My Sexy Boss

My Sexy Boss
Perasaan tidak enak.



Jam dingding menunjuk angka satu siang, tapi tidak ada tanda tanda kembali nya Daniel dari kantor. Tapi pagi Daniel berkata kalau diri nya hanya sebentar, tapi nyata nya sudah jam satu siang pun Daniel belum juga kembali ke rumah. Hal itu membuat Dinda khawatir, entah kenapa saat Daniel pergi, Al menjadi sangat rewel dan perasaan Dinda pun tidak tenang saat suami nya pergi. Sejak tadi Dinda mencoba berpikir positif, tapi entah kenapa perasaan nya bertambah tidak enak.


Dan lagi lagi yang membuat Dinda tambah khawatir adalah Al yang tiba tiba demam tinggi. Padahal tadi pagi Al masih baik baik saja dan tidak ada tanda tanda demam sama sekali. Dinda yang sedang di landa keadaan seperti itu langsung menelpon paman dan Bibi nya agar datang ke sini, tak lupa juga Dinda menyuruh mertua nya datang ke kediaman nya.


Tak membutuh kan waktu lama akhir nya Bibi dan Paman Dinda pun sudah sampai di rumah Dinda dan mendapati Dinda yang sedang menangis dengan bayi nya. Dengan segera Paman dan Bibi nya Dinda langsung menghampiri Dinda dan mengambil terlebih dulu Al dari pelukan nya Dinda.


"Ada apa nak? Kenapa kamu menangis? Dan ini kenapa Al demam?" Tanya Bibi nya dengan menenangkan Al, sedang kan suami nya menenangkan Dinda.


"Aku juga tidak tau Bi, tiba tiba Al demam saat Mas Daniel pergi. Dan perasaan Dinda juga tidak enak sejak kepergian Mas Daniel." Jawab Dinda masih dengan tangisan nya.


"Dia bilang mau ke mana memang nya?" Tanya Paman nya.


"Tadi Mas Daniel mau ke kantor karena ada urusan mendadak." Jawab Dinda masih dengan sesenggukan.


"Sudah kamu hubungi?" Tanya Paman nya lagi.


"Sudah, tapi tidak ada satu pun yang di angkat."


"Kamu udah hubungin Raka?" Tanya Bibi nya masih dengan menggendong Al yang mulai tenang.


"Sudah, kata dia Mas Daniel udah pulang dari jam sepuluh pagi." Ucap Dinda.


"Kamu udah suruh Raka untuk mencari Daniel?" Tanya paman nya dan di angguki oleh Dinda.


"Sayang." Suara Mama Daniel begitu menggema di seluruh sudut rumah Dinda.


"Hai kamu kenapa menangis sayang? Dan ini kenapa Al demam?" Tanya Mama Daniel dengan heboh.


Dinda pun mulai mencerita kan apa yang terjadi pada Mama dan Papa nya Daniel.


"Kamu sudah menghubungi orang di kantor? Seperti sekertaris nya? Atau karyawan lain nya?" Tanya Mama Daniel.


"Sudah Ma, tapi kata mereka Mas Daniel sudah pulang saat jam sepuluh pagi." Ucap Dinda dengan wajah putus asa.


"Sudah kamu tenang dulu, biar Papa kirim orang suruhan Papa untuk mencari Daniel." Ucap Papa nya Daniel menenangkan semua orang yang ada di ruangan itu. Walau pun hati nya juga tidak tenang saat mendengar anak nya belum kembali dari kantor.


Ucapan Papa mertua nya bagaikan angin segar bagi Dinda, dia langsung merasa sedikit tenang saat Papa mertua nya berkata orang suruhan nya sedang mencari suami nya.


"Aku juga tidak tau Ma, tiba tiba aja Al demam saat Mas Daniel pergi dari rumah." Ucap Dinda dengan menatap sendu anak nya yang masih berada di gendongan Bibi nya.


"Mungkin ini ikatan batin antara anak dan Ayah." Ucap Paman Dinda tiba tiba membuat yang lain menoleh ke arah nya.


"Jadi maksud kamu Daniel-" Belum sempat Papa Daniel menerus kan ucapan nya. Tangisan Al tiba tiba terdengar membuat semua orang yang ada di sana terkejut di buat nya.


"Ya tuhan lindungi anak ku." Gumam Mama Daniel tapi masih bisa di dengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu.


"Nak, susui dulu Al." Titah Bibi Dinda dengan menyerah kan Al pada Dinda.


Dinda pun mulai menyusui Al, tapi Al terus menolak dan tangisan nya bertambah kencang membuat semua orang panik di buat nya.


"Hai sayang ini minum ASI Mommy." Titah Dinda pada anak nya, tapi Al terus saja menolak.


"Ini bagaimana Bi, Ma?" Tanya Dinda dengan frustasi.


"Biar Al sama Mama dulu." Dengan hati hati Mama Daniel pun menggendong Cucu nya dan membawa keluar rumah agar cucu nya sedikit lebih tenang.


Sedang kan di dalam sana, Dinda kembali menangis saat melihat anak ny kembali menolak saat ingin di beri ASI oleh nya.


"Sudah jangan menangis terus, kalau kamu seperti itu terus, Al juga pasti nangis." Ucap Paman Dinda membuat Dinda menghentikan tangisan nya.


"Kita berdoa saja semoga Daniel baik baik aja di mana pun dia berada saat ini."Ucap Papa Daniel dan di angguki oleh semua orang yang ada di ruangan itu.


Tak lama kemudian ponsel milik Papa Daniel pun berdering dan menampil kan nama salah satu orang suruhan nya.


"Kau sudah menemukan nya?" Tanya Papa nya Daniel pada orang suruhan nya.


" "


"Apaa!" Teriak Papa Daniel membuat semua orang yang ada di sana terkejut mendengar nya.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya. Agar author tambah semangat lagi nulis cerita nya.