
Dinda mulai mengerjap kan mata nya, dia melihat jam ding ding sudah menunjuk angka empat sore, tak terasa dinda menghabis kan lima jam dengan tidur.
saat akan bangun dari berbaring nya, dinda tampak kesusahan karena perut nya yang sudah besar di tambah lagi suami nya yang memeluk nya begitu erat dari belakang membuat dinda tambah kesusahan.
Dinda ingin membangun kan suami nya, tapi dia tidak ingin membuat daniel terganggu, jadi dia berusaha sendiri untuk bangun dari tidur nya.
'Duh Mas Daniel erat banget peluk nya.' Gumam dinda yang masih berusaha bangun.
"Sayang." Suara khas bangun tidur terdengar di indra pendengaran dinda yanv masih berusaha melepas kan diri nya dari kedapan suami nya.
"Mas kamu udah bangun?" Tanya dinda sambil mengulas senyum saat melihat suami nya yang sudah membuka ke dua mata nya.
"Iya. Apa kamu butuh sesuatu sayang?" Tanya daniel sambil melepas kan pelukan nya dan mendudukan diri nya.
"Iya Mas, Tolong dong bantu aku bangun." Ucap dinda sambil merentang kan tangan nya pertanda minta tolong.
"Ya udah sini." Dengan hati hati daniel membangun kan tubuh istri nya dan menduduk kan nya dekat diri nya.
"Dari tadi kamu gak bisa diem ternyata gak bisa bangun hm?" Tanya daniel yang tadi merasa terusik tidur nya
"Mas udah dari tadi bangun nya?" Tanya dinda kaget saat mendengar ucapan suami nya.
"Enggak kok, Tapi tadi sempet ngerasa ada yang bergerak terus." Ucap daniel.
"Maaf ya jadi menganggu tidur kamu mas." Ucap dinda dengan raut wajah sesal nya.
" Kamu ngomong apa sih sayang, Mas sama sekali gak terganggu dengan gerak gerak kamu tadi." Ucap daniel menenang kan istri nya yang tampak bersalah karena membuat diri nya bangun dari tidur nya.
"Ouh iya, kamu mau apa tadi ?" Tanya daniel mengalih kan pembicaraan nya.
"Aku mau mandi mas, gerah ini." Ucap dinda sambil mengibas ngibas kan tangan nya di depan wajah nya.
"Sekarang jam berapa emang nya?" Tanya daniel sambil membantu istri nya turun dari tempat tidur nya.
"Udah jam empat mas." Ucap dinda sambil berjalan menuju kamar mandi di bantu oleh suami nya.
Sesampai nya di kamar mandi, daniel langsung membuka pakaian milik istri nya dan membantu istri nya mandi. Karena saat kandungan dinda sudah besar, dinda jadi sulit bergerak. Daniel yang memang ingin menjadi suami siaga langsung membantu sang istri bila membutuhkan bantu nya.
Setelah selesai dinda pun memakai pakaian di bantu oleh suami nya, Setelah semua nya selesai kini giliran daniel yang akan mandi. Sedang kan dinda menunggu nya di tepi kasur sambil memain kan ponsel milik suami nya karena ponsel milik kehabisan baterai.
Tak lama kemudian daniel keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggang nya dan jangan lupa kan rambut nya yang basah membuat daniel tambah terkesan hot. Kadang dinda juga suka di pergok oleh suami nya karena terlalu lama melihat ketampanan suami nya itu.
"Udah puas belum ?" Goda daniel membuat dinda yang sedang menatap nya tanpa kedip pun memaling kan wajah nya karena malu, lagi lagi dia di pergoki oleh suami nya sedang mengagumi tubuh suami nya itu.
"Tenang aja sayang, ini cuma punya kamu kok." Ucap daniel tersenyum jahil ke arah istri nya yang tampak bersemu merah di area pipi nya.
"Apaan sih mas, udah sana gih pakai baju takut nya masuk angin."Ucap Dinda mengusir suami nya agar segera memakai pakaian.
Setelah selesai daniel menghampiri istri nya dan mengajak nya untuk keluar dari kamar.
Sesampai nya di ruang tamu dinda dan daniel di buat geleng geleng kepala saat melihat Mama nya yang tertidur dengan tangan yang masih memegang cemilan kesukaan nya dan jangan lupa kan tv masih menyala di depan nya.
"Mama kebiasaan banget." Gerutu Daniel sambil melangkah menuju Mama nya dan langsung mengambil cemilan di tangan Mama dan langsung menyimpan nya.
"Mas ini Mama enggak di bawa ke kamar aja." Usul dinda yang merasa kasihan pada mertua nya yang tampak kelelahan.
"Iya sayang, ini juga mau." Ucap daniel yang mengangkat tubuh Mama nya lalu menggendong nya sampai kamar yang berada di samping kamar nya.
Setelah selesai daniel pun pergi meninggal kan Mama nya yang tertidur dan pergi menuju istri nya yang kini sedang bersantai ria sambil menikmati susu kesukaan nya yang sudah ada di tangan nya.
"Nonton apa sih ?" Tanya daniel yang ikut menduduk kan tubuh nya di samping istri nya yang tampak fokus pada tv di depan nya.
"Drama korea mas." Jawab dinda tanpa menoleh ke arah suami nya.
"Sayang itu film gak ada yang seru juga." Ucap daniel dengan kesal karena istri nya selalu melihat laki laki korea yang pada ganteng nya tak tertolong itu.
"Seru Mas, apa lagi pemeran nya pada ganteng ganteng gitu." Ucap dinda yang tak menyadari kalau dia baru saja membangun kan singa yang sedang tertidur.
" Ouh jadi mas gak ganteng gitu ?" Tanya daniel menatap tajam pada istri nya.
Seketika dinda tersadar bahwa diri nya saat ini mempunyai suami nya yang sangat cemburuan.
"Mas ganteng kok." Jawab dinda dengan menangkup kan tangan nya di pipi suami yang yang tampak cemberut.
"Masa?" Tanya daniel tak percaya.
"Iya Mas, Mas paling ganteng sedunia pokok nya." Ucap dinda membuat senyuman daniel muncul.
"Iya dong, kan tidak ada yang bisa menandingi kegantengan Mas." Ucap daniel dengan narsir nya, sedang kan dinda hanya bisa memutar mata nya jengah saat menghadapi kenarsisan suami nya yang tampak mulai muncul.
'Nyesel banget udah muji suami tadi.' Batin dinda sambil menatap suami nya yang tampak mengembang kan senyuman nya terus hanya karena di puji oleh dinda.
"Udah jangan seny terus Mas." Ucap dinda membuat senyum daniel menyurut.
"Emang nya kenapa yank ?" Tanya daniel menatap istri nya.
"Aku takut diabetes karna melihat senyum mas terus." Ucap dinda membuat senyum daniel yang tadi nya surut kini terangkat kembali.
"Kok kamu jadi pinter gombal gini sih sayang ?" Tanya daniel yang heran melihat istri nya pintar menggombal.
"Aku gak gombal mas, tapi itu kenyataan." Ucap dinda membuat daniel lagi lagi tersenyum bangga.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cata vote,like,komen dan juga jangan lupa juga gift nya. agar author semangatš„