
Matahari mulai menampak kan diri nya di ufuk timur. Cahaya nya yang keemasan mampu membuat pasangan suami istri yang tengah terlelap terbangun.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Dinda dengan suara khas bangun tidur.
"Baru jam fenam sayang." Balas Daniel dengan suara berat nya.
Dinda pun segera bangun dari tidur nya dan turun untuk pergi mandi.
"Kamu mau ke mana sayang?" Tanya Daniel
"Aku mau mandi mas." Jawab Dinda.
"Tapi ini masih pagi."
"Mas sekarang di rumah kita ada bibi, jadi gak enak kalau kita baru mandi jam tujuh." Jelas Dinda pada suami nya. Daniel pun hanya mengangguk saja membenar kan apa yang di kata kan oleh istri nya itu
"Ya udah kalau gitu kita mandi bareng aja." Ajak Daniel dengan bangkit dari tidur nya.
"Enggak" Tolak Dinda dengan tegas membuat Daniel menyerit kan dahi nya.
"Kenapa?" Tanya nya.
"Nanti kamu mah modus mulu." Ketus Dinda membuat Daniel tergelak.
"Hahahaha."
"Malah ketawa lagi." Gerutu Dinda sambil menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan suami nya.
"Aku janji gak bakal modus deh sekarang mah." Ucap Daniel setelah meredah kan tawa nya.
"Halah sekarang bilang gak akan modus. Tapi nanti sampai kamar mandi mah modus." Gerutu Dinda membuat Daniel kembali tergelak.
"Mas janji sekarang mah gak bakal modus deh." Ucap Daniel dengan serius.
"Janji?" Tanya Dinda tak percaya begitu saja pada suami nya.
"Iya janji." Jawab Daniel meyakin kan istri nya
"Baik lah." Akhir nya Dinda pun mengizin kan suami nya untuk ikut mandi bersama nya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Dinda dan Daniel pun keluar dari kamar mereka dan menuju ruang tamu.
"Sayang kok tumben bibi belum bangun?" Tanya Daniel dengan bingung saat tidak melihat keberadaan bibi nya.
"Bibi sekarang lagi ke pasar mas." Jawab Dinda dengan santai.
"Iya ke pasar."
"Jam segini?" Tanya Daniel lagi dengan bingung.
"Bibi udah dari jam setengah lima pergi ke pasar nya mas."
Belum sempat Daniel menjawab ucapan istri nya. Tiba tiba dari arah pintu masuk suara bibi nya yang memanggil salah satu maid untuk membantu nya membawa barang barang nya.
"Bibi sudah pulang?" Tanya Dinda menghampiri Bibi nya. Dan meninggal kan suami nya di ruangan keluarga sendirian.
"Sudah. Kok tumben kamu sudah bangun? Biasa nya jam tujuh baru keluar kamar?"Tanya bibi nya dengan bingung saat melihat keponakan nya sudah bangun di pagi hari, biasa nya Dinda akan bangun saat hari sudah mulai menjelang siang.
"Hehehe, lagi pengen bangun pagi aja." Jawab Dinda dengan cengengesan. Sedang kam bibi nya hanya menggeleng kan kepala saja melihat keponakan nya itu.
"Kebiasaan."
"Bibi belanja apa aja? Kok banyak banget sih?" Tanya Dinda dengan kepo.
"Ini keperluan dapur." Jawab Bibi nya dengan membawa barang di tangan nya dan di letak kan di atas meja yang ada di dapur.
"Sekarang mau masak apa bibi?" Tanya Dinda.
"Kamu mau nya masak apa?" Tanya Bibi nya dengan menatap ke arah Dinda.
"Aku lagi pengen makan ayam di kecapin." Ucap Dinda dengan wajah berbinar nya.
"Baik lah bibi akan buat kan untuk mu dan juga cucu bibi." Balas Bibi nya dengan menyiap kan semua bahan yang di butuh kan.
"Bibi memang yang terbaik." Puji Dinda dengan memeluk tubuh Bibi nya dari belakang.
"Kau ini selalu memuji bibi saat keinginan mu terhujud." Gerutu bibi nya membuat Dinda tertawa.
"Bibi tau aja, Hahahaha." Balas Dinda dengan di akhiri tawa keras
Sedang kan Bibi nya hanya menggeleng kan kepala saja mendengar jawaban dari keponakan nya itu.
Dalam hati nya dia sangat bersyukur karena bisa memenuhi keinginan keponakan nya itu sekaligus cucu yang di kandung oleh keponakan nya.
Maaf baru update lagi🙏
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga giftnya supaya author semangat🔥