My Sexy Boss

My Sexy Boss
Di rampas.



Daniel dan keluarga nya sampai ke rumah saat jam menunjuk angka 17:30 WIB. Baru saja akan keluar dari mobil, Daniel sudah di suguhkan tatapan tajam dari Mama nya. Daniel tau pasti Mama nya marah karena lagi lagi diri nya tidak mengajak nya.


"Mama pasti marah Mas." Bisik Dinda dengan suara yang sangat pelan.


"Biarin aja yank." Jawab Daniel berusaha acuh dengan Mama nya.


Padahal dalam hati nya dia sudah merasa tidak enak karena bila keinginan Mama nya tidak terwujud, pasti Mama nya akan meminta sesuatu yang tidak masuk akal menurut Daniel.


"Baru pulang?" Tanya Mama nya dengan kedua tangan berada di dada nya.


"Ya iya lah, memang nya Mama tidak lihat kalau kami baru pulang?" Ucap Daniel dengan santai.


"Mama lihat kok." Balas Mama nya dengan tersenyum penuh arti.


"Ya udah kalau gitu Daniel mau ke kamar dulu." Pamit Daniel yang mulai tidak enak dengan nada bebicara Mama nya.


"Eh sebentar dulu, Dinda sayang kau pergi lah lebih dulu dengan Al. Mama dan Daniel masih ada urusan dulu." Perintah Mama Daniel pada menantu nya, sedang kan Dinda yang tidak mengerti apa pun hanya mengangguk dan meninggal kan suami nya bersama mertua nya.


"Mama mau apa?" Tanya Daniel pada inti nya, dia sudah tau pasti Mama nya akan memeras ATM milik nya.


"Kau ini sangat sudah hafal dengan keinginan Mama." Ucap Mama Daniel dengan tersenyum penuh arti.


"Ya udah ngomong aja."Ketus Daniel.


"Mama ingin kamu beliin Mama tas kulit badak keluaran baru itu. " Ucap Mama nya dengan tersenyum puas melihat wajah masam anak nya.


"Sekarang ingin tas kulit badak, nanti apa lagi Ma." Ucap Daniel dengan frustasi.


"Mama janji kok cuma ini terakhir kali Mama Minta beliin tas ke kamu." Ucap Mama nya membuat Daniel terasa menemukan angin segar.


"Janji?" Tanya Daniel memastikan.


"Iya janji, sudah pergi sana pasti Dinda saat ini sedang menunggu kamu." Usir Mama nya membuat Daniel menggerutu.


Sesampai nya di dalam kamar Daniel tidak menemukan keberadaan istri nya, Daniel pun keluar lagi dan kali ini tujuan nya ada kamar anak nya yang memang bersebelahan dengan kamar dia dan juga Dinda.


"Sayang."Ujar Daniel pada istri nya yang tengah menimang nimang anak mereka.


"Sutt, jangan berisik." Ucap Dinda dengan mengisyarat kan pada suami nya agar tidak berisik, karena anak nya mulai terlelap.


Daniel pun diam dan menunggu istri nya yang tengah membaring kan anak nya ke dalam box bayi.


"Yuk ke kamar." Ajak Daniel setelah istri nya selesai menidur kan Al di dalam box nya.


Dinda hanya mengangguk saja dan mengikuti langkah suami nya menuju kamar mereka.


"Tadi Mama mau apa Mas?" Tanya Dinda sambil menduduk kan bokong nya di pinggir kasur nya.


"Biasa." Balas Daniel membuat Dinda tidak bertanya lagi karena dia sudah tau apa maksud perkataan suami nya itu.


"Aku mau mandi ya dulu ya Mas." Ucap Dinda melangkah menuju ruang ganti untuk mengambil baju tidur nya.


Daniel menunggu istri nya selesai mandi dengan memain kan ponsel milik nya, dia sedang memeriksa beberapa email yang masuk ke dalam ponsel nya. Dia juga memeriksa pesan pesan dari sahabat nya yang berada di luar negri itu.


Lima belas menit kemudian.


Dinda keluar dengan menggunakan jubah mandi, Dinda menghampiri suami nya yang tengah sibuk dengan ponsel nya itu.


"Kayak nya sibuk banget ya." Ucap Dinda membuat Daniel mengalih kan pandangan nya


"Enggak kok yank, ini cuma balas chat chat temen aja." Ucap Daniel dengan memperhati kan layar ponsel nya kepada istri nya. Sedang kan Dinda hanya mengangguk saja dan berlalu pergi untuk menggantikan pakaian nya. Setelah mengganti pakaian nya, Dinda kembali menghampiri suami nya dan menyuruh nya untuk mandi.


"Mas mandi gih sana." Titah Dinda.


"Iya yank, sebentar lagi." Ucap Daniel sambil terus menatap layar ponsel nya.


"Gak ada sebentar sebentar, buruan ih sana mandi." Ucap Dinda lagi membuat Daniel akhir nya menurut dan melepas kan ponsel nya lalu dia taruh di atas nakas agar dia gampang menemukan ponsel nya nanti.


Daniel melangkah menuju kamar mandi dan meninggal kan istri nya yang tengah memakai skincare itu. Setelah melihat kepergian suami nya ke dalam kamar mandi, Dinda akhir nya melangkah menuju nakas dan mengambil ponsel suami nya untuk dia periksa.


"Gak ada yang mencuriga kan." Gumam Dinda setelah melihat semua pesan yang ada di ponsel suami nya.


Karena tidak ingin tertangkap basah oleh suami nya, Dinda pun buru buru meletak kan kembali ponsel suami nya dan berjalan menuju meja rias lagi untuk menerus kan acara merawat wajah nya lagi.


Benar saja tak lama Daniel keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya, dan jangan lupa kan juga rambut basah nya yang sangat menggoda menurut Dinda.


"Yank baju aku mana?" Tanya Daniel membuat Dinda menghenti kan kegiatan nya.


"Sebentar aku ambil dulu." Dinda pun beranjak dari kursi rias dan pergi menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian suami nya.


"Ini Mas." Ucap Dinda dengan menyondor kan pakaian nya pada suami nya.


"Makasih sayang." Ucap Daniel dengan tersenyum manis, sedang kan Dinda membalas dengan senyuman juga.


"Gak usah bilang makasih, itu udah jadi kewajiban aku." Ucap Dinda membuat Daniel tersenyum kembali.


"Tetep aja Mas ingin berterima kasih sama kamu." Ucap Daniel.


"Ya udah terserah Mas aja." Balas Dinda dengan acuh.


"Bantu Mas pakai baju yank." Ucap Daniel membuat Dinda mencebik kan bibir nya karena suami nya itu selalu ingin memakai pakaian di bantu oleh nya. Walaupun dengan keadaan kesal Dinda tetap membantu suami nya sampai selesai.


"Love you sayang." Ucap Daniel sambil mencium pipi istri nya sebelum istri nya itu kembali ke meja rias.


" Love you juga." Balas Dinda sebelum pergi.


Setelah mengatakan itu Dinda kembali dengan kegiatan nya yaitu skincarean dan Daniel kembali sibuk dengan ponsel nya tanpa mengganggu sang istri yang tengah merawat wajah nya. Biasa nya kalau Daniel sedang ingin mengganggu istri nya, dia akan terus mengganggu sampai istri nya merasa kesal dan lebih parah nya lagi Dinda pernah sampai menangis karena di ganggu oleh suami nya itu.


Jangan lupa tinggal kan terus jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author tambah semangat lagi nulis kelanjutan cerita nya Dinda dan Daniel.