My Sexy Boss

My Sexy Boss
Sarapan di kamar.



Matahari sudah memancar kan cahaya nya di ufuk timur. Di sebuah kamar terlihat wanita muda sedang berusaha menenangkan anak nya yang tengah menangis terus, entah apa yang menyebab kan anak itu menangis terus.


Seorang laki laki baru saja datang dari pintu kamar dan menghampiri istri nya yang terus berusaha menenangkan anak mereka.


"Kita bawa saja ke dokter sayang." Ucap Daniel yang tidak tega melihat anak nya terus menangis.


"Aku setuju setuju aja Mas, tapi ini masih sangat pagi. Aku gak mau anak kita tambah sakit karena angin. " Ucap Dinda dengan terus menenangkan anak nya yang berada dalam gendongan nya.


"Coba kasih lagi susu." Titah Daniel dan langsung di turuti oleh Dinda.


Tapi lagi lagi Al menolak nya.


"Hai sayang minum susu nya, kalau enggak mau minum Daddy nih yang minum nya." Ancam Daniel pada anak nya.


Dan ajaib, Al langsung meminum susu nya. Bahkan dia menutupi area dada Dinda, seolah olah tidak mengizin kan Daddy nya mengambil asupan nutrisi milik nya.


"Nah anak pintar." Ucap Daniel dengan mengelus surai milik Al yang lembut itu.


"Kayak nya Al harus di ancam dulu deh yank. " Lanjut nya lagi dengan berkekeh pelan.


"Kayak nya." Balas Dinda yang juga ikut berkekeh pelan.


"Mas mau turun dulu ke bawah." Ucap Daniel pada istri nya


"Mau ngapain?" Tanya Dinda dengan bingung.


"Mau ngambil sarapan buat kamu, kamu belum sarapan kan?" Tanya Daniel berbalil tanya pada istri nya. Sedang kan Dinda hanya menggeleng saja.


Dia memang belum makan apa apa dari subuh karena Al sangat rewel dan juga manja. Karena itu lah Dinda tidak bisa ke mana mana walaupun hanya untuk ke kamar mandi saja, Dinda hanya bisa duduk saja di pinggiran ranjang sambil menimang nimang anak nya.


"Ya udah kalau gitu Mas ambil dulu ke bawah." Ucap Daniel. Setelah itu dia pun meninggal kan istri nya dan pergi menuju lantai bawah untuk mengambil sarapan diri nya dan juga istri nya.


Sesampai nya di lantai bawah Daniel bertemu dengan Mama nya yang sedang mengambil air minum di dapur.


"Pagi juga, Dinda mana?" Tanya Mama Daniel saat tidak melihat keberadaan menantu nya itu.


"Dinda sedang ada di kamar, dari tadi Al sangat rewel." Jawab Daniel sambil mengambil makanan untuk istri dan diri nya.


"Kalian belum sarapan?" Tanya Mama nya saat melihat anak nya sedang menyajikan lauk pauk pada piring.


"Belum Ma."


"Ya udah Mama ke kamar dulu ya." Pamit Mama nya


"Iya Ma." Setelah kepergian Mama nya Daniel kembali menyiapkan sarapan untuk nya dan juga istri nya.


Setelah selesai Daniel pun kembali naik ke lantai dua.


"Sayang sarapan dulu." Ucap Daniel pada Dinda yang sedang menidur kan anak mereka.


"Iya Mas." Balas Dinda.


Dinda pun menghampiri suami nya setelah menidur kan anak nya.


"Al gak rewel lagi kan?" Tanya Daniel.


"Tadi sempat rewel tapi karena lelah mungkin, dia jadi tidur." Ucap Dinda sambil menduduk kan diri nya di kursi dekat sang suami.


"Ya udah sekarang kita sarapan dulu, sebelum Al bangun lagi." Ucap Daniel dan di turuti oleh Dinda.


Mereka pun makan dengan di iringi obrolan apa yang mereka lakukan pada hari kemarin. Biasa nya mereka akan membahas apa saja yang mereka lakukan pada hari itu di malam hari, tapi karena mereka sudah punya anak, waktu mereka jadi sedikit untuk sekedar bermesraan apa lagi bercerita apa yang di lakukan nya hari itu.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya. Agar author tambah semangat lagi nulis cerita kelanjutan mereka.