
Setelah puas memukuli anak nya Mama nya pun berhenti dan langsung menjatuh kan tubuh nya di sofa empuk yang ada di ruangan itu.
" Nih minum dulu Ma." Ucap Papa nya sambil menyondor kan air putih pada istri nya.
" Makasih Pa." Ucap Mama setelah meneguk air itu hingga tandas, sedang kan Papa nya hanya mengangguk saja.
" Ada apa sebenar nya? Kenapa Mama mukul daniel sampai segitu nya? Dan kenapa dinda pergi dari rumah?" Tanya Papa nya bertubi tubi.
" Tanya aja sama anak kamu itu." Ucap Mama tanpa melihat ke arah daniel.
" Ma gak boleh ngomong gitu, itu juga anak kamu." Tegur Papa nya yang tak suka dengan ucapan yang tadi istri nya lontar kan.
Mama nya hanya mengangkat bahu acuh, dan tidak peduli akan ucapan suami nya.
" Ada apa niel ?" Tanya Papa nya pada anak nya yang sejak tadi diam sambil meringis kecil karena kesakitan.
" Aku dan dinda cuma salah paham aja Pa." Ucap daniel.
" Salah paham?" Tanya Papa nya dan di angguki oleh daniel.
" Bener cuma salah paham?" Tanya Papa nya yang tampak curiga pada anak nya itu.
" Iya Pa, ini cuma salah paham aja. Iya kan Ma ?" Tanya daniel mencoba membela diri.
Sedangkan Mama nya hanya diam tanpa menjawab ucapan anak nya.
" Salah paham bagaimana?" Tanya Papa nya lagi, daniel pun mulai mencerita kan apa saja yang terjadi di kantor tanpa ada yang di lebihi dan di kurangi.
Setelah selesai reaksi Papa nya pun sama seperti reaksi saat Mama nya yang mendengar ceritaan daniel.
Tanpa aba aba Papa nya langsung memukul wajah anak nya dan membuat sudut bibir daniel sedikit terluka dan berdarah.
" Sudah aku ingat kan jangan berhubungan lagi dengan j***** sialan itu." Teriak Papa nya.
" Daniel sudah tidak berhubungan lagi dengan nya Pa." Sahut daniel membela diri nya.
" Bohong kamu, kalau kamu sudah tidak berhubungan lagi dengan j***** itu, kenapa dia bisa ada di ruangan kamu ?" Bentak Papa nya.
" Daniel juga gak tau kalau dia bakal datang ke kantor daniel." Ucap daniel.
" Lalu saat kamu ngejar dinda, kamu nemuin dia gak ?" Tanya Papa nya yang sudah merendam terlebih dahulu emosi nya.
" Ketemu Pa." Jawab daniel.
" Di mana?"
" Di makam orang tua nya."
" Terus?".
" Daniel samperin dia, niat nya mau ngajak dinda pulang, tapi kayak nya dinda gak mau pulang sama daniel. Lalu dia pesen taksi online dan langsung pulang ke rumah." Ucap daniel mencerita kan apa yang terjadi di pemakaman tadi siang.
" Lalu kapan dinda hilang nya?" TanyaPapa nya.
" Daniel juga gak tau Pa, daniel udah cari di rumah tapi gak ada, terus daniel nanya ke bi ani yang kebetulan lagi bikin makanan buat kucing kesayangan dinda, daniel nanya bi ani liat dinda gak? Bi ani jawab kalau dia liat dinda keluar rumah kata nya mau ke rumah Mama." Ucap daniel panjang lebar.
" Tapi dinda gak ada di sini." Ketus Mama nya yang ikut berbicara saat sudah terdiam cukup lama.
"Ya maka nya daniel ke sini mau cari dinda, tapi ternyata dinda gak ada di sini." Ucap daniel dengan lesu.
" Kamu serius udah cari dinda di semua ruangan yang ada di rumah kamu ?" Tanya Papa nya.
" Iya Pa, daniel udah cari ke mana mana tapi gak ada." Ucap daniel.
Sebenar nya Mama nya sudah tau kalau dinda ada di rumah nya dan tidak ke mana mana, tadi saat dinda sudah sampai di kamar pelayang dinda menelpon Mama nya untuk merencana kan membuat daniel uring uringan mencari nya.
Dia dan dinda hanya ingin memberi pelajaran saja kepada daniel supaya daniel kapok dan tidak lagi melakukan hal itu lagi.
Dan untuk masalah Mama nya yang memukul anak nya membabi buta tadi, itu karena kesal dan marah kepada anak nya yang sudah membuat menantu nya sedih.
" Kamu yakin kalau dinda gak ada di rumah?" Tanya Mama nya sejak tadi diam saja.
" Yakin Ma." Sahut daniel.
" Lalu kamu mau nyari lagi ke mana?" Tanya Papa nya.
" Daniel juga gak tau Pa." Lirih daniel.
" Coba kamu hubungi nomor bibi dan paman nya." Usul Papa nya dan di setujui oleh daniel.
Baru saja akan menelpon bibi nya tapi Mama nya langsung menghenti kan nya.
" Jangan." Cegah Mama yang tak ingin membuat bibi dan paman nya dinda khawatir.
" Kenapa ?" Tanya daniel dan Papa nya barengan.
" Kalian mau mengganggu tidur paman bibi nya dinda? Mending kita cari dulu dinda di rumah kamu, kalau gak ada baru kita hubungi paman dan bibi nya dinda dan tanyain dinda ada di sana gak." Usul Mama nya.
Sedang kan daniel dan Papa nya hanya menagguk setuju dengan apa yang di katakan oleh Mama nya itu.
" Ya udah kalau gitu kita ke rumah daniel sekarang." Ucap Daniel yang kini sudah berdiri dari duduk nya dan di ikuti oleh Mama dan Papa nya.
" Ayo." Mereka pun pergi menggunakan mobil milik Papa nya dan meninggal kan motor daniel di rumah orang tua nya.
Sesampai di rumah daniel, mereka langsung berpencar mencari dinda.
Sedang kan orang yang sedang di cari oleh daniel, kini sedang tidur dengan nyenyak di kamar salah satu pelayan.
Tok..Tok..Tok..
Suara ketukan pintu dari luar mengganggu tidur dinda, dengan mata setengah terpejam dinda melangkah menghampiri ke arah pintu dan membuka nya.
" Sayang." Panggil orang itu dengan suara lembut, tapi membuat dinda melotot melihat nya.
" Ma-Mama." Petik dinda tertahan.
" Stt, Jangan berisik nanti daniel dan Papa menemu kan kamu." Ucap Mama nya membungkam bibir menantu nya dengan tangan nya.
" Ayo Masuk Ma." Ajak dinda.
Lalu mereka pun masuk dan tak lupa juga mengunci terkebih dulu pintu nya agar daniel dan Papa nya tidak mengetahui nya.
" Bagaimana Ma, Apa rencana dinda bagus?" Tanya dinda antusias.
" Bukan bagus lagi sayang, tapi sangat bagus." Fuji Mama nya.
" Terus mas daniel di mana sekarang?" Tanya dinda.
" Dia lagi cari kamu." Ucap Mama nya.
" Udah jangan mikirin daniel, mending kita tidur aja." Ajak Mama nya dan di setujui oleh dinda.
Mereka pun tidur di kamar pelayan tanpa memperduli kan Papa nya dan daniel yang sedang mencari nya.
Jangan lupa vote, like, komen dan jangan lupa hadiah nya.