maker

My Trouble Maker
Masakan Angela



Sinar matahari menembus sela-sela jendela, membiarkan teriknya sampai menuju kamar apartemen yang kini terdapat Alex dan Angela didalamnya.


Alex terbangun sembari meregangkan otot-otot nya, saat melihat ke samping dia sudah mendapati seorang wanita masih tertidur lelap dalam posisi terduduk di tepi kasur. Meski terkejut pria itu tidak tega membangunkan Angela yang masih terlelap tidur, selang beberapa menit Alex masih terdiam menatap wajah Angela yang terlihat polos saat tidur tanpa makeup sedikit pun. Tidak ada yang berbeda dari wajahnya saat menggunakan makeup atau tanpa makeup, tetap cantik bahkan terlihat mempesona.


Agar tidak terlarut dalam suasana tersebut, Alex mencoba bangkit dan turun dari kasur nya. Belum sempat menginjakkan kakinya ke lantai, Angela juga ikut terbangun. Matanya berkedip seolah mengumpulkan nyawanya untuk bangun.


"Flo, kau dimana? Kenapa aku tidur di tepi kasur sih," suara Angela yang sedikit serak pasca bangun dari tidurnya.


Tidak sadar ada Alex di sampingnya membuat Angela masih berpikir dia berada di kamarnya.


"Eh, inikan bukan kamar ku. Aku dimana!"


"Ehem ... "


"Alex, kenapa kau bisa ada disini bersamaku?" Angela langsung berdiri sigap mengetahui kini dia bersama Alex.


"Uhmm, justru aku yang bertanya padamu kenapa bisa berada di kamarku?" Alex tanya balik pada Angela.


Angela langsung menepuk keningnya, kini dia ingat apa yang terjadi tadi malam sampai bisa dia berada satu kamar dengan Alex. Dirinya hanya tertawa kecil saat lupa bahwa tadi malam dia yang membawa Alex pulang saat mabuk.


"Aku ingat sekarang, tadi malam kau mabuk. Maka dari itu aku bawa kau pulang ke apartemen mu, kebetulan di kunci apartemen itu sudah tertera alamatnya," ucap Angela menjelaskan pada Alex.


"Aku mabuk?" Kini Alex yang mencoba mengingat semua kejadian tadi malam.


Dirinya memang ingat tadi malam dia pergi ke sebuah klub, itupun atas ajakan teman rekan kerjanya tapi tidak berapa lama kemudian teman nya tersebut pergi meninggalkan nya dengan alasan ada urusan penting, setelah itu Alex tidak mengingat apapun lagi.


"Apa aku melakukan sesuatu yang aneh saat mabuk tadi malam?"


Angela kini tersenyum jahil seperti nya dia ingin mengerjai Alex.


"Aku harus bilang apa ya, kau tidak ingat apa yang terjadi tadi malam saat kau mabuk?" Seolah mengingatkan Alex apa yang dia lakukan tadi malam.


"Hah? Jangan bilang aku melakukan hal aneh padamu tadi malam?" Alis Alex sedikit terangkat, mencoba untuk memahami maksud perkataan Angela.


"Ya, kau tidak ingat. Padahal tadi malam itu malam yang menjadi saksi bisu kita ber..." ucap Angela terputus.


Kini Alex langsung mendekati Angela, berdiri dihadapan wanita itu dengan mencengkeram kedua pundaknya.


"Katakan padaku apa yang terjadi, dari aku yang di klub sampai di apartemen saat ini."


"Tadi malam ..." Angela memicingkan matanya menahan perkataan nya yang membuat Alex menunggu jawaban darinya.


Alex semakin tegang melihat Angela tidak melanjutkan kalimatnya.


"Tadi malam tidak terjadi apa-apa," tawa Angela pecah di kamar itu, dia berhasil menjahili Alex yang sudah terlihat tegang. "Kau hanya mabuk, sesampainya di apartemen malah langsung tertidur. Pasti kau sangat lelah sekali."


Tangan Angela refleks mencubit kedua pipi Alex yang saat ini terlihat menggemaskan baginya, ekspresi Alex saat ini seperti anak kecil yang ketahuan mencuri kue di toples.


Mendengar kalimat itu juga Alex terlihat malu, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Pasalnya tadi dia pikir melakukan hal aneh pada Angela ketika mabuk, soalnya perlu diketahui Alex sebenarnya bisa melakukan hal apa saja jika sudah berhadapan dengan alkohol. Untungnya malam tadi mungkin dia terlihat lelah dengan segala pekerjaan di pikiran nya sampai langsung tertidur.


"Karena kau sudah tahu, bagaimana kalau aku memasakkan sesuatu untuk mu. Apalagi tadi malam kau banyak minum, akan aku buatkan sup dan beberapa makanan lainnya agar menghangatkan tubuh mu dari pengaruh alkohol," ungkap Angela.


"Kau bisa memasak?"


"Wah, jadi Tuan Alex yang terhormat ini meragukan Angela ya? Akan aku perlihatkan kemampuan ku sebagai chef. Tunggu ya aku akan segera memasak," tantang Angela melihat Alex bertanya seperti itu.


"Bukan begitu maksud ku, kau kan seorang model yang sibuk. Apa sempat memikirkan untuk memasak?" tanya Alex sekali lagi.


"Hei, Tuan Alex. Aku akan membuat mu bukan hanya menghabiskan makanan buatan ku, bahkan mungkin piring nya pun akan kau makan," kali ini Angela berbalik menunjuk Alex dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya dia letakkan di pinggang. Menunjukkan gaya Angela yang sangat percaya diri.


