
Malam hari nya. Di kediaman Daniel sedang melakukan makan malam bersama. Dengan ada nya Mama Daniel membuat suasana di sana tambah semakin ramai karena kecerewetan nya itu.
"Ma, makan lah dulu jangan ngomong terus." Tegur Daniel dengan perasaan tidak enak karena melihat Mama nya terus saja berbicara di depan Paman dan Bibi nya Dinda.
"Ini Mama lagi makan." Balas Mama nya dengan mengangkat piring makanan nya ke hadapan anak nya itu.
"Iya, Daniel tau. Tapi kurangin ngomong nya, kalau Mama ngomong terus mau sampai kapan kita selesai makan nya." Ucap Daniel pada Mama nya.
"Baik lah Mama gak akan ngomong lagi." Karena anak nya yang menegur diri nya, Mama Daniel pun langsung diam dan mulai makan seperti yang lain.
Setelah makan malam, Mama Daniel sudah di jemput oleh Papa nya Daniel. Karena memang Mama nya Daniel tidak berniat untuk menginap di rumah anak dan menantu nya. Dia belum bisa menginap di rumah anak nya, karena masih ada urusan penting dengan suami nya.
"Pa, minum dulu di sini sama Paman." Ajak Daniel pada Papa nya yang kini sedang duduk sambil menunggu istri nya yang tengah bersiap siap.
"Tidak perlu nak, Papa masih ada urusan dengan Mama mu. Jadi gak bisa lama lama di sini." Tolak Papa nya dengan halus.
"Papa sama Mama jangan terlalu fokus pada pekerjaan kalian, ingat kesehatan kalian juga. Jangan terus terusan telat makan nanti maag lagi." Omel Daniel pada Papa nya. Sedang kan Papa nya Daniel hanya mengangguk lemah saja mendengar kan omelan anak nya itu.
"Iya iya Papa gak akan telat makan lagi." Pasrah Papa nya.
"Ayo Pa, jangan terlalu malam. Nanti kita terlambat lagi sampai ke sana nya." Ujar Mama Daniel yang sudah siap dengan setelan formal nya. Entah mereka akan kemana, Daniel dan yang lain juga tidak tau mereka berdua akan kemana.
"Baik lah, kalau gitu Papa sama Mama pamit dulu." Pamit Papa Daniel.
"Hati hati." Pesan Daniel dan yang lain nya.
"Pasti." Balas Papa Daniel dengan memeluk pinggang istri nya dengan fosesif seakan istri nya itu akan kabur dari nya.
Setelah kedua nya pergi, Daniel dan yang lain nya memutuskan untuk pergi ke kamar mereka masing masing.
"Mama sama Papa mau kemana Mas?" Tanya Dinda dengan jiwa kepo nya.
Entah sejak kapan Dinda menjadi orang yang sangat kepo dengan urusan orang lain, kalau ada orang yang mau berpergian atau semacam nya, Dinda selalu bertanya mereka akan kemana dan apa yang mereka bawa.
"Mama sama Papa mau menghadiri pesta kolegan kayak nya." Balas Daniel sambil membaring kan tubuh nya di dekat sang istri dan mulai mengelus perut buncit istri nya.
"Mama sama Papa akhir akhir ini sibuk banget kayak nya ya?"
"Iya, Mama sama Papa sibuk dengan pekerjaan mereka."
"Udah ah kita tidur jangan ngomong terus." Ucap Daniel mengakhiri pembicaraan mereka berdua.
......................
Matahari mulai menampak kan diri nya di ufuk timur, sinar nya menerangi sebuah kamar suami istri nya yang sedang tidur berpelukan.
Salah satu dari mereka mulai mengerjap kan mata nya perlahan lahan dan mulai membuka dengan lebar.
"Sayang bangun ini udah jam setengah tujuh." Ucap orang itu dengan mengguncang kan tubuh istri nya
"Sebentar lagi Mas Daniel." Balas Dinda dengan suara serak khas bangun tidur.
Ya orang yang tadi bangun terlebih dulu adalah Daniel.
"Buruan, jangan sebentar sebentar terus." Ucap Daniel dengan terus mengguncang kan tubuh istri nya agar segera bangun
"Lima menit lagi." Tawar Dinda dengan mata yang masih terpejam.
"No, sekarang buruan." Tolak Daniel dengan menarik selimut yang di pakai Dinda.
"Huh baik lah." Pasrah Dinda, dia pun bangun dari tidur nya dan turun dari kasur lalu pergi menuju kamar mandi, di ikuti oleh Daniel di belakang nya.
Dua puluh menit, akhir nya Dinda dan Daniel keluar dari kamar mandi dengan handuk di tubuh mereka masing masing.
"Sayang, Mas mau ke kantor sebentar untuk urusan penting. Kamu gak apa apa kan di tinggal di sini sama Bibi ?" Tanya Daniel sambil memakai kan pakaian pada istri nya.
"Gak apa apa Mas, lagian kan di sini masih banyak orang yang nemenin Dinda." Balas Dinda.
"Memang nya jam berapa Mas berangkat nya?" Lanjut nya lagi.
"Jam sembilan"
"Masih jauh ke jam sembilan nya juga."Gumam Dinda, tapi masih bisa di dengar oleh Daniel.
"Iya, Mas jadi masih punya waktu sama kamu di rumah." Balas Daniel, sedang kan Dinda hanya mengangguk saja membenar kan apa yang di kata kan oleh suami nya itu.
Setelah selesai mereka berdua pun pergi menuju ruang makan yang sudah tersaji berbagai makanan di atas meja.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Giftnya.