My Sexy Boss

My Sexy Boss
Jalan jalan lagi.



Pagi ini daniel di buat pusing lagi dengan tingkah aneh nya dinda, Bagaimana tidak pusing coba? dinda ngotot ingin membersih kan kamar mandi milik pelayan, sudah bisa di bayangkan bagaimana kotor nya kamar mandi nya karena itu di pakai oleh semua asisten rumah tangga, dan yang membuat nya khawatir adalah ubin kamar mandi nya licin apalagi nanti kalau di tumpah kan dengan so klin lantai nya, dia takut kalau nanti dinda terjatuh dan bayi nya ikut bermasalah, memikir kan itu saja sudah membuat daniel takut.


" Sayang mending kita keluar aja, dari pada bersihin kamar mandi pelayan yang bau dan kotor ?" Bujuk daniel saat ini dia sedang membujuk istri nya yang tengah merajuk kepada nya.


Sedangkan dinda yang mendengar ucapan suami nya langsung berbinar, mood dia kembali cerah mendengar jalan jalan yang keluar dari mulut suami nya.


" Mas serius mau ajak dinda keluar untuk jalan jalan ?" Tanya dinda memastikan karena dia tidak ingin di bohongi oleh suami nya yang kedua kali nya.


" Iya sayang mas serius mau ajak kamu jalan jalan lagi kayak sore kemarin " Ucap daniel meyakin kan istri nya itu, Mendingan dia bawa istri nya untuk jalan jalan dari pada menuruti permintaan istri nya yang aneh dan berbahaya itu, Fikir nya.


" Ya udah aku mau bersiap siap dulu " Dinda pun pergi ke ruang ganti dan bersiap siap, setelah bersiap siap dinda menghampiri daniel yang sedang fokus dengan ponsel milik nya.


" Mas " Dinda langsung menempel dan bergelayut manja di tangan suami nya.


" Kamu sudah siap ?" Tanya daniel sambil mengelus surai indah milik istri nya itu.


" Sudah, ayoo " Dinda menarik tubuh suami nya dan menyeret nya sampai garasi tempat motor fan mobil milik daniel di simpan di sana.


" Aku sekarang ingin pake motor warna hijau itu mas " Ucap dinda sambil menunjuk ke arah motor berwarna hijau muda.


" Baik lah, Mas mau ngambil dulu kunci nya. kamu di sini aja nunggu nya jangan ke mana mana " Daniel pun pergi meninggal kan istri nya dan menuju kamar nya untuk mengambil kunci motor milik nya.


" Ayo sayang " Ucap daniel saat sudah ada di samping istri nya yang tampak terus melihat motor suami nya yang ingin dia naiki.


" Ayoo Mas " Dengan semangat empat lima dinda langsung naik dengan dengan tidak sabaran.


" Sayang hati hati dong, nanti kalau jatuh gimana ?" Tegur daniel.


" Hehe, Maaf mas aku terlalu bersemangat." Jawab dinda sambil cengengesan, sedang kan daniel hanya mampu menggeleng kan kepala saja melihat ke antusiasan istri nya ketika menaiki motor milik nya yang kedua kali nya.


Daniel pun melajukan motor nya dengan kecepatan sedang karena dia sedang membawa tiga nyawa, pertama nyawa nya dan kedua nyawa istri nya dan terakhir nyawa calon anak nya.


" Mas aku pengen makan itu " Teriak dinda sambil menunjuk tukang permen kapas.


Daniel pun mengikuti apa yang di tunjuk oleh dinda, sesampai di sana dinda langsung turun dan menghampiri tukang permen kapas nya.


" Pak berapa harga nya ?" Tanya dinda saat sudah ada di depan tukang permen nya.


" Lima ribu neng " Jawab tukang kapas nya itu.


" Baik neng, tunggu aja di kursi sana " Ucap tukang permen nya sambil menunjuk kursi yang ada di sisi gerobak nya.


" Baik pak " Dinda pun duduk di kursi yang di tunjuk oleh tukang permen kapas, tak lama daniel pun ikut bergabung duduk bersama istri nya.


" Kamu pengen jajan ini ?" Tanya daniel.


" Bukan aku yang ingin mas, tapi baby nya yang ingin " Balas dinda tak terima dengan omongan suami nya, sedangkan daniel berkekeh saja melihat dinda yang menyalah kan anak nya.


" Beneran ?" Goda daniel lagi.


" Ya bener lah, Asal mas ingat ya, aku kayak gini juga karna korban kemesuman mas yang tingkat tinggi itu " Ucap dinda berapi api.


" Tapi yang di mesumin nya juga menikmati nya " Cibir daniel tak mau di salah kan sendiri.


" Kalau sudah ada di depan mata kenikmatan nya kenapa harus di sia sia kan " Ucap dinda sambil tertawa dan daniel pun ikut tertawa mendengar jawaban istri nya itu.


" Neng ini pesenan nya " Tukang permen kapas menghentikan dua insan yang sedang tertawa.


" Ouh iya pak, makasih yah " Dinda pun nengambil uang dari dompet nya dan menyerah kan nya kepada tukang permen kapas itu.


" Tapi neng ini gak ada kembalian nya " Ucap tukang permen nya nenolak uang yang di sondor kan oleh dinda.


" Ya udah buat bapak aja kembalian nya, itung itung rezeki buat bapak " Ucap dinda memaksa tukang permen kapas untuk menerima uang nya.


" Ambil aja pak " Ucap daniel ikut membujuk tukang permen kapas itu.


" Aduh makasih banyak neng, semoga pernikahan kalian langgeng dan berjalan mulus " Doa tulus tukang permen itu.


" Aminn " Dinda dan daniel pun bersama sama mengamin kan doa tukang permen kapas itu.


" Kalau gitu kami pamit dulu pak, semoga dagangan bapak laku dan laris sampai abis " Ucap dinda ikut mendoa kan bapak tukang permen kapas itu.


" Iya Aminn "


Dinda dan daniel pun pergi meninggal kan tukang permen kapas itu, Mereka berjalan jalan sampai sore hari dan saat sudah mulai ada senja mereka memutus kan untuk pulang karena takut kemalaman di jalan, apalagi saat ini dinda sedang berbadan dua dan itu tidak baik untuk ibu hamil.


Jangan lupa vote, like, komen dan hadiah nya.