
Matahari tampak menyinari sebuah kamar dengan nuansa hitam abu, di sana ada pasangan suami istri yang masih berbaring sambil memeluk satu sama lain.
di antara mereka mulai ada yang mengerjakan mata nya dan membuka mata nya lalu mengamati seluruh ruangan itu yang menurut nya asing.
Dia meminggat ingat kembali kejadian malam, dan dia baru menyadari kalau dia tidur di kamar suami nya yang ada di rumah mertua nya.
Lalu wanita itu menoleh ke arah kiri nya dan mendapati suami nya yang masih tidur dengan tangan yang memeluk erat pinggang nya.
' Kau selalu terlihat tampan walaupun kau sedang tidur ' Gumam wanita itu.
" Eghh " Laki laki itu menggeliat sedikit, dan mulai membuka mata nya, dia melihat istri nya sedang menatap nya tanpa kedip.
" Hai " Sapa laki laki itu menyadar kan wanita itu dari lamunan nya.
" Kau sudah bangun mas ?" Tanya wanita itu sambil tersenyum.
" Ya."
" Ya udah dinda mandi dulu ya, mas terusin aja tidur nya." Dinda pun langsung turun dari kasur nya, Tapi pergerakan nya tertahan dengan tangan suami nya yang memeluk pinggang nya.
Ya pasangan tadi adalah dinda dan daniel yang baru saja bangun dari tidur mereka.
" Sebentar lagi sayang " Ucap daniel yang kini sudah menenggelamkan kan kepala nya di perut buncit milik dinda.
" Sabentar nya sampai kapan mas " Jawab dinda sambil mengelus surai rambut milik suami nya.
" Sebentar aja sayang, aku mau seperti ini dulu " Ucap daniel yang semakin menenggelamkan kan kepala nya dan semakin mengeratkan pelukan di pinggang istri nya.
Dua puluh menit mereka diam dengan posisi itu.
Dinda yang tidak enak kepada mama mertua nya pun memutus kan untuk membaring kan kepala suami nya ke bantal yang ada di sisi nya dengan hati hati karena takut membangun kan suami nya yang tertidur kembali di pangkuan nya.
" Huh, bagaimana kalau aku punya bayi nanti." Gumam dinda yang sudah jengah dengan kemanjaan suami nya itu.
Dinda pun menutus kan untuk mandi dan menyusul mama mertua nya di bawah.
" Pagi Ma " Sapa dinda saat sudah sampai di dapur.
" Pagi juga sayang, di mana daniel ?" Tanya Mama mertua nya.
" Dia tidur lagi Ma." Jawab dinda sambil mengiris bawang merah.
" Kebiasaan " Gerutu Mama nya dan di sambut kekehan oleh dinda.
Mereka pun menerus kan masak nya sambil di iringi obrolan obrolan ringan sampai masakan mereka matang.
Baru saja dinda akan menuang kan makanan nya je dalam mangkok, suara teriakan daniel yang berkesan manja itu menghentikan pergerakan dinda untuk menyimpan makanan ke dalam mangkok.
" Astaga Mas daniel kebisaan banget sih, kayak di hutan aja teriak teriak mulu." Gerutu dinda yang masih terdengar oleh Mama nya yang sedang berdiri di belakang dinda.
" Dia emang gitu sayang " Ucap Mama nya sambil berkekeh mendengar gerutuan menantu nya.
" Udah sana gih samperin, Mungkin dia butuh sesuatu " Lanjut nya.
" Ya udah kalau gitu dinda ke atas dulu ya Ma " Ucap dinda sebelum pergi.
" Iya sayang. " Dinda pun langsung pergi menuju kamar milik suami nya, sesampai di sana dia melihat daniel sedang berbaring dengan memeluk pakaian yang tadi malam dinda pakai.
" Ada apa mas ?" Tanya dinda yang sudah duduk di pinggir kasur.
