
Hari semakin malam, Daniel pun memutus kan untuk segera pulang. Karena semua pekerjaan nya sudah selesai dia kerja kan. Daniel juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istri nya yang baru beberapa jam yang lalu dia tinggal kan.
"Ka kalau ada berkas penting, kamu simpan aja di meja saya."Perintah Daniel pada asisten nya yang kebetulan belum pulang, karena memang Raka selalu lembur setiap hari nya.
Bukan nya Daniel yang menyuruh Raka untuk lembur, tapi memang Raka nya yang selalu ingin lembur. Sedang kan Daniel hanya bisa menuruti apa yang di ingin kan asisten nya itu tanpa ada paksaan untuk pulang.
"Baik Pak." Jawab Raka dengan patuh.
"Saya duluan." Pamit Daniel, sedang kan Raka hanya mengangguk saja dan kembali fokus pada pekerjaan nya.
Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, kini Daniel sudah sampai di depan rumah nya dan memasuki mobil nya ke dalam gerasi. Setelah selesai Daniel pun masuk ke dalam rumah nya.
"Sayang."Panggil Daniel saat melihat istri nya tampak sedang bersantai sambil menonton tv di depan nya.
"Eh, Kamu sudah pulang Mas?" Tanya Dinda sambil menghampiri suami nya yang juga melangkah mendekati diri nya.
"Sudah." Jawab Daniel dengan singkat.
"Kamu kok di sini sih? Biasa nya juga di kamar." Tanya Daniel pada istri nya.
"Aku bosan Mas di kamar terus, apa lagi mas belum pulang, Aku jadi kesepian banget."Keluh Dinda sambil memeluk tubuh suami nya.
"Ya udah sekarang kita ke kamar yuk." Tanpa mendengar kan jawaban dari istri nya, Daniel langsung saja menggendong tubuh istri nya dan membawa nya ke kamar mereka yang ada di lantai bawah.
Sesampai di kamar, Daniel menduduk kan istri nya di atas kasur. Sedang kan diri nya langsung membuka pakaian nya karena dia ingin segera mandi.
"Aku siap kan air nya dulu ya mas." Baru saja akan berdiri, tapi gerakan nya langsung di cegah oleh Daniel.
"Gak usah sayang, mas bisa sendiri kok. Lagian sekarang kan kamu lagi hamil, jadi jangan terlalu banyak pergi ke kamar mandi karena takut terjadi sesuatu." Ucap Daniel panjang lebar, sedang kan Dinda hanya bisa pasrah saja ketika di larang ini itu oleh suami nya.
"Baik lah, aku tunggu di sini aja." Jawab Dinda dengan pasrah. Daniel yang melihat istri nya kembali duduk di atas kasur nya hanya bisa tersenyum kecil.
"Mas mandi dulu ya." Setelah mengatakan itu Daniel pun pergi ke kamar mandi dan membersih kan seluruh badan yang terasa lengket tadi.
"Mas ini baju nya." Ucap Dinda pada suami nya yang sedang mengering kan rambut nya.
"Iya sayang." Daniel pun mengambil baju yang sudah di siap kan oleh istri nya itu.
"Yuk kita tidur, ini udah malam sayang." Ucap Daniel pada istri nya yang tengah fokus pada ponsel nya.
"Sebentar mas." Jawab Dinda tanpa mengalih kan pandangan nya dari ponsel yang dia genggam
"Lagi ngapain sih?" Tanya Daniel sambil menggeser kan tubuh nya agar bisa berdekatan dengan istri nya sekaligus ingin tau apa yang sedang di lakukan istri nya.
"Ini lagi dengerin si Astri curhat." Jawab Dinda sambil tertawa pelan.
"Gak bisa di lanjut besok?" Tanya Daniel.
"Enggak mas, soal nya ini lagi seneng seneng nya. Kalau mas mau tidur, tidur aja duluan. Nanti aku nyusul." Ucap Dinda menoleh sebentar ke arah suami nya dan kembali fokus pada ponsel nya.
"Ya udah kalau gitu mas tidur duluan ya." Ucap Daniel sambil menutupi tubuh nya dengan selimut.
"Iya mas, Good night."Ucap Dinda dengan mencium kening suami nya dengan lembut.
Itu adalah kegiatan Dinda dan Daniel sebelum tidur.
"Good night."Jawab Daniel yang juga menyempat kan untuk mencium bibir istri nya.
Daniel pun tidur tanpa menunggu istri nya karena kalau di mengganggu istri nya yang sedang curhat pada teman nya atau teman nya yang curhat pada istri nya, maka dia akan di usir dari kamar oleh Dinda dan tidak di beri jatah selama satu minggu penuh.Jadi dia tidak ingin mengganggu istri nya yang tengah fokus pada ponsel milik nya itu.
Sedang kan Dinda kembali fokus pada ponsel nya setelah memasti kan suami nya tidur dengan lelap nya.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya. agar author tambah semangat lagi🔥