"Baiklah, buatkanlah aku makanan. Aku tidak sabar mencicipi masakan dari Chef Angela yang terhormat," senyum tipis tersirat di wajah Alex melihat Angela yang begitu yakin dan percaya diri ingin memasakkan sesuatu untuk nya.


Angela segera pergi ke dapur, dilihatnya bahan makanan Alex di kulkas. Sedikit takjub Angela melihat bahan makanan yang ada di apartemen Alex lumayan lengkap, mungkin saja saat itu Catherine lah yang membeli semua bahan makanan sebelum akhirnya mereka berpisah.


"Wah, semua bahan makanan nya lengkap. Baguslah kalau begitu jadi aku dengan mudah mau memasakkan sup dan makanan lain untuk nya."


Selang beberapa waktu kemudian Angela sudah siap dengan semua masakan yang dia buat, aroma wangi dari makanan yang Angela buat mengunggah selera. Selain sup dia juga membuat beberapa menu lainya, dan juga sedikit desert sebagai makanan penutup.


Angela berjalan kembali menuju kamar Alex, tanpa aba-aba dia langsung membuka pintu kamar tersebut. Sebuah pemandangan membuat mata Angela tidak berkedip.


Alex baru saja mandi, saat Angela langsung masuk kedalam kamarnya dia melihat tubuh Alex yang dibalut setengah handuk. Menunjukkan dada bidangnya, serta tubuh yang kotak-kotak alias sixpack, rambut yang basah yang sedikit acak-acakan, dan sisa air ditubuh Alex saat mandi memberi kesan pria itu sungguh sexy. Benar-benar sempurna untuk kalangan pria zaman sekarang.


Sadar diperhatikan Alex langsung melihat Angela yang terdiam tidak bergerak di depan pintu.


"Wow, luar biasa," ujar Angela tak sadar.


"Hah? Luar biasa?" Alex ikut terdiam, dia baru sadar kini tubuh nya tidak memakai baju hanya di balut setengah handuk. "Angela kenapa kau tiba-tiba masuk."


"Hehe, ahh ... kau ini jangan malu begitu, aku sudah biasa melihat yang begituan. Biasanya rekan model pria ku saat melakukan pemotretan, tapi jujur mereka tidak se-sexy dirimu," ujar Angela terlihat menggoda Alex. "Aku kesini mau bilang makanan sudah siap, segeralah pakai baju. Atau aku nanti yang pakaikan, hahahaha."


Hari ini Angela benar-benar menjahili dan menggoda Alex sepenuhnya, dia merasa lucu Alex terkadang bisa terlihat polos tidak seperti yang orang ketahui.


"Baiklah aku tunggu di meja makan," ujar Angela yang membalikkan badannya keluar dari kamar.


Angela bergumam dalam hatinya.


Aduh Mr. Perfeksionis ku hari ini kau sungguh menggemaskan, dan sangat sexy. Hehe.


Akhirnya Alex menuju meja makan dia sudah mengganti baju nya.


"Banyak sekali makanan nya," ujar Alex.


"Aku sengaja buat banyak, kan aku sudah janji akan membuat mu menyukai masakan ku. Jadi aku buatkan yang banyak biar kau puas makan nya," ucap Angela yang langsung menyiapkan piring untuk makan. "Ayo segera cicip."


Ketika mulai mencicipi masakan buatan Angela. Alex berhenti sejenak.


"Kenapa berhenti?" tanya Angela ragu, "Apa tidak enak? Padahal itu semua sudah resep terbaik yang aku buat." Angela tampak lesu mengetahui Alex berhenti mencicipi masakan buatan nya.


Tidak menjawab Alex malah langsung dengan lahap melanjutkan makan nya, kini dia benar-benar memakan semua masakan yang Angela buat.


"Pelan-pelan makan nya, nanti tersedak," ucap Angela.


Menghiraukan Angela, kini Alex seperti memiliki nafsu yang tinggi saat mengetahui masakan Angela benar-benar enak.


"Aku kenyang, ini sungguh enak. Apa masih ada lagi?" Alex memegangi perutnya.


"Apa? Mau lagi, hei semua makanan ini hampir kau yang makan. Aku hanya dapat sedikit padahal aku yang masak dan kau minta lagi?," Angela sedikit mengerucutkan bibirnya mengetahui makanan di meja tersebut habis di lahap Alex. Wajah nya menunjukkan ekspresi cemberut saat ini.


"Makanan mu sangat enak, aku tipe yang sangat pilih-pilih makanan. Entah mengapa masakan ini semuanya cocok di lidah ku. Terimakasih Angela berkat mu aku bisa makan dengan baik."


Yang tadi sedikit cemberut kini mata Angela berbinar mendengar ucapan Alex yang memuji masakan nya.


"Sudah aku bilang pasti kau akan suka masakan ku," Angela menyombongkan diri. "Oh iya, bahan makanan mu sangat lengkap jadi aku rata-rata pakai semua untuk masak makanan semua ini."


"Tidak apa-apa, aku sengaja membeli nya banyak terkadang jika aku lapar. Aku langsung masak sendiri," ujar Alex.


"Jadi semua bahan makanan tersebut kau yang beli? Aku kira ..."


"Catherine? Dia tidak peduli isi kulkas atau masalah bahan makanan, selama ini kalau di rumah ataupun di apartemen para pelayan yang akan masak," Alex sedikit acuh ketika membahas Catherine.


"Maaf," Angela sedikit menunduk.


"Kenapa meminta maaf, kau kan tidak salah," Alex tersenyum lebar pada Angela. "Kapan-kapan kalau ada waktu aku ingin kau buatkan lagi masakan untuk ku, bagaimana?"


"Baik, pasti akan aku buatkan. Asal kau tidak menghabisi semua nya lagi!" kini Angela memicingkan matanya.


"Oke, aku janji."


******


Bersambung...