My Sexy Boss

My Sexy Boss
Debat.



Daniel melangkah pergi menuju kamar nya.


Sesampai di sana dia tidak menemukan istri nya, daniel pun melihat pintu menuju balkon sedikit terbuka, bisa di pasti kan kalau dinda ada di sana.


Tanpa membuang buang waktu daniel pun langsung melangkah menuju balkon, sampai di sana dia melihat istri nya tengah duduk sambil menejam kan kedua mata nya.


" Sayang." Panggil daniel dengan lembut.


Dinda membuka mata nya dan menemukan suami nya yang tengah duduk di samping nya.


" Apa ?" Tanya dinda dengan suara yang sedikit ketus.


" Sayang maaf kan mas, Mas tau mas salah karena ngizinin dia datang ke kantor mas." Ucap daniel dengan sesal.


" Aku udah maafin mas kok." Ucap dinda tanpa melihat ke arah suami nya.


" Beneran ?" Tanya daniel memastikan.


" Iya." Jawab dinda dengan singkat.


" Ya udah kalau gitu mas boleh dong peluk kamu." Ucap daniel yang tak mendapat jawaban dari dinda.


Dengan hati hati daniel memeluk tubuh dinda, dan aneh nya dinda sama sekali tidak berontak dari pelukan nya.


" Kau tau sayang, aku sangat takut kau pergi dari ku. Aku sangat mencintai mu, maaf jika belum bisa membuat mu bahagia dengan ku." Ucap daniel dengan mengerat kan pelukan nya.


" Jangan bicara seperti itu." Lirih dinda yang masih di dengar oleh daniel.


" Tapi aku berkata fakta sayang, kalau kamu belum bisa bahagia bersama ku." Ucap daniel.


" Aku sangat bahagia kok sama kamu mas." Ucap dinda yang juga mengerat kan pelukan nya.


" Tapi aku lihat kau belum bahagia bersama ku." Lirih daniel.


" Udah jangan ngomong itu lagi, aku bahagia kok sama kamu, apalagi sebentar lagi kita akan mempunyai bayi." Ucap dinda menenang kan suami nya itu.


" Aku mencintai mu sayang." Ucap daniel mencium kening istri nya dengan dalam.


" Aku juga mencintai mu mas." Balas dinda memejam kan mata nya sambil menikmati ciuman dalam suami nya.


" Ya udah yuk kita ke dalam, di sini dingin." Ajak daniel yang sudah melepas ciuman nya.


Sedang kan dinda hanya mengangguk saja dan mengikuti apa yang di perintah kan oleh suami nya itu.


Sesampai di kamar nya, dinda langsung merebah kan tubuh nya di atas kasur.


Daniel pun mengikuti apa yang di lakukan oleh imengantu,Mereka pun terlelap karena mengantuk.


Sore hari.


Dinda mulai mengerjap kan mata nya, saat nyawa nya sudah terkumpul dinda pun bangun dan menyingkir kan terlebih dahulu tangan suami nya yang memeluk nya dengan fosesif, setelah itu dinda pun pergi menuju kamar mandi untuk membersih kan badan nya yang tampak lengket.


Selesai dengan acara mandi nya, dinda pun langsung turun ke lantai bawah tanpa membangun kan suami nya. Karena dia tidak tega melihat wajah lelah suami nya itu.


Sesampai di lantai bawah dia melihat mertua nya sedang mengobrol dengan posisi Papa mertua nya berbaring di paha Mama mertua nya itu.


" Selamat sore Ma, Pa." Sapa dinda mengaget kan pasangan suami istri paruh baya itu.


" Eh sayang kau sudah bangun." Mama daniel pun langsung menyingkir kan kepala suami nya yang ada di paha nya, setelah itu dia bangun dari duduk nya dan menghampiri menantu nya yang sedang berdiri di dekat tangga.


" Sudah Ma." Balas dinda sambil mengulas senyum.


" Lalu kau mau kemana sekarang? Kok udah rapih ?" Tanya Mama nya yang melihat menantu nya yang tampak sudah rapih dengan pakaian luar nya.


" Aku mau ke supermarket Ma." Ucap dinda.


" Ke supermarket? Mau beli apa sayang ?" Tanya Mama nya bingung.


