My Sexy Boss

My Sexy Boss
Tom and Jerry.



Kehidupan rumah tangga tidak semulus jalan tol, Banyak lika liku yang mereka hadapi dan selalu ada permasalahan dalam rumah tangga. Walaupun itu hanya hal sepele tapi yang nama nya masalah pasti ada dalam rumah tangga. Begitu pun dengan dinda dan daniel yang melewati beberapa bulan dengan lika liku yang membumbui rumah tangga mereka.


Dan tak terasa kandungan dinda sudah menginjak bulan ke sembilan, Daniel sebagai suami selalu menjadi suami siaga pada istri nya.


Seperti sekarang, Dinda akan mandi maka daniel akan membantu nya mandi dan memakai kan baju nya karena dinda selalu kesulitan di karna kan perut buncit nya.


"Nah kan kayak gini jadi cantik." Ucap Daniel dengan melihat penampilan dinda yang memakai daster longar.


"Ouh jadi dulu aku gak cantik gitu?" Tanya dinda dengan menatap tajam suami nya.


Glekk.


Daniel menelan saliva nya kasar saat melihat istri nya ngamuk karna diri nya salah bicara.


"Bukan begitu sayang, Kamu selalu cantik pakai apa pun. Tapi sekarang kamu pakai baju daster itu kecantikan kamu naik apalagi kamu lagi hamil, Kamu tambah sexy aja." Ucap daniel dengan mengelus punggung istri nya agar tidak emosi.


"Bohong banget." Celetuk Mama nya yang baru saja datang dari arah pintu, Membuat dinda dan daniel menjerit kaget.


"Astaga Ma, ngagetin aja." Ucap daniel dengan mengusap dada nya sendiri. Sedang kan Mama nya hanya mengangkat bahu acuh, Dia lebih memilih menghampiri menantu nya dari pada meladeni anak nya.


"Apa maksud Mama, bilang bohong ?" Tanya dinda saat mertua nya sudah ada di depan nya.


"Daniel bohong, Padahal dalam hati nya dia bilang kalau kamu gendut dan gak cantik lagi." Ucap Mama nya dengan tersenyum miring menatap anak nya.


Dia merencanakan sesuatu yang akan membuat daniel tidak bisa tidur dengan dinda, Karena malam ini dia akan menginap di rumah menantu nya dengan jangka waktu yang lama. Dia akan membuat rencana agar menantu nya mau tidur bersama nya dan meninggal kan suami nya.


"Bener kata Mama mas? Kamu bilang aku gendut dan gak lagi cantik ?" Tanya dinda dengan suara bergetar menahan tangis.


Sedang kan daniel langsung panik mendengar suara dinda yang bergetar menahan tangis, dan sudah bisa dia tebak sebentar lagi dinda pasti akan menangis kejer sampai beberapa jam.


"Sayang jangan dengerin Mama, Mama hanya ingin memisah kan kita aja." Ucap daniel dengan panik.


"Untuk apa Mama memisah kan kalian?" Tanya Mama nya dengan santai dan menikmati tontonan gratis yang ada di depan nya.


"Mama akan menginap kan di sini? Jadi aku tau kalau Mama mau pisah kan aku dari dinda, dan membawa dinda agar tidur dengan Mama." Ucap daniel menatap tajam ke arah Mama nya yang kini sedang melotot karena rencana nya yang sudah dia susun sudah di ketahui oleh anak nya.


"Apa maksud mu niel, Mama gak merencanakan itu." Elak Mama nya dengan wajah panik.


"Tuh lihat sayang, Mama sampai panik karena rencana yang Mama susun udah ketahuan sama aku." Ucap daniel pada istri nya yang kini sudah lebih tenang dan hanya terisak kecil saja.


"Jadi bener Mama mau pisahin aku sama mas daniel ?" Tanya dinda menatap Mama mertua nya dengan mata sembab nya.


"Sayang mana mungkin Mama berpikiran seperti itu. Itu mah Mama di pitnah sayang sama suami kamu itu." Ucap Mama sambil menunjuk ke arah daniel.


"Kenapa Mama jadi pitnah daniel, kam emang Mama udah merencanakan ini dari rumah." Ucap daniel dengan santai.


"Enggak kok."Bantah Mama nya.


"Kan kata Mama juga enggak, Mama gak merencanakan na ini." Ucap Mama nya yang juga tak mu kalah.


Lalu terjadilah perdebatan antara Mama dan anak, dinda yang masih merasa di sana di buat pusing dengan perdebatan Mama mertua nya dan suami nya. Dia pun memilih untuk keluar dan meninggal kan Mama mertua dan suami nya yang sedang berdebat, dari pada dia pingsan mendadak di sana dinda pun memilih untuk keluar kamar dan menuju taman belakang untuk menghirup udara segar.


"Pa." Panggil dinda pada Papa mertua nya yang tampak baru saja masuk ke dalam rumah nya.


"Eh dinda, bagaimana kabar mu nak ?" Tanya Papa nya sambil menghampiri menantu nya yang tampak sedang duduk di taman belakang rumah nya.


"Kabar dinda baik kok Pa." Jawab dinda dengan menyalami tangan Papa mertua nya.


"Lalu bagaimana dengan baby nya ?" Tanya Papa nya sambil mengusap perut menantu nya.


"Kabar nya juga baik Pa." Ucap dinda dengan mengulas senyum.


"Ouh iya, Mama dan daniel mana ?" Tanya Papa nya saat dia tidak menemukan anak dan istri nya.


"Biasa Mama dan Mas daniel lagi debat di kamar." Ucap dinda dengan menghembus kan nafas nya, Sedang kan Papa nya hanya bisa menggeleng kan kepala saja.


"Mereka itu tidak pernah akur sama sekali." Gerutu Papa nya dan di sambut tawa pelan dinda.


"Iya, Mereka selalu bertengkar saat bertemu." Ucap dinda dengan tawa nya.


"Papa juga sampai heran saat melihat mereka bertengkar terus." Ucap Papa nya yang juga ikut tertawa.


"Kayak anak tiri dan ibu tiri." Ucap dinda dengan tawa nya yang semakin kencang.


"Iya benar." Sahut Papa nya yang juga ikut tertawa kencang.


"Apa emang mas daniel bukan anak Papa dan Mama ?" Tanya dinda dengan jail nya.


"Stt, Mana mungkin daniel bukan anak Papa dan Mama." Ucap Papa nya.


"Kirain." Ucap dinda yang tertawa pelan kembali.


"Mereka itu sebenar nya saling sayang, tapi mungkin ego mereka terlalu tinggi untuk mengungkap kan nya." Ucap Papa nya dengan serius. Sedang kan dinda hanya mengangguk saja membenar kan apa yang di ucap kan oleh Papa mertua nya.


"Papa kedalam dulu ya." Ucap Papa nya sebelum meninggal kan menantu nya.


"Iya Pa." Setelah itu Papa nya pun meninggal kan dinda yang sedang asik menghirup udara segar, sedang kan diri nya melangkah masuk menuju kamar anak nya untuk menghentikan perdebatan antara anak dan istri nya.


Sesampai nya di kamar dia pun menghentikan perdebatan istri dan anak nya, setelah selesai dia membawa anak dan istri nya menuju taman belakang dan menghampiri kembali menantu nya yang sedang bersantai ria di sana.


"Untung ada Papa nya menghentikan mereka." Batin dinda sambil menatap suami dan Mama mertua nya yang tampak akur kembali.


Jangan lupa vote, like, komen dan juga giftnya.