My Sexy Boss

My Sexy Boss
Ikut ke kantor.



Hari sudah berganti dengan pagi yang cerah, tapi tak secerah hati seorang wanita hamil yang kini tampak murung di sudut kamar nya.


"Sayang."Panggil Daniel dari kesekian kali nya karena tidak menemu kan istri nya.


Tadi saat Daniel akan berangkat ke kantor nya Dinda tampak merengek ingin ikut dengan suami nya ke kantor, tetapi Daniel memiliki janji dengan klien luar negri. Jadi dia tidak bisa membawa istri nya karena ada meeting yang sangat penting. Karena itu lah membuat Dinda menangis ingin ikut tapi di larang oleh suami nya.


"Sayang kata nya mau ikut, Ya sudah ayo kita berangkat." Sahut Daniel masih dengan mencari istri nya yang tengah merajuk ingin ikut ke kantor nya.


"Sayang ayo kata nya mau ikut ke kantor, Udah dong ngumpet nya." Sahut Daniel lagi dengan wajah frustasi karena menghadapi istri nya yang tengah merajuk itu.


Dinda pun perlahan muncul dan menghampiri suami nya yang sedang berdiri membelakangi nya.


"Janji?" Tanya Dinda membuat Daniel tersentak kaget dan langsung membalik kan tubuh nya agar bisa melihat istri nya.


"Astaga sayang kamu ngagetin aja kayak Mama." Ucap Daniel dengan mengelus dada nya yang berdetak kencang karena saking kaget nya.


"Janji?" Tanya Dinda lagi tanpa memperduli kan kekagetan suami nya.


"Iya sayang." Balas Daniel dengan membawa tubuh istri nya ke dalam kedapan nya.


"Ya udah ayo berangkat." Ajak Dinda dengan wajah berbinar karena dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sahabat nya yang sudah lama tidak bertemu dengan nya.


"Kamu gak mau ganti baju dulu yank?" Tanya Daniel dengan melihat tampilan dinda yang hanya memakai baju daster yang setiap hari dia pakai.


"Emang ada yang salah ya sama baju ini?" Tanya balik Dinda.


"Enggal sih, tapi kamu gak malu pake baju daster aja ke kantor nya?" Tanya Daniel lagi kepada istri nya. Bukan nya Daniel merasa malu, tapi dia tidak ingin istri nya jadi bahan pempicaraan di kantor nya karena memakai daster saja.


"Enggak." Jawab Dinda dengan menggeleng kan kepala nya, Membuat daniel menghela nafas.


"Ya sudah, ayo kita berangkat." Ucap Daniel sambil memeluk pinggang istri nya dengan fosesif.


Saat melewati ruang keluaga, Mama Daniel menyerit kan dahi nya saat melihat menantu nya tampak berjalan beriringan dengan memakai daster sedang kan Daniel memakai pakaian rapi dengan setelan jas nya.


"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Mama nya heran.


"Aku mau ke kantor Ma." Jawab Dinda dengan mengembang kan senyuman nya.


"Masa pake daster sih?" Tanya Mama nya lagi.


"Emang kenapa sih kalau pake daster ke kantor?" Ucap dinda berbalik bertanya kepada Mama mertua nya.


"Ya sedikit aneh sih." Ucap Mama nya dengan menggaruk pelipis nya yang tidak gatal saat melihat penampilan menantu nya.


"Udah lah Ma, yang penting kan masih terlihat cantik." Ucap Daniel yang ikut menimpal.


"Iya cantik tapi tetep aja keliatan aneh gitu." Gumam Mama nya yang tidak bisa di dengar oleh Dinda dan Daniel.


"Mama ngomong sesuatu?" Tanya Daniel mengaget kan Mama nya yang tampak terus memperhati kan menantu nya.


"Ah enggak kok, Mama cuma ngomong kalau dinda pakai baju apa aja tetep cantik." Ucap Mama nya dengan jujur karena memang menantu nya itu selalu cantik walau pakai baju apa saja.


"Ya iya dong, istri siapa lagi."Ucap Daniel dengan bangga membuat Mama dan Dinda memutar mata nya jengah.


"Iya hatu hati bawa mobil nya." Pesan Mama nya dan di angguki oleh Daniel.


Mereka berdua pun pergi meninggal kan kediaman nya dan menuju kantor nya Daniel.


"Mas, nanti kalau lihat supermarket deket belokan itu. Kita turun dulu ya." Ucap dinda saat ingin sedang berada di dalam mobil nya. Sedang kan daniel sejak tadi hanya fokus mengendarai mobil nya.


"Ya mana yank?" Tanya daniel dengan menoleh sekilas pada istri nya dan kembali fokus pada kemudi nya.


"Yang supermarket deket lapangan Mas." Ucap dinda dengan menunjuk ke arah yang dia maksud.


"Mau ngapain ke sana?" Tanya daniel.


"Ya mau beli sesuatu di supermarket." Ucap dinda.


"Jangan aneh aneh yank." Ucap Daniel yang merasa kalau istri nya akan membeli sesuatu yang tidak masuk di akal nya.


"Apaan sih Mas, aku belum pernah ya beli barang barang aneh." Ucap dinda dengan kesal.


"Pernah." Jawab Daniel menbuat dinda menoleh ke arah suami nya.


"Apa?" Tanya Dinda yang tidak ingat tentang kejadian beberapa bulan yang lalu.


"Kamu beli k***** sama payung gambar semangka." Ucap Daniel.


"Iss, itu kan buka barang barang aneh." Ucap dinda.


"Itu barang aneh sayang." Ucap daniel kukuh dengan pendirian nya.


"Mas ****** kan gak aneh, itu fungsi nya untuk kamu. Ya kalau payung itu buat hujan." Ucap Dinda yang juga tak mau kalah.


"Terserah." Daniel memilih untuk mengalah karena kalau dia tak mau kalah, sudah di pasti kan nanti malam dia akan tidur di luar dan tidak mendapat jatah satu minggu oleh istri nya.


Tak terasa mobil yang di kendarai oleh daniel sampai di depan bangunan yang menjulang tinggi. Daniel dan Dinda pun turun dari mobil nya dan melangkah masuk.


Sesampai nya di lobby banyak pasang mata yang melihat kedatangan boss mereka dengan istri nya yang hanya memakai daster itu. Membuat Dinda dan daniel merasa risih dengan tatapan mereka semua.


"Mas apa pakaian aku ada yang salah?" Tanya Dinda di sela sela langkah nya.


"Tidak sayang, hanya mereka saja yang menatap kamu dengan salah." Ucap Daniel menenangkan istri nya agar tidak hilang kepercayaan diri nya.


"Jangan menatap istri ku seperti itu, Kalau kalian masih ingin menatap istri ku seperti itu. Segera siap kan surat pengundura diri!!" Ucap daniel menggema di seluruh gedung, membuat para karyawan yang tadi nya menatap istri boss nya kini hanya bisa menunduk kan kepala mereka karena takut dengan ucapan boss nya.


Sedang kan Dinda dan Daniel meneruskan kembali langkah mereka menuju ruangan Daniel di lantai paling atas.


Sesampai nya di sana Daniel menyuruh istri nya untuk menunggu nya di sofa dan diri nya akan mulai bekerja.


"Kamu di sini aja sayang, Mas kerja dulu." Ucap daniel dengan mengecup pipi istri nya sebelum pergi.


"Iya Mas."


Jangan lupa vote, like, komen dan juga giftnya.