My Sexy Boss

My Sexy Boss
Pulang.



Beberapa hari kemudian, Daniel sudah di izin kan pulang oleh dokter. Karena memang luka Daniel tidak terlalu serius.


Di dalam ruangan hanya ada Dinda dan Daniel saja, sedang kan orang tua Daniel, Bibi Paman nya Dinda dan Al ada di rumah nya untuk menyambut kedatangan Daniel.


Mereka memutus kan untuk tidak ikut kesana karena rumah sakit tidak baik untuk bayi, mereka menyerah kan semua nya pada Dinda.


"Sayang." Panggil Daniel saat melihat istri nya cuek pada nya dan sibuk dengan kegiatan nya.


"Apa Mas?" Tanya Dinda tanpa menoleh ke arah Daniel, karena kini dia sedang mengemasi barang barang milik suami nya.


"Ck." Daniel berdecak sebal pada istri nya yang sama sekali tidak menoleh ke arah nya.


Sedang kan Dinda yang memang sudah menyelesaikan kegiatan nya langsung menoleh ke arah suami nya yang tengah merajuk itu. Setelah merapih kan semua nya, Dinda pun berjalan menghampiri suami nya dan menduduk kan tubuh nya di dekat suami nya.


"Ada apa? Mas butuh sesuatu?" Tanya Dinda dengan lembut nya


"Tidak" Jawab Daniel singkat sambil memaling kan wajah nya ke arah lain.


"Lalu kenapa dari tadi manggil mulu?" Tanya Dinda dengan tidak peka nya.


"Ck, pikir aja sendiri." Balas Daniel masih dengan memaling kan wajah nya.


"Kalau kamu gak ngomong, bagaimana aku tau apa yang kamu pengen Mas." Ucap Dinda dengan frustasi kalau menghadapi suami nya yang tengah merajuk itu.


Daniel pun hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar saat menghadapi istri nya yang tidak pernah peka akan keinginan nya, padahal mereka sudah menikah setahun lebih.


"Aku gak mau di cuekin mulu sama kamu Yank." Ungkap Daniel kini sambil menatap istri nya.


"Memang nya aku tadi nyuekin kamu Mas? Perasaan enggak?" Tanya Dinda dengan bingung, dia sama sekali tidak mencuek kan suami nya.


"Ck, kamu selalu gak pernah peka." Ketus Daniel kembali memaling kan wajah nya dari hadapan Dinda.


"Sudah jangan bahas itu lagi, sekarang Mas mau pulang gak? Aku udah kangen banget nih sama Al, apa Mas gak kangen sama anak kita?" Tanya Dinda mengalihkan pembicaraan mereka dengan membawa anak nya, karena kalau sudah menyangkut anak nya, Daniel pasti akan langsung melupakan perdebatan tadi.


"Ayo." Dinda dan Daniel pun berjalan keluar dari rumah sakit dengan saling menggandeng tangan.


Setelah menempuh perjalanan kurang dari dua puluh menit, akhir nya mobil yang membawa Dinda dan Daniel sampai di kediaman mereka. Dengan tidak sabaran Daniel menggandeng tangan istri nya dan membawa nya ke dalam rumah.


"Kalian sudah pulang?" Tanya Bibi nya yang melihat Dinda dan Daniel sudah masuk ke dalam rumah. Dinda dan Daniel pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan Bibi nya itu.


"Di mana Al bi?" Tanya Dinda mengedar kan pandangan nya ke seluruh ruangan dan sama sekali tidak mendapati keberadaan anak nya dan juga mertua nya.


"Al ada di kamar nya dengan nenek nya." Jawab Bibi Dinda.


"Baik lah kalau gitu Dinda dan Mas Daniel ke kamar Al dulu." Pamit Dinda dan di angguki oleh Bibi nya.


Dinda dan Daniel pun meninggal Bibi Dinda dan pergi menuju kamar sang anak yang berada di lantai atas seperti kamar mereka.


Sesampai nya di sana baik Dinda dan Daniel tersenyum melihat anak mereka sangat anteng dengan nenek nya.


"Sayang Mommy dan Daddy pulang." Ujar Dinda menghampiri mertua nya yang tengah menggendong anak nya.


"Kalian sudah pulang ternyata." Ucap Mama


"Al rewel gak Ma?" Tanya Dinda sambil mengambil anak nya dari gendongan Mertua nya.


"Enggak, malah dia anteng main mainan yang di belikan oleh Papa." Jawab Mama nya.


"Pasti Papa beliin Al mainan lagi?" Tebak Dinda dan di angguki oleh Mama Daniel.


Sedang kan Dinda dan Daniel hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar, mereka sudah tau sifat Papa Daniel yang memang royal sekali kalau berhubungan dengan cucu nya. Bahkan dia tidak segan segan membeli kan mainan yang sangat banyak, dan saking banyak nya mainan itu, sampai tempat nya saja tidak muat untuk menampung semua mainan itu.


Kedua orang tua Daniel sangat memanjakan cucu pertama mereka, dan mereka hanya ingin memberi yang terbaik untuk cucu pertama mereka itu.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya. Agar author tambah semangat lagi nulis kelanjutan kisah mereka.