My Sexy Boss

My Sexy Boss
Badai.



Hari ini dinda berencana akan membawa kan makanan ke kantor suami nya.


Dinda sengaja tidak mengabari kepala daniel kalau dia akan pergi ke kantor nya.


" Bii, Semua nya sudah di masukin kan ?" Tanya dinda yang baru saja turun ke lantai bawah.


" Sudah non " Jawab bii ani.


" Dinda titip rumah ya bii." Pamit dinda.


" Iya non, Hati hati di jalan." Pesan bi ani pada majikan nya.


" Iya bii " Dinda pun keluar rumah dan menghampiri sopir pribadi yang suami nya sediakan.


" Mau kemana non ?" Tanya sopir itu saat dinda sudah masuk dan duduk di kursi mobil.


" Kita ke kantor nya mas daniel " Ucap dinda.


Sopir itu hanya mengangguk saja dan mulai menjalan kan mobil nya menuju kontor daniel.


Lima belas menit mobil yang membawa dinda pun sampai di kantor milik daniel.


" Mau di tunggu non ?" Tanya sopir nya.


" Enggak perlu pak, dinda pulang nya sama mas daniel aja nanti." Ucap dinda sambil mengulas senyum.


" Baik lah, kalau gitu bapak pulang lebih dulu non " Pamit sopir itu.


" Iya pak " Dinda pun mulai melangkah memasuki kantor suami nya.


Sesampai di resepsionis dinda bertanya terlebih dahulu, apakah daniel ada di ruangan nya atau ada di luar.


" Bapak daniel ada di ruangan nya bu." Ucap resepsionis dengan sopan


" Baik lah terima kasih." Setelah berterima kasih kepada resepsionis dinda pun melangkah menuju lift yang akan membawa nya menuju ruangan milik suami nya.


Sesampai di lantai lima belas dinda menghampiri Raka sang asisten sedang sibuk dengan berkas berkas nya.


" Ka." Panggilan lembut mengaget kan Raka yang sedang fokus dengan berkas nya.


Raka pun mendongkak melihat siapa yang memanggil nya dengan suara lembut itu.


Ternyata wanita yang dia cintai sedang menatap nya dengan senyum teduh nya.


" Hai " Tegur dinda sambil melambai kan tangan nya di depan wajah Raka yang sedang bengong.


" Eh." Raka tersentak kaget.


" Ka, ada mas daniel ?" Tanya dinda.


" Ah iya ada, tapi- " Ucapan Raka berhenti karena dinda memotong nya.


" Baik lah terima kasih " Setelah itu dinda meninggal kan Raka yang tengah kebingungan karena dia baru saja akan mengata kan kalau di ruangan boss nya ada tamu dari perusahaan sebelah yang menawar kan kerja sama.


Sedangkan dinda langsung masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Saat dia masuk mata dia membola saat melihat suami nya yang begitu dekat dengan wanita yang berpakaian sexy, apalagi posisi mereka terbilang sangat intim.


Tanpa sadar dinda menjatuhkan kotak makan yang di bawa dari rumah, membuat dua orang berbeda jenis yang ada di ruangan itu melihat ke arah nya.


" Sayang " Lirih daniel ketika melihat istri yang yang berdiri di ambang pintu, daniel tidak menyadari posisi nya yang sangat intim dengan wanita di bawah Kungkungan nya.


" Ma-Maaf a-aku mengganggu kalian " Setelah mengatakan itu dinda langsung berlari keluar ruangan dengan buliran kristal yang turun dari mata indah nya.


Bahkan dinda mengabaikan sapaan yang di lontar kan oleh Raka, dan membuat Raka yakin kalau dinda melihat sesuatu di rungan boss nya.


Sedangkan daniel baru menyadari posisi nya yang begitu intim dengan wanita itu.


Dengan buru buru daniel menjauh kan tubuh nya tapi pergerakan nya tertahan karena wanita itu malah menarik nya lagi.


" Apa yang kau lakukan !!" Bentak daniel mencoba berdiri karena tadi dia sedang menindih tubuh wanita itu.


" Kau mau kemana ?" Tanya wanita itu dengan suara yang di buat buat sensual.


" Lepas kan !!" Dengan sekuat tenaga daniel langsung melepas kan diri nya dari pelukan wanita itu.


" Dasar J*****, sekali nya j***** pasti akan tetap j*****. Benar kata orang kalau buah jatuh tidak jauh dari pohon nya. dan sekarang aku percaya kalau kau dan ibu mu tidak ada beda nya, j***** dan j*****." Bentak daniel pada wanita tadi.


" Daniel apa kau sadar dengan ucapan mu? Kau membuat hati ku terluka." Ucap wanita itu dengan mata berkaca kaca.


" Apa kau bilang? Terluka? Kau pun sudah membuat hati istri ku lebih terluka. Beruntung nya aku karena aku tidak jadi menikahi mu dulu, Dan benar kata Papa ku dulu kau itu hanya sebatas j***** yang kurang belaian." Bentak nya lagi.


" Sekarang kau pergi dari sini atau aku akan panggil kan sekuriti " Ucap daniel masih dengan suara keras nya.


Wanita itu pun dengan buru buru pergi dari ruangan milik daniel dengan wajah kesal nya, karena dia gagal menjerat daniel kedalam pelukan nya.


Di ruagan daniel, kini daniel sedang mencoba menghubungi istri nya tapi lagi lagi panggilan nya di tolak oleh dinda, dan itu membuat daniel semakin frustasi.


Setelah melihat wanita tadi masuk ke dalam mobil nya daniel pun segera berlari menuju parkiran dan langsung menjalan kan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


" Sayang itu tidak seperti yang kamu lihat, jadi tolong angkat lah panggilan dari mas." Batin daniel dengan fokus dengan mengendarai mobil nya.


Setelah menemupuh perjalanan selama lima belas menit daniel pun sampai di depan rumah nya.


dengan buru buru daniel keluar dan berlari masuk ke dalam rumah tanpa menghirau kan panggilan bii ani.


" Sayang " Teriak daniel menggema di seluruh sudut rumah.


Daniel pun masuk kedalam kamar nya, tapi dia tidak menemukan dinda di sana lalu dia berjalan menuju kamar mandi dan memeriksa nya tapi daniel tidak menemukan dinda dia pun memeriksa ke dalam ruang ganti yang ada di kamar nya tapi lagi lagi dia tidak melihat keberadaan istri nya.


Setelah memeriksa segala sudut kamar daniel pun kembali turun ke lantai bawah untuk mencari istri nya.


" Tuan " Panggil bii ani yang baru saja datang dari arah dapur.


" Bi, apa bibi melihat dinda ?" Tanya daniel langsung ke inti nya.


" Non dinda ?" Tanya bi ani mengulangi pertanyaan daniel.


" Iya bii."


" Kan tadi non dinda ke kantor nya tuan." ucap bi ani.


" Bi ani tidak melihat dinda pulang lagi ke sini ?" Tanya daniel lagi.


" Non dinda belum pulng lagi ke sini setelah izin mau ke kantor nya tuan " Jawab bi ani.


" Baik lah bii, terima kasih." Daniel pun segera keluar meninggal kan bi ani yang tengah kebingungan.


Daniel mengendarai mobil nya menuju rumah orang tua nya, karena biasa nya dinda akan pergi ke rumah orang tua nya kalau dia dan dinda sedang ada masalah, Bisa saja dinda pergi ke taman hanya untuk menenangkan dirinya.