My Sexy Boss

My Sexy Boss
Perihal Ice Krim.



Motor yang di kendarai oleh daniel pun sampai di rumah milik nya.


" Sayang " Panggil daniel tak mendapat kan jawaban dari dinda.


Daniel pun melihat dari kaca spion nya kalau dinda ternyata sedang nyenyak nya tidur sambil memeluk diri nya, daniel pun tersenyum kecil melihat wajah istri nya yang tampak tenang dan berkesan tidak terusik dengan lingkungan nya.


' Kau sangat menggemas kan sayang ' Gumam daniel mengelumun bibir nya.


Dengan hati hati daniel turun terlebih dulu dan terakhir dia mengangkat tubuh istri nya dengan hati hati dan langsung menggendong tubuh istri, Entah sadar atau tidak dinda dengan sepontan mengalung kan tangan nya di leher kokoh milik suami nya dan tindakan dinda membuat daniel tersenyum kecil karena kelakuan dinda yang menurut nya menggemas kan, Sesampai di kamar daniel membaring kan dinda dengan hati hati.


Setelah membaring kan dinda di tempat tidur, daniel pun menyelimuti tubuh istri nya, setelah itu daniel pun meninggal kan dinda dan menuju ruang kerja milik nya untuk mengerjakan pekerjaan yang tadi di kirim oleh sang asisten.


" Ka apa ada lagi berkas yang akan ku kerjakan ?" Tanya daniel saat menelpon asisten nya.


" Tidak ada niel " Ucap Raka di dalam panggilan itu dan tak memakai bahasa formal.


" Baiklah gue tutup telpon nya dulu " Setelah itu daniel pun mematikan sambungan telpon nya, Daniel pun kembali fokus dengan pekerjaan nya.


Sedangkan di dalam kamar dinda terbangun dari tidur nya dan mendapati daniel yang tidak ada di samping nya, Lalu dia turun dari kasur nya dan menuju ke bawah mencari suami nya.


" Bii " Panggil dinda saat bertepatan dengan bi ani asisten rumah tangga nya.


" Iya non ?" Tanya bi ani.


" Apa bibi melihat mas daniel ?" Tanya dinda.


" Ouh tadi bibi liat tuan daniel pergi ke ruang kerja nya non " Ucap bi ani.


" Baiklah terima kasih bii " Setelah itu dinda pergi ke ruang kerja suami nya.


Ceklek.


" Mas " Panggil dinda mengaget kan daniel yang sedang fokus dengan berkas nya.


" Sayang kenapa kau bangun ?" Daniel bertanya sambil menghampiri istri nya yang berdiri di pintu ruang kerja nya.


" Kamu gak ada di samping aku mas " Jawab dinda cemberut.


" Mas lagi ada kerjaan, tapi kamu tenang aja kerjaan nya gak terlalu banyak kok " Ucap daniel yang kini sudah duduk di kursi kerja nya sambil memangku tubuh istri nya.


" Kenapa gak bilang ?" Tanya dinda masih dengan raut wajah cemberut nya.


" Kan tadi kamu lagi tidur yank " Jawb daniel sambil berkekeh.


" Bangunin dulu mas, kan bisa " Ucap dinda tak mau kalah.


" Iya iya maaf tadi gak bangunin kamu " Dari pada berdebat dengan istri nya daniel pun memutus kan untuk mengalah saja.


" Mas aku pengen ice krim " Ucap dinda tiba tiba.


" Sayang kan tadi udah " Ucap daniel.


" Tapi aku pengen lagi mas " Keukeuh dinda.


" Tapi aku pengen mas, tadi dinda mimpi makan ice krim yang ada di pertigaan komplek." Ucap dinda sambil membayang kan ice krim yang ada dalam mimpi nya tadi.


" Astaga sayang, sampai di bawa mimpi juga " Daniel tidak percaya, segitu mengingin kan nya dinda pada ice krim, Fikir nya.


" Mau di belikan gak mas ?" Tanya dinda sekali lagi


" Tapi- " Belum juga daniel nenjawab tapi ucapan nya terpotong oleh ucapan dinda.


" Ya udah kalau gak mau, aku mau beli sendiri " Ucap dinda yang kini sudah turun dari pangkuan suami nya dan melangkah menuju pintu ruang kerja suami nya, tapi langkah nya berhenti saat tangan nya di cekal oleh daniel.


" Eh jangan, biar mas aja yang belikan. kamu di sini aja diam dan tunggu mas." Ucap daniel sebelum pergi untuk membeli ice krim yang di ingin kan dinda.


" Iya " Dinda tampak girang saat suami nya mau menuruti kemauan nya.


Daniel pun pergi meninggal kan dinda di rumah dan menuju tempat yang di tunjuk kan oleh dinda tadi.


selesai membeli apa yang di ingin kan istri nya daniel pun mengendarai motor nya kembali menuju rumah nya.


" Sayang " Panggil daniel saat sudah sampai di rumah nya dan tak melihat dinda di ruang tamu, lalu dia bertanya kepada art di rumah nya di mana dinda.


" Bii liat dinda ?" Tanya daniel saat melihat art nya akan melewati nya.


" Non dinda ada di atas tuan " Ucap art nya.


" Baik lah terima kasih " Setelah itu daniel langsung pergi meninggal kan art itu dan menuju kamar milik nya.


" Sayang " Panggil daniel lagi saat sudah ada di dalam kamar.


" Mas aku ada di ruang ganti " Teriak dinda dari ruang ganti.


" Sayang kamu lagi apa ?" Tanya daniel heran melihat istri nya tengah merapih kan pakaian yang tampak masih rapih, lalu buat apa dinda merapih kan pakaian yang sudah rapih, Fikir nya.


" Aku hanya ingin merapih kan aja mas " Jawab dinda kelewat santai.


" Nih ice krim yang kamu pengen " Daniel menyerah kan ice nya kepada dinda.


" Mas kayak nya aku udah gak ingin deh " Ucap dinda dengan santai nya lagi sambil menyinggir kan ice krim nya dari hadapan nya.


' Astaga, kalau dia bukan istri gue. udah gue lempar nih orang ke planet mars' Jerit daniel dalam hati.


" Terus kamu mau nya apa sayang ?" Dengan sabar daniel pun bertanya apa yang di ingin kan istri nya itu.


" Aku pengen ngerapihin ini aja " Ucap dinda menunjuk pakaian nya.


" Kan itu udah rapih sayang, kenapa kamu rapihin lagi ?" Tanya Daniel lagi.


" Tapi aku ingin banget rapihin ini baju mas " Rengek dinda.


" Baik lah tapi jangan terlalu kelelahan ya, mas mau turun dulu " Setelah mengecup kening istri nya dan juga nengusap perut istri nya yang masih rata, daniel pun pergi meninggal kan dinda yang asik dengan Keinginan nya yang aneh.


Jangan lupa vote, like, komen dan juga hadiah nya.