
Setelah Kejadian memalukan di supermarket tadi, daniel terus saja mendiam kan dinda. bukan hanya karena marah tapi juga dia merasa sangat malu atas kejadian tadi di supermarket.
Flashback.
" Kon-dom " Lirih Daniel.
" Iya mas, ini ****** " Ucap dinda dengan menyerah kan barang itu ke tangan suami nya.
" Sayang buat apa ini ?" Tanya Daniel dengan lirih karena takut banyak orang yang melihat ke arah nya.
" Ya buat kamu malam mas " Jawab dinda dengan santai.
" Tapi sayang mas juga punya di kamar, kenapa gak pakai yang ada di kamar aja ?"
" Itu mah udah kadaluarsa mas " Jawab dinda dengan santai dia berjalan meninggal kan daniel yang masih syok dengan tingkah istri nya itu.
Lamunan nya buyar saat ada seorang ibu ibu menepuk bahu nya.
" Mas maaf dong geseran, saya mau ngambil itu " Kata ibu ibu itu sambil menunjuk ke arah ******.
" Ibu mau beli itu ?" Tanya daniel.
" Iya mas "
" Bu ini aja ya, buat ibu nanti saya bayarkan " Ucap Daniel sambil menyerah kan ****** yang tadi dinda pilih kepada ibu ibu tadi.
setelah itu dia menyusul istri nya yang tengah menunggu nya di dekat kasir.
" Yuk yank " Ajak daniel menggandeng tangan istri nya agar keluar dari supermarket itu.
" Mas mana tadi barang yang aku pengen ?" Tanya dinda menahan tangan suami nya agar tidak dulu keluar dari supermarket nya.
" Barang apa yank ?" Tanya daniel pura pura tidak tau.
" Ihh, tadi ****** nya mana ?" Ucap dinda mengeras kan suara nya karena kesal kepada suami nya, tapi berbeda dengan daniel yang kini sudah menutup wajah nya lantaran malu dengan tingkah istri nya.
" Sayang barang nya ada di kantong mas " Bisik daniel agar tidak membuat nya semakin malu.
" Beneran ?" Tanya dinda tak percaya dengan ucapan suami nya nya.
" Iya " Setelah itu dia menyeret tubuh istri nya menuju parkiran dan langsung membuka kan pintu untuk istri nya setelah istri nya duduk dia juga langsung berlalu menuju kemudi nya dan langsung menjalan kan mobil nya meninggal kan supermarket.
Di dalam mobil tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali, sampai di rumah dinda langsung turun dan masuk ke dalam rumah nya tanpa berpamitan pada suami nya.
Sedangkan daniel menatap tubuh istri nya dengan heran, kenapa dia merasa kalau dinda marah pada nya, bukan nya yang harus marah itu daniel tapi kenapa jadi dinda yang ikut ikutan marah, Fikir nya.
Dia pun tidak menyusul istri nya karena ada meeting yang harus dia datangi.
Sedangkan dinda langsung memasuki kamar nya dengan membanting kan pintu nya dengan kasar.
Ternyata dinda tau kalau ****** yang dia pilih tadi di berikan kepada ibu ibu. yang membuat nya kesal lagi suami nya itu tidak jujur kalau ****** nya sudah dia berikan pada orang lain.
' Apa susah nya sih jujur. ' Gerutu dinda.
Kembali Ke Realita.
Sepulang dari kantor daniel menyerit heran melihat istri nya yang mendiam kan nya seperti dia mendiam kan dinda.
' Kenapa dia? Harus nya aku yang di sini yang harus marah tapi dia juga malah ikut ikutan marah, dasar bumill. ' Gerutu daniel sambil memaka makanan yang sudah di siap kan oleh dinda.
" Jangan menggerutu dalam hati mas, nanti kegigit tuh bibir " Tegur dinda tanpa menatap wajah suami nya.
Tak lama kemudian ucapan dinda jadi kenyataan.
Bibir daniel di gigit oleh gigi nya sendiri, bukan karena gerutuan tadi tapi dia tergigit karena ucapan istri nya yang tau kalau diri nya sedang menggerutu dinda dalam hati nya.
" Tuh kan di bilang jangan menggerutu dalam hati." Ucap dinda dengan nada meledek.
" Siapa juga yang menggerutu." Elak daniel.
" Udah ketahuan masih aja ngelak " Cibir dinda meninggalkan suami nya dengan menahan tawa nya.
Sedangkan daniel yang ada di dapur hanya bisa berdecak kesal sambil meringis karena bibir nya terluka.
' Bukan nya bantuin suami, ini mah malah pergi aja ' Gerutu daniel yang kini melangkah menghampiri istri nya yang tengah menonton televisi.
" Sayang obatin dong bibir aku, ini luka loh " Rajuk daniel yang sudah duduk di samping istri nya.
" Bukan nya mas punya tangan sendiri " Ucap dinda dengan santai tanpa menatap ke arah suami nya.
" Tapi sayang mas gak tau sebelah mana luka nya " Ucap daniel masih membujuk istri nya agar mengobati luka di bibir nya.
" Kan ada cermin mas " Balas dinda masih dengan posisi nya.
" Susah sayang "
" Ck, Ya udah bentar aku ngambil dulu kotak p3k nya." Dinda merasa kasihan saat melihat suami nya yang terus meringis karena luka di bibir nya.
" Sini " Perintah dinda pada suami nya agar mendekat pada diri nya.
Setelah mendekat dinda pun mengobati bibir suami nya dengan telaten.
" Maka nya kalau kata istri jangan ya jangan." Ceramah dinda saat sudah mengobati luka suami nya.
" Iya sayang iya "
" Kalau kata istri beli itu ya harus beli itu." Ucap dinda menyindir tentang ****** tadi.
" Kan kita beli sayang " Elak daniel.
" Masih aja bohong, emang aku gak tau apa kalau ****** nya kamu kasih ke ibu ibu " Gerutu dinda sambil meninggal kan suami nya yang sedang menyengir karena ketahuan oleh istri nya.
Jangan lupa vote, like, komen dan jangan lupa hadiah nya.