" Sayang kamu kemana, kenapa ninggalin Mas sendiri ?" Gerutu daniel dengan menyelusup kan wajah nya ke tengkuk dinda dan menghirup aroma khas milik istri nya.
" Mas kamu kenapa sih, kok jadi manja gini ?" Tanya dinda heran dengan sikap daniel yang tiba tiba manja kepada nya, biasa nya daniel akan bermanja manja bersama nya ketika malam hari saja.
" Mas sakit ?" Tanya dinda sambil memegang dahi suami nya, Tapi tidak ada yang panas dengan tubuh suami nya.
" Enggak sayang "
" Ya udah yuk kita turun, Mama sama Papa udah nunggu kita di bawah." Ajak dinda.
" Mas belum mandi sayang " Ucap daniel dengan manja.
" Ya udah mandi dulu sana, aku mau nyiapin baju kamu." Baru saja dinda akan bangun dari duduk nya tapi daniel lagi lagi menarik nya agar tidak beranjak.
" Mandiin " Rengek nya dengan manja.
" Mas kok kamu jadi gini sih " Dinda sangat frustasi dengan tingkah manja suami nya itu.
" Mas juga gak tau sayang " Ucap daniel yang tidak tau tiba tiba saja dia jadi manja seperti ini.
" Ya udah yuk mandi." Ajak dinda dengan membangun kan tubuh suami nya dan menyeret nya ke dalam kamar mandi.
Dua puluh menit dinda membantu suami nya mandi, akhir nya selesai juga, Lalu dia mengambil baju milik suami nya dan membantu nya memakaikan nya, setelah semua nya sudah daniel dan dinda pun turun ke bawah untuk sarapan pagi.
" Pagi Ma, Pa " Sapa daniel yang sudah mendudukan diri nya di kursi meja makan dekat istri nya.
" Pagi." Balas Mama, Papa nya dengan barengan
" Kamu kenapa niel ?" Tanya Papa nya heran melihat anak nya yang terlihat kurang bersemangat.
" Gak apa apa Pa " Jawab daniel.
" Kamu sakit nak ?" Bukan Papa nya yang bertanya tetapi sekarang Mama nya yang bertanya.
" Enggak " Balas daniel dengan lesu.
" Kok lesu banget ?" Tanya Mama sekali lagi.
" Gak dapat jatah ya ?" Belum sampai daniel menjawab pertanyaan Mama nya tapi Papa nya sudah bertanya lagi.
" Iya " Balas daniel asal karena tidak ingin menjawab pertanyaan orang tua nya.
Sedangkan Mama Papa nya langsung tergelak mendengar jawaban anak semata wayang nya itu, berbeda dengan dinda yang kini menundukan kepala lantaran sangat malu dengan jawaban suami nya itu.
" Sayang " Rengekan daniel menghentikan tawa kedua orang tua nya, sedangkan yang di panggil hanya menoleh sambil mengangkat satu alis nya pertanda bertanya 'Ada apa ?'
" Suapin " Ucap daniel menggeser kan kursi nya agar berdekatan dengan dinda.
" Cih, Manja " Cibir Papa nya.
" Biarin " Balas daniel tak mau kalah.
" Udah mau jadi ayah juga, masih aja manja sama istri." Cibir Papa nya lagi.
" Kalau iri bilang aja. " Sindir daniel.
" Kata siapa iri? Papa udah puas dia suapin terus sama mama kamu " Ucap papa nya dengan bangga.
" Ya udah kalau gak iri, diam aja " Sahut daniel.
" Udah udah, Kenapa jadi debat begini sih " Ucap Mama nya menghentikan perdebatan antara anak dan suami nya.
Mereka pun langsung bungkam ketika mendengar ucapan ibu presiden, Lalu melanjut kan acara makan nya dengan keadaan hening, tidak ada yang berani berbicara ketika sedang makan.
Jangan lupa vote,like, komen dan hadiah nya.