
Udara dingin tampak mengusik tidur nyenyak nya dinda, Dia pun mulai mengerjap kan mata nya dan membuka nya. Di lihat jam yang bergantung di dingding menunjuk angka sepuluh malam, saat dia akan bangun ada tangan yang melilit di pinggang ramping nya. Dinda menoleh ke arah kiri dan menemukan suami nya yang juga tidur dengan memeluk nya dengan fosesif, dengan perlahan dinda pun meletakan tangan suami nya di atas kasut, setelah itu dinda pun pergi menuju dapur karena dia merasa lapar.
Sesampai di dapur dinda melihat bi ani sedang melaku kan sesuatu yang entah apa dinda juga tidak tau.
Dinda pun menghampiri bi ani dan menepuk pundak nya dari belakang.
" Astaga." Petik bi ani dengan wajah kaget.
" Bi lagi ngapain ?" Tanya dinda dengan santai tanpa menghirau kan raut wajah bi ani.
" Non ngagetin aja, ini loh bibi lagi bikin makanan nya kucing." Ucap bi ani sambil memperhati kan makanan kucing nya.
" Kucing?" Tanya dinda dan di angguki oleh bi ani.
" Iya kucing punya non." Ucap bi ani.
" Dia belum tidur bi?" Tanya dinda kaget saat mendengar kalau kucing kesayangan nya belum tidur.
" Belum non, kayak nya dia lapar. Maka nya bibi bikinin makanan nya." Jelas nya.
Belum juga dinda menjawab ucapan bi ani, tapi tiba tiba dari arah tangga daniel datang dan memanggil dinda.
" Sayang." Teriak daniel saat dia tidak melihat istri nya.
Sedang kan dinda dan bi ani yang hanya bisa menggeleng kan kepala saja melihat ke khawatiran di wajah daniel.
Tiba tiba saja dinda menemu kan ide jail yang akan membuat suami nya uring uringan nanti.
" Bi " Panggil dinda dengan berbisik.
" Apa ?" Tanya bi ani.
" Kalau mas daniel nanyain dinda, bilang aja non dinda nya tadi keluar. Kata nya mau nginap di rumah Mama." Ucap dinda dengan berbisik agar suara mereka tidak terdengar oleh daniel yang sedang mencari nya.
" Tapi- " Belum sempat bi ani menolak, dinda sudah memotong nya terlebih dulu.
" Bibi tenang aja, aku gak bakal pergi ke rumah Mama." Ucap dinda.
" Terus non mau kemana?" Tanya bi ani.
" Untuk malam ini dinda nginap dulu di kamar pelayan biar gak ketahuan mas daniel." Ucap dinda.
" Bagaimana ?" Tanya dinda lagi.
Bi ani pun hanya bisa mengangguk saja menyetujui perintah majikan nya.
Dinda pun pergi ke kamar pelayan dengan langkah pelan pelan karena takut suami nya menemukan dirj nya, sesampai di kamar salah satu pelayan dinda pun langsung masuk dan mengunci nya.
Sedang kan bi ani pura pura sibuk lagi dengan kegiatan nya sambil menunggu daniel menghampiri nya,
Benar saja dugaan nya, daniel tampak memasuki dapur dan mencari istri nya.
" Eh tuan." Ucap bi ani dengan wajah yang di buat buat kaget.
" Tadi liat- " Ucapan bi ani langsung di potong oleh daniel.
" Di mana?" Tanya daniel tak sabaran.
" Tadj bibi liat non dinda keluar rumah, terus bibi nanya mau kemana? Kata non dinda mau nginap di rumah nyonya." Ucap bi ani.
" Kenapa bi ani gak bilang ke daniel, kalau dinda keluar rumah?" Tanya daniel dengan menahan emosi nya.
" Tadi bibi mau ngasih tau tuan, tapi kata non dinda gak usah, soal nya non udah di izinin sama tuan." Ucap bi ani dengan wajah yang di buat buat serius.
" Tapi dinda gak bilang ke daniel tadi." Desis nya.
Setelah mengata kan itu daniel pun berlari ke kamar nya dan balik lagi ke lantai bawah dengan membawa kunci motor dan jaket kesayangan nya.
Daniel pun dengan buru buru mengambil motor nya dan melajukan nya dengan kecepatan kencang.
Dua puluh menit perjalan yang di tempuh daniel untuk sampai di kediaman rumah Mama nya.
Daniel memarkir kan motor kesayangan nya dengan sembarang, karena sekarang yang di fikir kan nya hanya lah istri nya saja.
" Ma,Pa." Teriak daniel begitu menggema di seluruh rumah mewah itu dan berhasil membuat para penghuni rumah mewah itu terbangun dari tidur mereka.
Satu satu para penghuni rumah itu menghampiri teriakan daniel.
" Ada apa niel ?" Tanya Papa nya dengan wajah mengantuk nya.
" Pa,Ma ada dinda gak di sini?" Tanya daniel langsung ke inti nya.
Sedang kan Mama Papa nya dan seluruh pelayan yang ada di rumah itu saling tatap dengan wajah bingung.
" Jangan bilang kalau dinda pergi?" Tebak Mama nya dan di angguki oleh daniel.
" Jadi bener dinda pergi dari rumah ?" Teriak Mama nya.
" Iya Ma." Ucap daniel menunduk kan kepala nya.
" Kamu ini gimana sih, kenapa sampai lengah jagain dinda." Ucap Mama nya dengan Frustasi.
" Kenapa sih Ma?" Tanya Papa nya yang tak mengerti apa yang sedang istri dan anak nya bahas.
" Kalian boleh ke kamar kalian masing masing lagi." Perintah Mama kepada para pelayan yang ada di sana tanpa menghirau kan pertanyaan suami nya.
Setelah para pelayan pergi ke kamar mereka masing masing, Mama nya langsung memukul tubuh anak nya dengan membabi buta lantaran kesal dan emosi terhadap anak nya.
Sedang kan Papa nya hanya diam tanpa ada niatan untuk menolong anak nya dari amukan istri nya, karena dia yakin kalau anak nya melakukan kesalahan sampai sampai dinda pergi dari rumah nya.
' Apa yang kau lakukan nak, sampai sampai mama mu marah besar begitu, dan kenapa dinda pergi dari rumah, apa yang sebenar nya kau lakukan?' Batin Papa nya yang hanya melihat anak nya sedang di pukuli oleh istri nya.
jangan lupa vote, like, komen, dan giftnya.