
" Sayang " Panggil daniel saat ini sedang berbaring di kasur bersama istri nya.
" Hm." Dinda hanya berdeham saja menjawab panggilan suami nya.
" Sayang, Nanti dua hari lagi mas mau ke luar kota." Ungkap daniel sambil melirik reaksi dinda.
" Ke luar kota ?" Tanya dinda memastikan.
" Iya."
" Tidak bisa di wakili oleh Raka ?" Tanya dinda yang tak rela di tinggal kan suami nya.
" Enggak bisa sayang " Ucap daniel berbohong, padahal tidak ada pekerjaan di luar kota, dia hanya ingin mencair kan suasana yang tadi dingin karena masalah di supermarket.
" Biasa nya juga bisa mas " Ucap dinda dengan raut wajah kesal, bahkan sekarang dia membelakangi tubuh suami nya.
" Sayang, tidur nya jangan gitu." Ucap daniel yang kini membalik kan tubuh istri nya agar menghadap diri nya.
" Kenapa gak bisa di wakilin ?" Tanya dinda yang sudah menatap wajah suami nya.
" Mas juga gak tau " Jawaban daniel sangat aneh menurut dinda.
" Kok gak tau ?" Tanya dinda cemberut.
" Karena kan tidak ada pekerjaan di luar kota." Ucap daniel sambil berkekeh.
" Ihh dasar ya, tukang bohong." Dinda terus memukuli Dada suami nya, bukan nya merasa sakit daniel malah semakin tertawa dengan reaksi istri nya.
" Hahaha, sayang udah mas gak kuat lagi ketawa nya." Daniel berusaha menghentikan tawa nya dan tangan istri nya yang terus memukuli nya.
" Huh, Menyebalkan " Setelah mengatakan itu dinda pun bangkit dari berbaring nya dan melangkah menuju pintu kamar dan meninggal kan suami nya yang sedang tertawa.
Sedangkan daniel masih belum menghentikan tawa nya karena merasa bahagia melihat wajah kesal sekaligus marah istri nya, setelah menghentikan tawa nya daniel pun keluar mencari istri nya yang lebih dulu je luar.
" Sayang." Teriak daniel menggema di setiap sudut masion mewah itu, tapi tidak ada sahutan dari istri nya.
" Bii " Panggil daniel saat melihat bi ani sedang mengambil minum di dapur.
" Iya tuan "
" Lihat dinda gak bii ?" Tanya daniel.
" Tadi non dinda bilang mau menginap di rumah nyonya " Balas bii ani membuat daniel terkejut bukan main.
" Kenapa bibi gak bilang dulu sama daniel " Ucap daniel yang marah karena mengetahui istri nya pergi ke rumah orang tua nya malam malam begini.
" Bibi kira non dinda udah di izinin sama tuan " Ucap bi ani menundukan kepala nya karena takut, dia kira dinda sudah di izin kan oleh daniel untuk ke rumah orang tua nya tapi ternyata dia salah.
" Yasudah, Daniel mau nginap juga di sana. Jangan lupa ini rumah kunci semua, pastiin jendela sudah terkunci semua." Pesan daniel pada asisten senior di rumah nya.
" Baik tuan " Dengan patuh bi ani pun memeriksa semua jendela yang ada di sana.
Sedangkan daniel langsung berlari menuju kamar nya dan mengambil jaket milik nya, setelah itu dia langsung menuju bagasi motor nya dan mengambil asal salah satu motor milik nya.
Dia mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi karena mengkhawatirkan keadaan dinda, walaupun dinda ada di rumah orang tua nya, daniel masih saja menghawatirkan nya.
" Sayang " Teriak kan daniel begitu menggema membangun kan semua orang yang tidur di masion itu.
" Ada apa sih niel? Teriak teriak begitu " Mama nya keluar kamar dan mendapati anak nya yang sedang berteriak seperti di hutan.
" Ma dinda mana ?" Tanya daniel menghampiri mama nya yang berdiri di pintu kamar nya dengan keadaan berantakan.
" Dinda ?" Tanya mama nya memastikan.
" Iya "
" Dinda gak ada di sini " Ucap Mama nya.
" Lah, tadi kata bii ani, dinda ke sini Ma" Ucap daniel mulai panik.
" Tapi emang Dinda gak ada di sini " Jawab Mama nya yang tidak tau kalau dinda ada di rumah nya, karena dia baru saja bangun tidur, dia tidur dari sore dan terbangun karena teriakan daniel yang mencari dinda.
" Coba tanya Papa sama Art " Usul daniel.
" Tanya ke Papa kamu dulu aja." Ucap Mama nya.
" Di mana Papa ?"
" Di ruang kerja nya " Setelah mendengar jawaban Mama nya daniel bergegas menuju ruang kerja milik Papa nya.
" Pa " Panggil daniel yang kini sudah ada di dalam ruang kerja milik papa nya.
" Eh, Niel ada apa? Kok tumben ke sini " Papa nya cukup terkejut melihat kedatangan anak nya yang tiba tiba.
" Pa, Dinda ada di sini ?" Tanya daniel the points.
" Dinda ?" Tanya Papa nya dan di angguki oleh daniel.
" Papa gak tau niel, soal nya Papa dari sore ada di sini dan Mama kamu tidur. Jadi gak tau kalau dinda ada di sini atau enggak " Ucap Papa nya.
" Mending kamu periksa aja di kamar kamu " Lanjut nya lagi.
" Iya." Daniel langsung bergegas menuju kamar milik nya.
Sesampai di sana dia hanya bisa mengelus dada dan menggelengkan kepala saja saat melihat posisi tidur dinda yang terlentang dengan pakaian yang sedikit terangkat dan menampil kan perut yang sudah sedikit membuncit itu.
Lalu daniel menghampiri istri nya dan membenahi posisi nya agar istri nya nyama, setelah itu dia merapih kan pakaian istri nya yang terangkat.
" Aku cari kemana mana, ternyata kamu lagi enak tidur di sini." Bisik daniel di telinga istri nya, dia pun mengelus perut istri nya dan berbisik pada calon anak nya.
" Baik baik di perut mama ya sayang, daddy sayang kamu dan mommy kamu ". Setelah itu dia menghujani ciuman bertubi tubi pada perut istri nya, dan membuat dinda sedikit menggeliat karena merasa geli.
Setelah puas dengan kegiatan nya daniel pun ikut membaring kan tubuh nya di samping istri nya dan langsung memeluk tubuh istri nya, tak lupa juga dia menghujani wajah istri nya dengan kecuapan.
" Good night honey ." Bisik daniel.
Setelah itu dia pun ikut menyusul istri nya menuju alam mimpi.
Jangan lupa vote,like, komen dan hadiah nya.