" Mau beli keperluan aku dan mas daniel Ma." Ucap dinda.


" Sendirian ?" Tanya Mama nya yang tampak khawatir.


" Ya udah kalau gitu kamu hati hati di jalan ya." Ucap Mama nya.


" Iya Ma." Setelah itu dinda pun pergi dengan bi ani menuju supermarket.


Setengah jam yang di habis kan oleh bi ani dan dinda, mereka pun kembali lagi ke kediaman nya dengan membawa barang barang yang di perlukan oleh dinda dan daniel.


Sesampai di sana mereka di sambut oleh daniel yang tengah berdiri di depan pintu sambil menunggu istri nya pulang.


" Sayang kenapa kamu gak bangunin aku, kalau kamu mau pergi kamu bisa bangunin mas." Cecar daniel sambil memeluk tubuh istri nya itu.


" Mas aku kan pergi nya sama bi ani, gak sendirian kok." Ucap dinda yang berusaha keluar dari pelukan suami nya itu.


" Mas aku gak bisa nafas." Ucap dinda susah payah karena daniel memeluk nya sangat erat.


" Eh, Maaf sayang aku gak tau." Ucap daniel dengan merasa bersalah.


" Iya gak apa apa kok." Ucap dinda.


" Niel bawa istri nya masuk dong." Ucap Mama nya yang baru keluar dari kamar tamu dan melihat anak dan menantu nya yang masih ada di luar.


" Astaga aku sampai lupa." Ucap daniel menepuk kening nya sendiri, sedang kan dinda dan Mama nya hanya menggeleng kan kepala saja melihat kelakuan daniel yang tiba tiba bodoh.


" Ayo sayang masuk." Ajak daniel pada istri nya.


Dinda pun mengangguk dan mengikuti suami nya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah.


" Bi belanjaan nya simpan aja di dapur." Ucap dinda pada bi ani.


" Baik non." Jawab bi ani sambil berlalu dari sana.


" Kau tadi ke mana sayang ?" Tanya daniel yang kini sudah duduk di sofa ruang keluarga.


" Aku pergi ke supermarket mas " Ucap dinda yang ikut duduk di samping suami nya.


" Mau apa ke sana ?" Tanya daniel heran, biasa nya dinda tidak akan pergi ke supermarket kalau tidak ada yang ingin dia beli.


" Ya belanja lah niel." Sahut Mama nya menjawab pertanyaan bodoh anak nya itu.


" Ya maksud aku mau beli apa di sana ?" Tanha daniel menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


" Aku tadi cuma mau beli keperluan kita mas." Ucap dinda, sedang kan daniel hanya ber ouh ria saja.


" Ouh iya Ma, Mama kapan mau pulang ?" Tanya daniel bertanya pada Mama nya yang sedang duduk sambil memakan cemilan kesukaan nya.


" Kau mengusir ku ?" Tanya Mama nya yang tersinggung dengan pertanyaan anak nya.


" Bukan nya mengusir Ma, tapi kan Papa harus kerja besok." Jelas daniel


" Ya terus apa urusan nya dengan kerjaan dan nginap lagi di sini ?" Tanya Mama nya santai.


" Ma, Papa pasti gak ada yang bantu Papa untuk pergi kerja." Ucap daniel.


" Ya udah iya, Mama akan pulang nanti malam " Ucap Mama nya dengan pasrah.


" Entar daniel bakal bilang ke Papa untuk menjemput Mama nanti malam." Ucap daniel sambil menghubungi nomor Papa nya.


" Nanti saja niel." Cegah Mama nya.


" Kenapa ?" Tanya daniel dengan bingung.


" Mama takut kamu mengganggu tidur nya Papa " Ucap Mama nya menjelas kan.


Daniel pun mengangguk dan tidak jadi menghubungi nomor Papa nya karena takut menggangu tidur Papa nya.


" Ya udah Mama mau ke belakang dulu " Ucap Mama nya sebelum pergi.


" Iya." Balas Daniel dan dinda barengan.


Setelah itu Mama nya pergi menuju halaman belakang dan meninggal kan pasangan suami istri yang tengah mengobrol di ruang keluarga.