My Sexy Boss

My Sexy Boss
Pulang.



Matahari tampak sudah mulai muncul dan memancar kan sinar nya di sela sela jendela, tapi tidak ada satu orang pun yang terusik dengan sinar nya. Kecuali, Seorang wanita yang sedang merkukat dengan alat alat dapur nya.


Dia Dinda Lestari sedang memasak makanan yang tiba tiba dia ingin kan, mungkin itu keinginan bayi yang dia kandung.


" Sayang " Suara lembut mengaget kan diri nya yang sedang fokus memasak.


" Eh, Mas daniel kenapa bangun ?" Tanya dinda kepada suami nya tengah memeluk nya dari belakang.


" Gak ada kamu di samping Mas, Jadi mas cari aja, ternyata ada di sini " Ucap daniel masih dengan memeluk istri nya dari belakang dan jangan lupa kan kepala nya sudah anteng di bahu istri nya.


" Lagi bikin apa sih ?" Tanya nya lagi.


" Baby tiba tiba pengen banget nasi goreng pake sosis sama baso mas " Ucap dinda.


" Baby nya yang ingin atau Mommy nya yang pengen ?" Goda daniel sambil mengelus perut istri nya yang sedikit membuncit itu.


" Kayak nya dua dua nya deh " Ucap dinda dengan kekehan daniel pun ikut berkekeh mendengar jawaban sang istri.


" Mau di temenin ?" Tawar daniel.


" Gak usah deh, Mending mas mandi sana, terus siap siap soal nya kan sekarang kita akan pulang." Ucap dinda.


" Gak mau nginap lagi ?" Tanya daniel.


" Mas kita udah ninggalin rumah kita sebulan lebih, aku takut nanti di rumah kita ada hantu nya karena di tinggalin terus sama pemilik nya." Ucap dinda panjang lebar.


" Kamu ini ada ada aja sayang, mana ada rumah di tinggal lama ada hantu nya." Ucap daniel yang tak percaya akan ucapan istri nya.


" Kamu gak percaya mas ?" Tanya dinda.


" Enggak "


" Kalau mas gak percaya, mending kita tinggalin dulu rumah kita selama satu tahun. baru kita pulang lagi, nanti mas liat rumah nya pasti ada hantu nya." Tantang dinda.


" Satu tahun ?" Tanya daniel mengulangi ucapan istri nya.


" Iya satu tahun " Ucap dinda mengulang lagi.


" Yang benar saja sayang, Nanti rumah kita bisa kotor dong kalau kita tinggalin selama satu tahun " Protes daniel.


" Ya kan bisa di bersih kan setiap minggu sama bi ani." Ucap dinda.


" Udah jangan bahas itu lagi, itu nasi goreng kamu gosong nanti." Ucap daniel menunjuk ke arah nasi goreng istri nya yang tampak sedikit gosong karena mereka tidak menyadari nya.


" Eh, aku sampai lupa kalau aku lagi bikin nasi goreng." Dinda pun langsung mengangkat nasi goreng itu dan menyajikan nya di atas piring.


" Mas mau dong sayang " Ucap daniel yang ikut tergoda dengan harum nasi goreng buatan istri nya.


" Ya udah ini barengan sama aku " Dinda pun membawa piring yang berisi nasi goreng ke meja makan, Mereka pun makan sepiring berdua.


Selesai makan berdua tanpa Mama dan Papa nya daniel dan dinda pun pergi ke kamar nya untuk bersiap siap karena mereka tidak ingin menunda lagi kepulangan ke rumah nya.


Tepat Jam tujuh lewat lima belas menit. Dinda dan daniel sudah rapih dengan pakaian nya dan koper mini yang emang di bawa saat mereka awal awal menginap di rumah orang tua nya.


Mereka pun turun ke lantai bawah yang di mana orang tua daniel sudah menunggu mereka di sana.


" Gak ada yang ketinggalan kan barang barang penting nya ?" Tanya Mama nya mengingat kan mereka karena takut ada barang barang pribadi milik dinda dan daniel tertinggal di kamar nya.


" Ya udah kalian hati hati di jalan, dan kamu niel jangan bawa mobil dengan ngebut. dinda kamu harus jaga kandungan kamu jaga juga pola makan nya. " Nasehat sang Mama kepada anak dan menantu nya.


" Iya Ma " Lagi lagi dinda dan daniel menjawab nya dengan kompak, membuat orang tua nya menggeleng kan kepala karena melihat ke kompakan suami istri tersebut.


" Ya udah kalau gitu daniel dan dinda pamit dulu Ma, Pa." Pamit daniel meraih tangan Mama Papa dan mengecup nya, dinda pun melakukan apa yang suami nya lakukan kepada Mama mertua dan Papa mertua nya.


" Hati hati " Pesan Mama dan Papa nya.


" Pasti Ma " Jawab dinda dan daniel dengan kompak lagi.


Dinda dan daniel pun masuk ke dalam mobil nya dan mulai meninggal kan kediaman Mama nya.


" Aduh aku udah gak sabar pengen tidur di kasur kita Mas " Ucap dinda dengan semangat.


" Mas juga udah gak sabar pengen peluk peluk kamu. " Ucap daniel dengan jail nya.


" Ih, Emang nya gak puas ya peluk peluk aku nya di rumah Mama ?" Tanya dinda dengan kesal.


" Enggak sayang, soal nya di rumah Mama mas gak bebas mau ngapain ngapain kamu." Ucap daniel ambigu.


" Mau ngapain ngapain gimana maksud nya ?" Tanya dinda dengan heran.


" Ya itu " Ucap daniel berbelit.


" Itu apaan sih Mas, gak jelas banget." Ketus dinda.


" Loh sayang kok kamu jadi marah sih ?" Tanya daniel kelabakan ketika melihat istri nya yang terlihat marah.


" Aku gak marah sayang, cuma kesel aja sama mas yang ngomong nya berbelit gitu " Ucap dinda dengan kesal.


" Ya udah maaf sayang " Ucap daniel dengan mengelus rambut istri nya dari samping.


Tak terasa mobil yang di kendarai oleh daniel sudah sampai di depan rumah, Mereka pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah yang sudah di buka kan oleh bi ani.


" Bagaimana kabar non dan tuan ?" Tanya bi ani sambil memeluk tubuh dinda.


" Kabar kami sangat baik bii, lalu bagaiman dengan bibi ?" Tanya dinda balik.


" Kabar bibi juga sangan baik. " Jawab bii ani sambil mengelus surai milik dinda.


" Ayo masuk kenapa jadi di luar ngobrol nya." Lanjut bi ani dan mengiring majikan nya untuk masuk ke dalam rumah.


Mereka pun duduk di sofa besar yang ada di ruang tamu dan menerus kan melepas rindu nya.


setengah jam mereka mengobrol akhir nya daniel mengakhiri obrolan nya.


" Bi daniel dan dinda ke kamar dulu ya " Pamit daniel sebelum meninggal kan bii ani.


" Iya tuan " Setelah itu daniel dan dinda pun pergi meninggal kan bi ani dan menuju kamar mereka yang sudah sangat di rindukan oleh dinda.


Sesampai di sana dinda langsung menjatuh kan tubuh nya ke atas kasur, sedang kan daniel hanya bisa menggeleng kan kepala saja melihat kelakuan istri nya yang kelewat kangen dengan kasur nya yang di tinggal satu bulan lama nya.


***Vote.


Like***.