My Sexy Boss

My Sexy Boss
Tamat.



Pagi hari yang cerah, di masion milik Daniel semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga untuk bersantai ria dan becanda dengan anak sekaligus cucu pertama mereka.


"Din, apa kamu sudah siap untuk punya anak lagi." Pertanyaan itu terluncur kan dari bibir Bibi Dinda.


Sekarang usia Al sudah menginjak satu tahun, di usia nya yang kini dua tahun Al sangat lah aktif. Bahkan tak jarang dia selalu membuat repot semua orang, seperti Mama Daniel dan Bibi Dinda saat berkunjung.


"Aku belum memikir kan nya lagi bi." Jawab Dinda.


Ya, Dinda dan Daniel memang belum memikir kan untuk punya momongan lagi. Mereka masih ingin memfokuskan perhatian mereka pada Al. Toh walaupun mereka tidak di beri momongan kembali, mereka tidak akan merasa kecewa. Karena memang niat Daniel dan Dinda hanya ingin memiliki anak satu saja, tapi jika tuhan memberi lagi momongan, maka Dinda dan Daniel pasti akan menerima nya dengan lapang dada.


"Kami memang tidak terlalu ingin memiliki anak kembali bi." Ucap Daniel ikut menyahut.


"Memang nya kenapa?" Tanya Mama Daniel.


"Kami rasa punya anak satu pun cukup bagi kami." Balas Daniel.


"Kalau Dinda hamil lagi bagaimana?" Tanya Bibi nya lagi.


"Ya kita syukuri dong."


"Lagian Dinda pasti masih trauma dengan yang nama nya melahirkan. Ya kan sayang?" Lanjut Daniel sekaligus bertanya pada istri nya.


"Iya, aku masih trauma." Balas Dinda.


"Kami hanya menanyakan saja bukan memaksa kalian untuk memiliki momongan lagi." Ucap Mama nya pada anak dan menantu nya agar tidak salah paham dengan yang dia tanya kan tadi.


"Ya kami ngerti kok." Ucap Dinda sambil mengulas senyum tipis nya.


"My.. My..." Panggilan Al mampu membuat semua orang teralih ke arah nya.


"Ada apa sayang?" Tanya Dinda dengan lembut.


"My... My... My.." Al menunjuk ke arah makanan kesukaan nya.


Dinda pun mengerti apa yang di kata kan oleh anak nya, dengan segera dia mengambil makanan itu dan memberikan nya kepada Al.


"Ini sayang." Dinda menyerah kan makanan nya ke tangan kecil Al.


"Cihh..." Ucap Al pada Mommy nya.


Al yang memang belum lancar berbicara pun hanya bisa memanggil orang atau meminta bantuan dengan ujung kalimat nya saja. Seperti tadi Al memanggil Dinda dengan ' My.' Dan tadi Al juga mengatakan Terima kasih dengan kata 'Cihh.'


"Iya sama sama sayang." Ucap Dinda dengan gemas mencubit pipi anak nya itu.


"My!!" Al merengek saat Mommy nya mencubit pipi nya. Dia paling tidak suka ada orang yang mencubit pipi nya, termasuk Mommy nya sendiri.


Semua orang juga ikut tertawa saat melihat Al dengan wajah kesal nya karena pipi nya di cubit oleh Dinda.


"Kakek cium ya." Goda Papa Daniel membuat Al langsung menjauh dari nya.


"No!" Ucap Al dengan menggeleng kan kepala nya.


"Memang nya kenapa gak mau di cium sama kakek?" Tanya Mama Daniel.


"Kek au." Balas Al dengan menutup hidung nya dengan tangan mungil nya.


Seketika semua orang yang ada di ruangan itu tertawa geli saat mendengar apa yang di ucap kan oleh Al. Padahal kakek nya sekali tidak bau, tapi menurut Al kakek nya itu bau saat mencium nya.


"Kalau Daddy cium mau gak?" Tanya Daniel pada anak nya.


"No!" Balas Al.


"Kenapa? Apa Daddy juga bau kayak kakek?" Tanya Daniel dan di angguki oleh Al. Semua orang kembali tertawa dengan tingkah lucu Al.


"Kalau kakek cium mau gak?" Tanya Paman Dinda.


Dan dengan ajaib nya Al mengangguk antusias saat kakek nya mengatakan itu.


"Sini dong." Ucap Paman Dinda lagi dengan menepuk kedua paha nya agar cucu nya duduk di pangkuan nya.


Dengan segera Al pun berjalan menuju Paman nya dan langsung duduk di pangkuan nya. Yang lain hanya menggeleng kan kepala mereka saja saat melihat ke lengketan Al dan Paman nya Dinda.


Mereka pun kembali menghabiskan waktu mereka dengan Al sampai menjelang malam, Bibi Dinda, Paman Dinda, Mama Daniel dan juga Papa Daniel berpamitan untuk pulang karena memang mereka tidak pernah menginap saat berkunjung ke rumah Daniel.


Setelah semua pulang dan Al juga sudah tidur, kini hanya tersisa Dinda dan Daniel yang sedang bersandar sambil mengobrol banyak hal.


"Sayang." Daniel memanggil istri nya yang saat ini berada di dalam kedapanan nya.


"Ya Mas." Sahut Dinda dengan menikmati usapan lembut suami nya.


"Makasih karena sudah menerima mas dengn segala kekurangan nya, dan terima kasih juga sudah memberikan begitu banyak kebahagiaan di dalam hidup Mas." Ucap Daniel dengan tulus.


Dinda melepas kan pelukan nya dan menatap mata suami nya dengan lembut.


"Aku juga berterima kasih sama kamu Mas, karena kamu sudah mau menerima segala kekurangan aku. Dan aku juga berterima kasih sama kamu, karena kamu udah jadi suami yang begitu setia dan ngertiin aku. I Love Boss Sexy ku." Ucap Dinda dengan menaut kan bibir mereka.


"I Love You Too, Sekertaris ku." Balas Daniel saat tautan nya terlepas.


~TAMAT~