My Sexy Boss

My Sexy Boss
Empat bulan kemudian.



Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak terasa Dinda dan Daniel telah menjadi orang tua empat bulan lama nya. Selama empat bulan juga mereka sangat menikmati mengurus anak mereka dengan baik, Dinda yang dulu nya belum terbiasa mengurus anak, kini sudah terbiasa bahkan suami nya juga sudah bisa memandikan anak nya kalau dia sedang sibuk.


Seperti saat ini Daniel tengah memakai kan pakaian anak nya, sedang kan Dinda sedang sibuk di dapur untuk menyiap kan sarapan pagi. Bibi dan Paman nya sudah kembali ke rumah mereka karena Dinda yang menyuuh nya. Bukan nya Dinda mengusir Bibi dan Paman nya, tapi Dinda tidak ingin kesehatan Paman dan Bibi nya berkurang, karena kesehatan mereka sekarang ini sering berkurang karena kelelahan.


Dinda dan Daniel juga sudah kembali ke rumah nya saat usia Baby Al menginjak dua bulan. Mama dan Papa nya Daniel sering berkunjung bahkan menginap demi cucu mereka. Tak jarang juga mereka selalu membawa kan mainan untuk Baby Al dengan harga yang fantasis.


"Uluh uluh anak Mommy udah tampan gini." Ucap Dinda dengan menghujami ciuman bertubi tubi di wajah sang anak, sedang kan anak nya hanya tertawa geli saja saat sang Mommy menciumi wajah nya.


"Anak siapa sih ini? Kenapa tampan banget hm?" Tanya Dinda pada anak nya yang sedang menatap nya dengan tatapan polos nya.


"Tentu saja anak Daddy." Ucap Daniel dengan menirukan suara anak anak.


"Huh sekarang mah ngomong anak Daddy, nanti kalau malam ngomong nya anak Mommy." Sindir Dinda membuat Daniel tertawa pelan karena nya.


"Kalau dia baik berarti dia anak aku, kalau dia lagi nyebelin itu berarti anak kamu yank." Ucap Daniel dengan enteng nya.


Dia tidak menyadari kalau di sini siapa yang sangat menyebal kan?.


"Ck, di sini yang nyebelin bukan nya kamu Mas?"


"Kata siapa Mas nyebelin? Yang ada Mas mah gemesin." Jawab Daniel dengan santai nya. Sedang kan Dinda hanya memutar mata nya dengan malas saat melihat kenarsisan suami nya yang mulai muncul kembali.


"Kamu mau ke mana Mas? Kok pake baju santai? Bukan nya sekarang hari selasa ya?"Tanya Dinda saat menyadari kalau suami nya kini memakai baju santai bukan setelan kantor


"Aku mau jalan jalan keliling komplek yank, jadi aku mutusin gak masuk kantor sekarang." Jawab Daniel membuat Dinda menghela nafas.


Sudah jadi kebiasaa Daniel yang selalu saja bolos masuk kantor semenjak dia punya anak.


"Mas, kamu kan baru kemarin masuk. Masa mau libur lagi, nanti yang ada kamu jatuh miskin dong. Aku gak mau loh kalau kamu jatuh miskin." Ucapan Dinda membuat tawa Daniel pecah.


"Aku gak bakal jatuh miskin cuma karna gak masuk kerja sehari sayang. Lagian juga harta aku gak akan ada abis nya sampai kapan pun." Ucap Daniel dengan sombong nya.


"Mulai, sombong nya keluar." Ucap Dinda membuat Daniel kembali tertawa karena nya


"Kamu baru tau kalau suami kamu ini sombong?" Tanya Daniel dengan alis yang di turun naik kan seolah olah menggoda sang istri.


"Jangan ngambek dong, aku kan cuma becanda aja yank." Bujuk Daniel saat melihat istri nya mulai kesal pada nya.


"Udah sana pergi." Usir Dinda dengan mengibas kan tangan nya seolah olah dia mengusir suami nya.


"Yank?" Panggil Daniel


"Apa?! " Jawab Dinda dengan galak nya membuat Daniel sedikit takut


"Aku pergi dulu, bye jangan kangen." Dengan cepat Daniel mengecup bibir istri nya yang tengah kesal, setelah itu dia pun langsung pergi dengan membawa anak nya.


Sedang kan di dalam rumah Dinda hanya menggeleng kan kepala saja saat melihat kelakuan suami nya yang selalu saja membuat nya tertawa terkadang kesal dengan waktu bersamaan.


Dinda pun melanjut kan kembali pekerjaan nya tanpa rasa khawatir karena anak nya sedang bersama suami nya. Terkadang saat Dinda mengerjakan pekerjaan rumah, dia selalu saja di landa khawatir karena meninggal kan anak nya di kamar sendirian. Ya walaupun sudah ada cctv yang langsung menghubung ke ponsel nya, tapi tetap saja Dinda merasa khawatir.


"Sayang." Lamunan Dinda buyar saat suami nya memanggil nya dengan menepuk bahu nya dengan pelan.


"Loh kok gak jadi keliling komplek nya?" Tanya Dinda terkejut saat melihat suami nya tengah menggendong sang anak.


"Iya, tadi tiba tiba aja ada masalah di kantor. Dan Mas yang harus turun tangan sendiri, kamu gak apa apa kan?" Ucap Daniel sekaligus bertanya.


"Ya gak apa apa, kamu sana gih siap siap. Al biar sama aku dulu." Titah Dinda.


Daniel pun memberi kan anak nya pada istri nya, setelah itu dia pun bergegas pergi menuju kamar nya untuk mengganti pakaian nya. Setelah di lihat rapih, Daniel pun kembali menghampiri istri dan anak nya.


"Aku berangkat dulu yank, nak Daddy berangkat dulu ya. Kamu jangan nakal di rumah sama Mommy, Daddy sayang kalian." Ucap Daniel dengan mencium bibir istri nya dan menghadiahi kecupan bertubi tubi di wajah anak nya.


"Kami juga sayang Daddy." Balas Dinda dengan meniru kan suara anak anak, Daniel yang gemas karena na nya langsung melahap kembali bibir merah muda tersebut.


"Aku berangkat bye." Setelah puas menciumi anak dan istri nya, Daniel pun keluar dan pergi menuju kantor nya.


Sedang kan di dalam rumah Dinda tidak melanjut kan lagi pekerjaan nya karena memang pekerjaan nya tinggal sedikit lagi dan itu sudah Dinda berikan pada asisten nya agar menerus kan pekerjaan nya yang sempat dia tunda. Kini dia pergi ke taman belakang rumah dengan sanga anak untuk bersantai sekaligus mengajak bermain sang anak di sana.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya. Agar author tambah semangat lagi nulis nya.