My Sexy Boss

My Sexy Boss
Masalah kantor



Hari berlalu tak terasa seminggu lagi Dinda akan melakukan operasi caesar nya.


Ya Dinda dan Daniel memutus kan untuk melakukan opersasi caesar. Karena Daniel tidak ingin melihat istri nya kesakitan saat melahir kan secara normal. Padahal Dinda ingin melahir kan dengan normal, tapi suami nya melarang nya. Sedang kan Dinda hanya menuruti apa yang akan jadi keputusan suami nya.


Mama dan Papa Daniel pun hanya mendukung apa saja yang akan jadi keputusan anak dan menantu nya.


Begitu pun dengan Bibi dan Paman nya Dinda yang selalu mendukung keputusan nya yang di ambil oleh Daniel dan Dinda.


Saat ini di kediaman Dinda, ada Paman dan Bibi Dinda yang akan menginap di sana sampai Dinda selesai melahir kan. Itu keinginan Dinda yang menyuruh Paman dan Bibi nya untuk menemani nya sampai selesai melahir kan. Sedang kan Daniel sebagai suami hanya mendukung apa yang di ingin kan oleh istri nya.


"Sayang, kamu serius akan melahir kan secara caesar?" Tanya Bibi nya dari kesekian kali nya.


"Iya Bi, aku serius akan melahir kan secara caesar aja."Jawab Dinda dengan menyender kan kepala nya di bahu sang Bibi yang sudah merawat nya dari dia kecil.


"Kenapa?" Tanya Bibi nya sambil mengelus rambut keponakan nya itu.


"Karena Mas Daniel gak mau lihat Dinda kesakitan." Jawab Dinda dengan mata terpejam.


"Suami kamu itu terlalu mencintai mu sayang, sampai sampai dia tidak ingin melihat mu kesakitan sama sekali." Ucap Bibi nya masih setia mengelus rambut Dinda.


"Begitu lah Mas Daniel." Jawab Dinda dengan tertawa pelan.


"Ya sudah sekarang waktu nya tidur siang, kamu pergi lah ke kamar. Bibi akan memasak makanan kesukaan mu." Ucap Bibi nya sambil berdiri dari duduk nya.


"Bibi tidak usah memasak, di sini banyak ART yang akan memasak. Mendingan Bibi tidur siang aja di kamar sebelah." Ucap Dinda yang juga ikut berdiri walaupun dengan susah payah karena perut nya yang sudah besar.


"Tidak perlu sayang, Bibi sangat merindu kan kamu memakan masakan Bibi."Ucap Bibi nya masih kukuh dengan pendirian nya.


"Ya sudah terserah Bibi saja, Aku juga merindu kan masakan Bibi yang lezat itu." Ucap Dinda dengan menyengir.


"Ya udah kalau gitu kamu pergi lah ke kamar, Bibi akan memasak makanan kesukaan mu." Ucap Bibi nya sebelum berpisah.


Dinda pun hanya mengangguk saja dan berlalu menuju kamar nya dan mengistirahat kan tubuh nya.


Sedangkan di kantor, Daniel kini sedang menghadapi masalah yang tiba tiba muncul.


Bahkan Raka yang sebagai asisten yang sebelas dua belas cerdas seperti nya juga tidak bisa menangani masalah nya. Jadi untuk itu Daniel harus turun tangan sendiri untuk menangani masalah yang muncul di perusahaan nya.


"Kau sudah menemukan siapa pelaku nya?" Tanya Daniel fokus pada laptop di hadapan nya, sedang kan Raka fokus pada ponsel nya.


"Belum Pak." Jawab Raka tanpa mengalih kan pandangan nya dari ponsel yang dia genggam.


"Siapa yang berani bermain main pada ku?" Geram Daniel.


Tak lama kemudian, Raka menemukan pelaku nya.


"Siapa?" Tanya Daniel mengalih kan pandangan nya.


"Dia Rikho, Menejer perusahaan ini Pak." Ucap Raka


"Rikho? Bahkan aku tidak tau wajah nya seperti apa?" Ucap Daniel sambil mengingat ingat kembali siapa orang yang bernama Rikho.


"Dia yang dulu suka sama Dinda Pak." Jawab Raka yang kini menatap wajah boss nya.


"Suka sama Dinda?" Tanya Daniel memastikan lagi, sedang kan Raka hanya mengangguk saja.


"Bukan nya kau juga menyukai istri ku?" Tanya Daniel dengan nada mengejek.


"Itu dulu Pak." Jawab Raka sambil mendengus kesal karena boss nya selalu mengungkit masalah itu terus.


"Ya ya saya tau." Jawab Daniel.


"Jadi kita akan apakan dia Pak?" Tanya Raka mengalih kan pembicaraan.


"Nanti saya akan urus masalah itu." Ucap Daniel kembali fokus pada laptop nya lagi.


"Baik lah kalau gitu saya permisi Pak." Pamit Raka, sedang kan Daniel hanya mengangguk saja tanpa mengalih kan pandangan nya.


Jam sudah menunjuk angka lima sore, kini waktu nya Daniel pulang ke rumah nya.


Dengan penuh semangat Daniel segera merapih kan berkas berkas yang ada di hadapan nya, setelah selesai Daniel pun segera menyambar jas yang di letak kan di kursi nya. Lalu Daniel pun segera bergegas turun, saat sudah ada di parkiran Daniel langsung masuk dan langsung mengendari mobil nya menuju rumah nya.


Sesampai di rumah, Daniel tidak mendapati istri nya. Saat bertanya pada Bibi nya, ternyata Dinda sedang tidur di kamar nya.


Daniel pun dengan segera melangkah menuju kamar nya dan mendapati istri nya yang tampak tidur dengan posisi miring dengan perut buncit nya.


"Sayang." Panggil Daniel menjajar kan tubuh nya dengan wajah Dinda yang sedang berbaring di atas kasur king size nya.


"Hmm." Hanya itu yang keluar dari mulut nya Dinda, karena dia malas menjawab panggilan suami nya.


"Mandi dulu yuk, ini udah sore." Ajak Daniel dengan mengelus pipi cabby istri nya.


"Sebentar lagi Mas."Jawab Dinda dengan suara serak nya, sedang kan Daniel hanya bisa menghembus kan nafas kasar nya saat mendengar istri nya ingin kembali tidur.


Daniel pun memutus kan untuk mandi terlebih dulu, setelah selesai dia pun kembali membujuk istri nya agar mau mandi. Karena dia tidak ingin nanti istri nya kebiasaan mandi dan tidur di waktu mau magrib.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya agar author tambah semangat lagi🔥