My Sexy Boss

My Sexy Boss
Kedatangan Mama mertua lagi.



Siang ini ruang meja makan, sudah tersaji berbagai makanan siang yang di buat oleh Bibi nya Dinda.


"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Daniel.


Saat ini mereka berempat sudah duduk di tempat mereka masing masing. Dengan posisi, Daniel bersampingan dengan Dinda dan Bibi nya di sebrang Daniel bersampingan dengan suami nya.


"Aku ingin rendang itu Mas." Balas Dinda dengan menunjuk ke arah rendang yang posisi nya dekat dengan suami nya.


"Baik lah." Dengan telaten Daniel menyiap kan menu makan sang istri.


Memang sejak kandungan Dinda mulai besar, Daniel lah yang selalu menyiap kan makanan untuk istri nya. Pada hal Dinda selalu melarang nya, tapi Daniel tetap memaksa ingin membantu istri nya itu. Sedang kan Dinda yang memang tau sipat keras kepala suami nya pun hanya bisa mengalah saja.


"Nih sayang." Daniel menyerah kan piring yang sudah di penuhi nasi dan lauk pauk nya ke hadapan istri nya.


"Makasih Mas." Tak lupa juga Dinda selalu mengucap kan terima kasih pada suami nya.


"Sama sama sayang."


Mereka pun mulai makan dengan khidmat, tidak ada satu orang pun yang berbicara di antara mereka berempat.


Setelah selesai makan siang, seperti biasa nya mereka pergi menuju ruang keluarga untuk mengobrol santai.


"Niel kantor bagaimana? Apa tidak apa apa kamu tinggal begitu lama?" Tanya Paman nya Dinda dengan memulai pembicaraan nya.


Ya, sudah cukup lama Daniel mengambil cuti untuk tidak masuk kantor karena dia ingin menjadi suami siaga. Dia takut istri nya melahir kan di saat dia tidak ada di samping sang istri, jadi dia pun memutus kan untuk cuti sampai Dinda benar benar pulih dari pasca melahir kan nya.


"Paman tenang aja, kantor udah ada yang ngurus kok. Jadi jangan khawatir." Balas Daniel sambil terus mengelus perut buncit istri nya.


"Kamu kalau mau ke kantor, ke kantor aja. Kalau urusan Dinda biar Bibi aja yang ngurusin, atau Mama kamu aja bawa ke sini buat nemenin Dinda. Jadi kamu gak terlalu khawatir karena istri kamu di jaga sama Mama kamu dan bibi nya." Usul Paman nya.


"Mama lagi gak bisa Paman, jadi Daniel mau ninggalin Dinda di sini juga masih ragu. Bukan nya Daniel meragu kan Bibi, tapi Bibi kan orang nya sibuk di dapur dan kerjaan rumah. Daniel takut kalau nanti Dinda mau melahir kan, Bibi gak bisa denger Dinda. Kalau Daniel ada di sini, Daniel bisa fokus ngurusin Dinda, dan kalau ada apa apa Daniel jadi bisa tau." Ucap Daniel panjang lebar.


"Daniel bener Mas, aku kan suka sibuk di dapur dan di taman belakang. Jadi kalau terjadi apa apa, aku gak bisa tau Mas." Ucap Bibi nya yang juga ikut nenyetujui apa yang di ucap kan oleh Daniel.


"Baik lah kalau itu yang terbaik, Paman dukung aja." Balas Paman nya.


Mereka pun melanjut kan obrolan mereka. Tapi saat di tengah tengah obrolan mereka, suara teriakan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik menghenti kan obrolan mereka semua.


"Dinda!" Teriak Mama nya Daniel dengan sedikit berlari menuju menantu kesayangan nya itu.


"Mama." Dinda pun langsung berdiri dan menyambut hangat pelukan mertua nya itu.


"Apa kabar Ma? Udah lumayan lama kita gak ketemu ya?" Tanya Dinda dengan mengiring Mertua nya agar duduk di samping nya.


"Kabar Mama baik kok, kita udah satu bulan belum ketemu kayak nya. Ouh iya, besan ada di sini?" Ucap Mama nya sekaligus bertanya.


"Ya saya di sini sudah dua hari besan."Balas Bibi nya Dinda.


"Wah, ternyata udah dua hari di sini. Tapi kok gak ada yang ngasih tau saya kalau besan ada di sini?"


"Mungkin Dinda dan Daniel lupa kali mau ngasih tau nya." Balas Bibi nya.


"Iya Ma, Daniel lupa ngasih tau Mama kalau Bibi ada di rumah." Ucap Daniel yang juga ikut menyahut.


"Kamu ini memang kebiasaan banget." Gerutu Mama, sedang kan yang lain hanya berkekeh saja mendengar gerutuan Mama nya Daniel.


"Ouh iya Mama bawa sesuatu buat kamu dan cucu Mama." Lanjut nya lagi dengan membuka paperbag yang dia bawa tadi.


"Apa tuh?" Tanya Dinda dengan kepo.


"Ini loh sayang, baju yang kamu mau." Ucap Mama nya dengan memamer kan baju yang dia bawa


"Wah cantik banget, makasih loh Ma." Dinda begitu bahagia saat melihat baju yang sudah lama dia idam kan.


"Sayang, kenapa kamu gak ngomong kalau kamu mau baju itu?" Tanya Daniel dengan heran. Pasal nya Dinda sama sekali tidak bilang pada nya kalau dia ingin baju.


"Sebenar nya Dinda mau ngomong sama Mas Daniel, tapi aku liat Mas Daniel sibuk banget. Jadi Dinda gak jadi ngomong nya takut Mas Daniel gak ngizinin." Ucap Dinda dengan menjelas kan pada suami nya.


"Kamu ini kalau mau apa apa ngomong aja, Mas bakal kasih kok." Balas Daniel, sedang kan Dinda hanya menanggapi nya dengan senyuman saja.


"Ouh iya itu apa Ma yang di plastik?" Tanya Dinda dengan penasaran apa isi plastik yang di tangan Mama mertua nya.


"Ouh ini sayuran dan buah buahan buat di dapur kamu." Balas Mama nya sambil memperhati kan isi di dalam plastik itu. Sedang kan Dinda hanya mengangguk saja pertanda mengerti.


Mereka pun menerus kan obrolan nya hingga sore menjelang.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author tambah semangat lagi nulisnya.