
Daniel melangkah dengan tergesa gesa saat tidak menemukan istri nya. Tadi dia bertanya pada semua karyawan yang dia lewati, tapi mereka semua mengatakan kalau mereka tidak bertemu Dinda.
"Kamu di mana sayang."Gumam Daniel yang sudah seperti orang gila.
"Pak."Suara laki laki paruh baya membuat Daniel membalik kan tubuh nya dan langsung menghadap ke arah orang yang tadi memanggil nya.
"Ada apa?" Tanya Daniel.
"Bapak sedang mencari istri bapak?" Tanya laki laki paruh baya itu, sedang kan daniel hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan laki kaki paruh baya di hadapan nya.
"Tadi saya lihat istri bapak sedang memakan seblak di taman dekat kantor." Ucap laki laki paruh baya itu membuat Daniel bernafas lega saat mendengar nya.
Daniel pun mengambil dompet nya dan memberi beberapa lembar uang berwarna merah kepada laki laki paruh baya itu.
"Terima kasih pak." Ucap Daniel dan setelah itu Daniel pun pergi meninggal kan laki laki paruh baya yang tengah terbengong saat menerima beberapa uang kertas berwarna merah itu.
"Ya allah, semoga rumah tangga bapak tersebut langgeng. Aminn" Doa laki laki paruh baya itu, setelah itu dia pun pergi menuju rumah nya.
Sedang kan Daniel melangkah dengan tergesa gesa karena ingin segera sampai di tempat Dinda berada. Saat sampai di taman, Daniel kembali bernafas lega saat melihat istri nya yang tampak baik baik saja. Bahkan kini istri nya tengah menejam kan mata nya dan menghirup udara di taman tersebut.
Dengan langkah pelan, Daniel mulai mendekati istri nya yang tampak sedang asik dengan kegiatan nya. Sesampai nya di belakang tubuh istri nya, Daniel pun langsung memeluk nya dari belakang.
Dinda yang tadi nya sedang memejam kan mata nya langsung tersentak kaget saat ada orang yang memeluk nya dari belakang. Saat dia akan berontak, amora suami nya masuk ke dalam indra penciuman nya. Membuat Dinda tidak jadi memberontak karena dia tau siapa yang sedang memeluk diri nya.
"Jangan kayak gini lagi."Bisik Daniel tepat pada telinga istri nya, membuat bulu kuduk Dinda berdiri karena merinding.
"Iya."Balas Dinda dengan suara lirih.
Daniel pun membalik kan tubuh istri nya agar menghadap ke arah nya.
"Maaf kan aku." Ucap Daniel sambil membawa tubuh istri nya ke dalam pelukan nya. Sedang kan Dinda hanya mengangguk saja di dalam pelukan suami nya.
"Aku juga minta maaf, karena sikap ku yang kekanak kanak kan." Ucap Dinda yang juga merasa bersalah karena meninggal kan suami nya.
"Ini bukan salah kamu, tapi ini salah aku yang tidak bisa menuruti kemauan kamu dan baby kita." Ucap Daniel melepas kan pelukan nya dan mencium kening istri nya, tak lupa juga tangan nya mengelus perut buncit istri nya.
"Gak apa apa, gak di beliin sama daddy nya juga. Asal kan sekarang aku udah memakan nya tanpa sepengetahuan kamu mas." Ucap Dinda membuat Daniel mencium pipi istri nya dengan gemas.
"Udah pinter boong ya." Ucap Daniel dengan gemas.
"Kan aku di ajarin sama kamu mas." Ucap Dinda dengan di akhiri kekehan.
"Kapan?" Tanya Daniel menaik kan satu alis nya.
"Gak tau aku juga lupa." Ucap Dinda dengan tertawa.
"Aneh kamu ini."Ucap Daniel sambil menoyor kening istri nya lantaran gemas dengan tingkah istri nya.
"KDRT apaan, kamu ini ada ada saja." Ucap Daniel sambil mengelus kening istri nya juga.
"Udah yuk kita balik lagi ke kantor." Ajak Daniel sambil memeluk pinggang istri nya dengan fosesif.
"Mas aku mau pulang aja, kalau aku di kantor takut ganggu mas kerja." Ucap Dinda di sela sela langkah nya.
"Beneran?" Tanya Daniel memastikan.
"Iya, aku juga ngatuk banget pengen tidur di kasur kita." Ucap Dinda dengan menguap.
"Ya udah, mas anterin kamu ya." Ucap Daniel dan di angguki oleh dinda.
Daniel pun mengantar kan istri nya ke rumah nya. Sesampai di rumah nya Daniel juga menggendong tubuh istri nya menuju kamar mereka, lalu di baring kan tubuh istri nya di atas kasur berukuran king size itu. Setelah membaring kan istri nya Daniel pun tak lupa menyelimuti tubuh istri nya.
"Mas kerja dulu ya."Pamit Daniel pada istri nya yang sudah terlelap di alam mimpi nya.
Setelah itu Daniel pun pergi lagi meninggal kan rumah nya dan pergi menuju kantor nya untuk menyelesaikan beberapa berkas yang harus dia tandatangani sekarang.
Tok...Tok...Tok..
Suara ketukan pintu mengalih kan perhatian Daniel yang sedang fokus pada berkas di tangan nya.
"Masuk."Perintah Daniel dari dalam. Tak lama kemudian sang asisten pun datang dengan membawa ponsel di tangan nya.
"Ada apa?" Tanya Daniel dengan serius, karena dia tau kalau asisten nya datang dengan hanya membawa ponsel. Itu arti nya ada hal penting yang dia akan sampai kan pada nya.
"Restoran yang ada di negara N terbakar, dan ada beberapa karyawan yang bekerja di sana terluka parah."Ucap Raka membuat Daniel mengeras kan rahang nya. Dia tau kalau Rival nya pasti yang melakukan semua itu.
"Apa kah dia yang melakukan nya?" Tanya Daniel dan di angguki oleh Raka.
"Sudah ku duga, pasti dia dalang dari semua nya." Geram Daniel dengan mengepal kan tangan nya dengan kuat karena menahan emosi.
"Lalu apa rencana kita pak?" Tanya Raka dengan raut wajah serius.
"Kita beri kan dulu dia waktu untuk menikmati dunia. Karena kalau dia sudah puas dengan dunia nya, kita akan membawa dia ke hadapan malaikat maut." Ucap Daniel dengan sorot mata tajam nya.
"Baik pak." Raka hanya menjalan kan semua yang di perintah kan oleh Daniel kepada nya.
Walau pun itu perintah untuk membunuh rival nya, Raka akan tetap menuruti nya. Karena bagi nya perintah Daniel lebih penting dari pada semua nya.
"Kau boleh keluar." Usir Daniel dengan terang terangan membuat asisten nya itu mendengus kesal, pada boss nya itu yang selalu seenak nya mengusir diri nya. Tanpa mengatakan apa pun, Raka langsung keluar dan pergi menuju ruangan nya kembali.
Sedang kan Daniel hanya mengangkat bahu acuh dan kembali fokus pada pekerjaan nya kembali.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya agar author tambah semangat lagi🔥